Editor
KOMPAS.com - Arab Saudi mengumumkan rencana penerbitan paspor khusus untuk unta—kebijakan yang terdengar tak biasa, tetapi punya tujuan serius: menata perdagangan, transportasi, dan kepemilikan hewan yang sangat bernilai di kerajaan tersebut.
Dokumen berwarna hijau dengan lambang negara dan ilustrasi unta emas itu akan menjadi identitas resmi jutaan unta di seluruh negeri.
Program ini digagas oleh Ministry of Environment, Water and Agriculture untuk membangun basis data tepercaya sekaligus meningkatkan produktivitas sektor peternakan unta.
Baca juga: Rekor 19,5 Juta Jemaah! Arab Saudi Klaim Kepuasan Layanan Haji 90% di 2025
Menurut laporan Al Ekhbariya, paspor ini akan membantu mengatur jual-beli dan distribusi unta, memastikan dokumentasi resmi, melindungi hak pemilik, serta memudahkan pembuktian kepemilikan.
Pada 2024, pemerintah memperkirakan populasi unta di Arab Saudi mencapai sekitar 2,2 juta ekor. Jumlah besar ini membuat kebutuhan sistem pendataan yang rapi menjadi mendesak, apalagi nilai ekonominya tinggi.
Unta bukan sekadar hewan ternak. Sejak ribuan tahun, ia menjadi moda transportasi penting di jazirah Arab dan simbol status sosial pemiliknya. Kini, industri pembiakan unta juga berkembang pesat dan bernilai besar.
Arab Saudi rutin menggelar festival tahunan yang menghadirkan kontes kecantikan unta. Para pemilik rela menggelontorkan ratusan ribu dolar untuk menampilkan unta terbaiknya.
Namun, persaingan ketat memicu praktik curang. Otoritas setempat beberapa tahun terakhir menindak tegas rekayasa kosmetik pada unta—seperti membuat bibir tampak lebih menjuntai atau punuk lebih proporsional—demi tampilan yang dianggap ideal. Pemerintah mendorong tampilan alami dan memberi sanksi berat bagi pelanggar.
Dengan adanya paspor, riwayat unta diharapkan lebih terlacak, termasuk asal-usul dan kepemilikannya.
Peran unta di Arab bukan cerita baru. Riset yang dipublikasikan pada 2021 menunjukkan pahatan batu berukuran nyata bergambar unta dan kuda di wilayah Arab Saudi bisa berusia sekitar 7.000 tahun.
Ini menegaskan bahwa hubungan manusia dan unta di kawasan tersebut sudah berlangsung sangat lama.
Baca juga: Arab Saudi Bekukan 1.800 Travel Umrah Asing dan Stop Visa Baru
Paspor unta ini bukan gimmick. Ia menjadi bagian dari upaya modernisasi tata kelola peternakan, perdagangan, dan pelestarian tradisi.
Dengan identitas resmi, kerajaan berharap sektor ini makin efisien, transparan, dan terlindungi—tanpa meninggalkan akar sejarahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang