Editor
KOMPAS.com - Kantor Kementerian Haji Kabupaten Pangandaran terus melakukan sosialisasi kepada calon jemaah haji di tengah kekhawatiran konflik di Timur Tengah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan jemaah tetap tenang dan memahami kondisi terkini.
Selain itu, pemerintah daerah memastikan seluruh persiapan teknis telah rampung menjelang keberangkatan.
Fokus utama saat ini adalah menjaga kesiapan jemaah haji 2026 secara fisik dan mental jelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Baca juga: Mengenal Askar, Pasukan Pengamanan di Tanah Suci yang Bantu Jemaah Haji dan Umrah
Kepala Kantor Kemenhaj Pangandaran, Hilman Saefullah, menyampaikan bahwa seluruh persiapan di tingkat daerah telah selesai, terutama terkait dokumen dan pemeriksaan kesehatan.
"Dari sisi dokumen dan cek kesehatan fisik, semuanya sudah selesai. Saat ini tinggal menunggu pembagian kartu masuk," ujar Hilman dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (7/4/2026).
Dengan selesainya tahap ini, jemaah tinggal menunggu proses lanjutan sebelum masuk asrama haji.
Baca juga: Jadwal Masuk Asrama Haji Aceh 2026 Disesuaikan, Jemaah Kloter Pertama Akan Masuk Mulai 5 Mei
Hilman memastikan jadwal keberangkatan calon jemaah haji asal Pangandaran masih sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Jemaah haji asal Pangandaran nantinya akan tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 21 KJT.
Rangkaian keberangkatan dimulai dari Pangandaran pada 6 Mei 2026, kemudian masuk Asrama Haji Indramayu pada 7 Mei 2026, dan diberangkatkan melalui Bandara Kertajati pada 8 Mei 2026.
Total calon jemaah haji asal Pangandaran yang akan diberangkatkan sebanyak 217 orang.
Mereka akan didampingi empat petugas yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, dan perawat.
"Mereka akan bergabung dengan jemaah dari Kota Banjar dan sebagian dari Indramayu," ucap Hilman.
Terkait potensi dampak konflik di Timur Tengah, pihak Kemenhaj daerah hanya menyampaikan informasi sesuai arahan pemerintah pusat.
Keputusan strategis, termasuk perubahan rute penerbangan, sepenuhnya menjadi kewenangan pusat.
"Untuk kemungkinan perubahan rute, itu menjadi kewenangan pimpinan pusat," katanya.
Kemenhaj memastikan bahwa jika terjadi perubahan kebijakan, termasuk terkait rute perjalanan, tidak akan ada tambahan biaya yang dibebankan kepada jemaah.
"Jemaah tidak perlu khawatir terkait biaya tambahan. Informasi dari kementerian, hal tersebut tidak akan dibebankan kepada calon jemaah," ujarnya.
Menjelang waktu keberangkatan yang semakin dekat, Hilman mengimbau para calon jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan.
Hal ini penting agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalankan dengan baik.
"Fokus menjaga kesehatan, kurangi aktivitas yang tidak perlu, dan persiapkan diri untuk ibadah haji," kata Hilman.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul "Jemaah Haji dari Pangandaran Akan Berangkat Mei 2026, Tak Perlu Tambah Biaya jika Rute Berubah".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang