Editor
KOMPAS.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menggelar rapat terbatas (ratas) untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat pada Senin (6/4/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf.
Sejumlah lembaga strategis di lingkungan NU turut hadir dalam rapat ini, di antaranya LAZISNU, GKMNU, LPBI NU, RMI NU, serta Lakpesdam NU dan tim digital PBNU.
Dalam arahannya, Gus Yahya menekankan pentingnya pengembangan model gerakan peningkatan ketahanan sosial melalui beberapa langkah strategis.
Salah satu fokus utama adalah transformasi pemanfaatan energi agar lebih hemat, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat, khususnya rumah tangga. Ia mendorong pemanfaatan sumber energi alternatif sebagai solusi jangka panjang.
Baca juga: PBNU Kecam Serangan Israel, Gus Yahya Ajak Shalat Ghaib 3 Prajurit TNI
“Harus ada transformasi dalam memanfaatkan energi agar penggunaannya lebih hemat sekaligus terjangkau, baik harganya maupun aksesibilitasnya,” ujar Gus Yahya dilansir dari keterangan tertulis.
Selain itu, PBNU juga mendorong penguatan jejaring pengamanan sosial ekonomi melalui konsolidasi tasharruf atau penyaluran dana oleh LAZISNU secara nasional. Program koin NU juga akan ditata ulang agar lebih berorientasi pada konsep ta’aawun ijtima’i atau gotong royong di tingkat akar rumput.
“Langkah-langkah konkret akan dijalankan secara akseleratif dan segera. Akan dilakukan lebih lanjut pembahasan dengan mengundang para ahli yang relevan,” tambahnya.
Gus Yahya juga menekankan pentingnya memperkuat kohesi sosial melalui solidaritas masyarakat. Ia mengingatkan agar penyebaran informasi dilakukan secara bijak dengan narasi yang menenangkan dan berbasis fakta.
“Perlu dibangun narasi yang tidak menakutkan agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Baca juga: Ketum PBNU Gus Yahya Temui Dubes AS Bahas Perdamaian Timur Tengah
Ke depan, PBNU akan menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak strategis, baik dari kalangan pemerintah maupun non-pemerintah, guna merealisasikan program peningkatan ketahanan sosial tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya NU dalam memperkuat peran organisasi keagamaan sebagai motor penggerak ketahanan sosial masyarakat di tengah berbagai tantangan global.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang