Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Model Mukena Nyaman dan Adem untuk Salat Id, Silk hingga Airflow

Kompas.com, 8 Maret 2026, 15:11 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak muslimah mulai mempersiapkan perlengkapan ibadah yang akan digunakan saat salat Id.

Selain pakaian Lebaran, mukena menjadi salah satu perlengkapan yang tidak kalah penting karena digunakan dalam momen ibadah bersama ribuan jamaah di masjid maupun lapangan terbuka.

Karena salat Id sering dilakukan di ruang terbuka dengan jumlah jamaah yang sangat banyak, pemilihan mukena yang adem dan nyaman menjadi faktor penting.

Bahan yang terlalu tebal atau tidak memiliki sirkulasi udara yang baik dapat membuat tubuh cepat gerah dan mengurangi fokus dalam beribadah.

Seiring berkembangnya industri tekstil dan fesyen muslim, berbagai model mukena terbaru kini hadir dengan desain yang lebih praktis, bahan yang lebih ringan, serta tampilan yang tetap elegan.

Beberapa model bahkan memadukan teknologi modern dengan sentuhan tradisional yang membuat mukena terasa lebih eksklusif.

Berikut beberapa model mukena yang banyak diminati menjelang Lebaran karena dikenal nyaman, adem, dan tetap mendukung kekhusyukan saat salat Id.

1. Mukena Silk Jacquard Motif Timbul

Mukena Silk Jacquard Motif TimbulAI Mukena Silk Jacquard Motif Timbul

Mukena berbahan silk atau sutra sintetis menjadi salah satu pilihan populer untuk Lebaran. Salah satu yang banyak diminati adalah mukena silk jacquard yang memiliki motif timbul langsung dari serat kainnya.

Berbeda dengan motif sablon, jacquard dibuat melalui teknik tenun khusus sehingga menghasilkan tekstur motif yang menyatu dengan kain.

Efek dimensi pada motif tersebut membuat mukena terlihat elegan saat terkena cahaya, namun tetap lembut ketika bersentuhan dengan kulit.

Model ini biasanya hadir dalam warna-warna solid seperti krem, putih gading, atau pastel yang memberikan kesan mewah namun tetap sederhana.

Potongannya juga dibuat lebih lebar agar menutup aurat dengan sempurna sekaligus memberikan ruang gerak yang nyaman saat salat.

Baca juga: Tren Mukena Lebaran 2026: Model 2-in-1 hingga Bahan Silk Premium Jadi Favorit Muslimah

2. Mukena 2-in-1 dengan Resleting Dagu

Mukena 2-in-1 dengan Resleting DaguAI Mukena 2-in-1 dengan Resleting Dagu
Model mukena 2-in-1 menjadi salah satu inovasi yang cukup digemari di Indonesia. Ciri khasnya terletak pada adanya resleting kecil di bagian bawah dagu.

Fitur tersebut memungkinkan mukena digunakan dalam dua cara. Pertama sebagai mukena biasa yang menutup kepala, dan kedua dengan menurunkan bagian kepala ke bahu seperti model ponco tanpa merusak tatanan hijab.

Desain ini sangat praktis terutama setelah salat Id selesai, karena pemakainya dapat langsung bersilaturahmi tanpa perlu merapikan kerudung kembali.

Mukena jenis ini umumnya menggunakan bahan yang ringan dan jatuh seperti armany silk agar tetap rapi saat dikenakan.

3. Mukena Lasercut Minimalis

Mukena Lasercut MinimalisAI Mukena Lasercut Minimalis
Tren mukena modern juga menghadirkan penggunaan teknologi lasercut pada bagian tepi kain.

Pinggiran mukena dipotong menggunakan mesin laser sehingga membentuk motif tertentu seperti gelombang, bunga, atau pola geometris.

Teknik ini menghasilkan potongan yang sangat rapi dan presisi tanpa adanya benang yang terurai.

Selain itu, mukena juga terasa lebih ringan karena tidak menggunakan tambahan renda tebal seperti model klasik.

Karena tampilannya bersih dan simpel, mukena lasercut banyak disukai oleh kalangan anak muda yang menyukai gaya minimalis namun tetap ingin terlihat elegan saat beribadah.

4. Mukena Abaya atau Terusan

Mukena Abaya atau TerusanAI Mukena Abaya atau Terusan
Model mukena abaya atau terusan juga kembali populer dalam beberapa tahun terakhir. Bentuknya menyerupai jubah panjang yang menutupi tubuh dari leher hingga kaki.

Mukena jenis ini biasanya tidak memiliki penutup kepala khusus karena dirancang untuk dipakai bersama hijab. Pemakainya cukup menyampirkan bagian leher mukena sehingga lebih praktis digunakan.

Bahan yang digunakan umumnya berupa rayon premium atau airflow yang terasa dingin di kulit dan tidak mudah kusut. Karena desainnya praktis, mukena abaya sering dipilih oleh mereka yang bepergian atau salat di luar rumah.

Baca juga: Mukena Pink Tren Lebaran 2026: Warna Lembut yang Elegan dan Jadi Favorit Muslimah

5. Mukena Bordir Manual Tasikmalaya

Mukena Bordir Manual TasikmalayaAI Mukena Bordir Manual Tasikmalaya
Mukena dengan bordir khas Tasikmalaya tetap menjadi pilihan favorit bagi banyak muslimah. Bordir ini dikenal memiliki detail yang halus serta pengerjaan yang teliti karena dibuat secara manual.

Pada model terbaru, motif bordir biasanya dibuat lebih sederhana dan modern. Polanya ditempatkan secara vertikal di bagian tengah mukena atau di bagian bawah kain dengan warna benang yang senada dengan warna dasar kain.

Keunikan bordir manual memberikan tekstur yang lebih tebal dan kuat dibandingkan bordir mesin. Karena nilai seninya tinggi, mukena jenis ini sering dijadikan hadiah atau hantaran Lebaran.

6. Mukena Bahan Airflow Crinkle

Mukena Bahan Airflow CrinkleAI Mukena Bahan Airflow Crinkle
Mukena berbahan airflow crinkle juga semakin populer karena dikenal sangat praktis. Kain ini memiliki tekstur kerutan halus yang membuatnya tidak perlu disetrika.

Keunggulan lainnya adalah sirkulasi udara yang baik sehingga terasa adem meskipun digunakan di tempat yang ramai. Hal ini membuat mukena airflow cocok dipakai saat salat Id di lapangan terbuka.

Modelnya biasanya dibuat sederhana dengan tambahan tali ikat kepala yang fleksibel. Selain ringan, mukena ini juga mudah dilipat dan dimasukkan ke dalam tas kecil.

7. Mukena Motif Printing Floral Pastel

Mukena dengan motif floral pastel juga menjadi tren yang banyak diminati menjelang Lebaran. Motif bunga kecil biasanya dibuat menggunakan teknik digital printing sehingga menghasilkan detail yang tajam.

Warna-warna lembut seperti sage green, dusty pink, dan butter yellow memberikan kesan feminin sekaligus segar.

Mukena jenis ini sering dijual dalam satu set lengkap dengan sajadah kecil serta tas penyimpanan yang memiliki motif serupa.

Tampilan yang serasi membuat mukena ini terlihat cantik sekaligus praktis dibawa ke masjid atau tempat salat Id.

Baca juga: Trend Warna Baju Lebaran 2026: Butter, Sage Green hingga Emerald Jadi Favorit, Earth Tone Diprediksi Dominan

Mukena Nyaman Mendukung Kekhusyukan Ibadah

Dalam ibadah salat, kenyamanan pakaian merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pakaian yang terlalu sempit, panas, atau berat dapat mengganggu gerakan dan konsentrasi saat beribadah.

Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa pakaian untuk salat harus menutup aurat dengan baik, bersih, dan tidak menghalangi gerakan ibadah.

Mukena yang longgar dan nyaman dapat membantu seseorang menjalankan salat dengan lebih tenang.

Karena itu, memilih mukena yang tepat bukan sekadar soal penampilan. Bahan yang adem, desain yang praktis, serta potongan yang longgar dapat membantu menciptakan suasana ibadah yang lebih khusyuk saat merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga dan masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com