Editor
KOMPAS.com - Istilah askar kerap terdengar oleh jemaah haji maupun umrah saat berada di Tanah Suci.
Petugas ini berperan penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan di area ibadah.
Keberadaan askar semakin intensif terutama saat musim haji yang dipadati jutaan jemaah dari berbagai negara.
Selain menjaga keamanan, askar juga membantu jemaah agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan tertib.
Berikut adalah ulasan singkat mengenai askar dan beberapa informasi yang perlu diketahui jemaah sebelum berangkat.
Dilansir dari TribunSumsel.com, istilah askar berasal dari bahasa Arab عَسْكَر (Askar) yang berarti tentara, pengawal, atau pasukan keamanan.
Petugas ini disiagakan oleh pemerintah Arab Saudi, khususnya di lokasi yang banyak dikunjungi jemaah, baik haji maupun umrah.
Askar ditempatkan di berbagai titik strategis seperti Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Baca juga: Hukum Titip Doa ke Orang yang Berangkat Haji, Bolehkah dalam Islam? Ini Penjelasan Ulama
Kehadiran mereka semakin ditingkatkan saat musim haji guna mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah.
Peran utama askar meliputi mengatur pergerakan jemaah, menjaga keamanan, membantu jemaah yang kesulitan, serta memberikan arahan di area masjid.
Mereka juga bertugas mengatur arus masuk dan keluar jemaah untuk mencegah kepadatan berlebih.
Askar bekerja secara bergiliran selama 24 jam untuk memastikan seluruh aktivitas ibadah berjalan tertib. Mereka mengawasi kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di area ibadah.
Selain menjaga keamanan, askar juga menjalankan fungsi kemanusiaan, seperti membantu jemaah yang tersesat atau membutuhkan pertolongan.
Kehadiran mereka memberikan rasa aman dan ketenangan bagi jemaah selama menjalankan ibadah.
Dengan pengaturan yang dilakukan askar, pergerakan jemaah di dalam masjid menjadi lebih terarah dan efisien.
Jemaah haji dan umrah dianjurkan memahami beberapa istilah bahasa Arab yang sering digunakan oleh askar. Hal ini penting untuk memudahkan komunikasi dan mengikuti arahan petugas.
Dilansir dari TribunSumsel.com, beberapa istilah umum yang digunakan oleh askar saat berinteraksi dengan jemaah antara lain:
Pemahaman istilah ini membantu jemaah merespons instruksi dengan cepat sehingga tercipta ketertiban bersama.
Dilansir dari laman Kemenag, selain menguasai bahasa Arab, sebagian askar juga mempelajari bahasa asing lain untuk memudahkan komunikasi dengan jemaah internasional. Kemampuan ini diperoleh melalui pelatihan khusus.
Kursus tersebut diselenggarakan oleh Kantor Urusan Pintu-pintu Masjid Nabawi. Dalam pelatihan ini, askar juga dibekali kemampuan menghadapi situasi darurat dan cara berinteraksi dengan jemaah.
Contohnya, bila bagian dalam masjid telah penuh, maka askar akan berada di pelataran masjid dan melarang jamaah menuju ke pintu-pintu masuk. "Panuh...panuh!" kata mereka kepada jamaah berwajah Melayu.
Askar tidak hanya terdiri dari laki-laki, tetapi juga perempuan. Dalam praktiknya, askar wanita kerap bertugas di area jemaah perempuan.
Dibandingkan askar pria, askar wanita sering terlihat lebih tegas dalam memberikan instruksi. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban, terutama ketika terjadi kepadatan di dalam masjid.
Askar wanita mengenakan pakaian abaya hitam longgar dan niqab yang menutup wajah. Mereka juga menggunakan tanda pengenal berwarna tertentu untuk membedakan jenis tugasnya, seperti askar musiman, polisi wanita, atau petugas lainnya.
Jemaah haji dilarang mengambil foto atau video askar yang sedang bertugas di area tertentu di Arab Saudi.
Larangan ini juga berlaku untuk pengambilan gambar gedung pemerintahan tanpa izin resmi.
Dilansir dari Tribun-Timur.com, pada musim haji 2025, sempat terjadi kasus jemaah yang hampir dikenai tindakan keras karena memotret askar yang tengah bertugas.
Hal ini menjadi pengingat agar jemaah lebih berhati-hati dan mematuhi aturan yang berlaku.
"Mohon diinfokan ke jemaah, agar tidak mengambil foto atau video askar (polisi)," bunyi pesan yang dikirim di grup-grup Whatsapp Petugas Haji Indonesia sejak Sabtu (7/6/2025) dini hari.
"Tadi kami mendapatkan jamaah yang hampir difoto paspornya oleh Askar, sampai diancam deportasi. Akhirnya setelah melobi askarnya masih memaafkan ibunya," bunyi pesan tersebut.
Keberadaan askar menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran ibadah haji dan umrah di Tanah Suci.
Dengan memahami peran, aturan, serta istilah yang digunakan, jemaah dapat beradaptasi lebih baik dan menjalankan ibadah dengan tertib serta nyaman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang