KOMPAS.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak muslimah mulai mempersiapkan perlengkapan ibadah yang akan digunakan saat salat Id.
Selain pakaian Lebaran, mukena menjadi salah satu perlengkapan yang tidak kalah penting karena digunakan dalam momen ibadah bersama ribuan jamaah di masjid maupun lapangan terbuka.
Karena salat Id sering dilakukan di ruang terbuka dengan jumlah jamaah yang sangat banyak, pemilihan mukena yang adem dan nyaman menjadi faktor penting.
Bahan yang terlalu tebal atau tidak memiliki sirkulasi udara yang baik dapat membuat tubuh cepat gerah dan mengurangi fokus dalam beribadah.
Seiring berkembangnya industri tekstil dan fesyen muslim, berbagai model mukena terbaru kini hadir dengan desain yang lebih praktis, bahan yang lebih ringan, serta tampilan yang tetap elegan.
Beberapa model bahkan memadukan teknologi modern dengan sentuhan tradisional yang membuat mukena terasa lebih eksklusif.
Berikut beberapa model mukena yang banyak diminati menjelang Lebaran karena dikenal nyaman, adem, dan tetap mendukung kekhusyukan saat salat Id.
Mukena Silk Jacquard Motif TimbulMukena berbahan silk atau sutra sintetis menjadi salah satu pilihan populer untuk Lebaran. Salah satu yang banyak diminati adalah mukena silk jacquard yang memiliki motif timbul langsung dari serat kainnya.
Berbeda dengan motif sablon, jacquard dibuat melalui teknik tenun khusus sehingga menghasilkan tekstur motif yang menyatu dengan kain.
Efek dimensi pada motif tersebut membuat mukena terlihat elegan saat terkena cahaya, namun tetap lembut ketika bersentuhan dengan kulit.
Model ini biasanya hadir dalam warna-warna solid seperti krem, putih gading, atau pastel yang memberikan kesan mewah namun tetap sederhana.
Potongannya juga dibuat lebih lebar agar menutup aurat dengan sempurna sekaligus memberikan ruang gerak yang nyaman saat salat.
Baca juga: Tren Mukena Lebaran 2026: Model 2-in-1 hingga Bahan Silk Premium Jadi Favorit Muslimah
Mukena 2-in-1 dengan Resleting DaguFitur tersebut memungkinkan mukena digunakan dalam dua cara. Pertama sebagai mukena biasa yang menutup kepala, dan kedua dengan menurunkan bagian kepala ke bahu seperti model ponco tanpa merusak tatanan hijab.
Desain ini sangat praktis terutama setelah salat Id selesai, karena pemakainya dapat langsung bersilaturahmi tanpa perlu merapikan kerudung kembali.
Mukena jenis ini umumnya menggunakan bahan yang ringan dan jatuh seperti armany silk agar tetap rapi saat dikenakan.
Mukena Lasercut MinimalisPinggiran mukena dipotong menggunakan mesin laser sehingga membentuk motif tertentu seperti gelombang, bunga, atau pola geometris.
Teknik ini menghasilkan potongan yang sangat rapi dan presisi tanpa adanya benang yang terurai.
Selain itu, mukena juga terasa lebih ringan karena tidak menggunakan tambahan renda tebal seperti model klasik.
Karena tampilannya bersih dan simpel, mukena lasercut banyak disukai oleh kalangan anak muda yang menyukai gaya minimalis namun tetap ingin terlihat elegan saat beribadah.
Mukena Abaya atau TerusanMukena jenis ini biasanya tidak memiliki penutup kepala khusus karena dirancang untuk dipakai bersama hijab. Pemakainya cukup menyampirkan bagian leher mukena sehingga lebih praktis digunakan.
Bahan yang digunakan umumnya berupa rayon premium atau airflow yang terasa dingin di kulit dan tidak mudah kusut. Karena desainnya praktis, mukena abaya sering dipilih oleh mereka yang bepergian atau salat di luar rumah.
Baca juga: Mukena Pink Tren Lebaran 2026: Warna Lembut yang Elegan dan Jadi Favorit Muslimah
Mukena Bordir Manual TasikmalayaPada model terbaru, motif bordir biasanya dibuat lebih sederhana dan modern. Polanya ditempatkan secara vertikal di bagian tengah mukena atau di bagian bawah kain dengan warna benang yang senada dengan warna dasar kain.
Keunikan bordir manual memberikan tekstur yang lebih tebal dan kuat dibandingkan bordir mesin. Karena nilai seninya tinggi, mukena jenis ini sering dijadikan hadiah atau hantaran Lebaran.
Mukena Bahan Airflow CrinkleKeunggulan lainnya adalah sirkulasi udara yang baik sehingga terasa adem meskipun digunakan di tempat yang ramai. Hal ini membuat mukena airflow cocok dipakai saat salat Id di lapangan terbuka.
Modelnya biasanya dibuat sederhana dengan tambahan tali ikat kepala yang fleksibel. Selain ringan, mukena ini juga mudah dilipat dan dimasukkan ke dalam tas kecil.
Mukena dengan motif floral pastel juga menjadi tren yang banyak diminati menjelang Lebaran. Motif bunga kecil biasanya dibuat menggunakan teknik digital printing sehingga menghasilkan detail yang tajam.
Warna-warna lembut seperti sage green, dusty pink, dan butter yellow memberikan kesan feminin sekaligus segar.
Mukena jenis ini sering dijual dalam satu set lengkap dengan sajadah kecil serta tas penyimpanan yang memiliki motif serupa.
Tampilan yang serasi membuat mukena ini terlihat cantik sekaligus praktis dibawa ke masjid atau tempat salat Id.
Dalam ibadah salat, kenyamanan pakaian merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pakaian yang terlalu sempit, panas, atau berat dapat mengganggu gerakan dan konsentrasi saat beribadah.
Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa pakaian untuk salat harus menutup aurat dengan baik, bersih, dan tidak menghalangi gerakan ibadah.
Mukena yang longgar dan nyaman dapat membantu seseorang menjalankan salat dengan lebih tenang.
Karena itu, memilih mukena yang tepat bukan sekadar soal penampilan. Bahan yang adem, desain yang praktis, serta potongan yang longgar dapat membantu menciptakan suasana ibadah yang lebih khusyuk saat merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga dan masyarakat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang