Editor
KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi resmi memberlakukan pembatasan ketat akses masuk ke Kota Suci Makkah menjelang penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Aturan ini mulai berlaku sejak 13 April 2026 dan menegaskan bahwa tidak semua orang bisa masuk ke wilayah tersebut tanpa izin resmi.
Dalam siaran pers Kementerian Haji dan Umrah RI, disebutkan bahwa hanya individu yang mengantongi salah satu dari tiga dokumen berikut yang diperbolehkan masuk ke Makkah:
1. Visa haji resmi
2. Izin tinggal (iqamah) yang diterbitkan di Makkah
3. Izin kerja di area tempat-tempat suci
Di luar tiga kategori tersebut, seluruh penduduk maupun pendatang akan ditolak masuk dan diminta kembali di pos pemeriksaan yang tersebar di pintu-pintu masuk Kota Makkah.
Baca juga: Pembatasan Masuk Makkah Berlaku Jelang Haji 2026, WNI Diminta Jangan Coba Jalur Ilegal
Kebijakan ini sejalan dengan prinsip “Tidak Ada Haji Tanpa Izin” yang secara konsisten diterapkan pemerintah Arab Saudi guna menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan jutaan jamaah selama musim haji.
Untuk mempermudah proses administrasi, pemerintah Arab Saudi menyediakan layanan pengajuan izin secara digital melalui platform Absher dan portal Muqeem yang terintegrasi dengan sistem perizinan haji (Tasreeh).
Selain pembatasan akses, sejumlah aturan tambahan juga diberlakukan. Pemerintah Arab Saudi menetapkan bahwa batas akhir pemegang visa umrah untuk meninggalkan wilayah kerajaan adalah 18 April 2026. Setelah itu, izin umrah melalui platform Nusuk akan dihentikan sementara hingga 31 Mei 2026.
Tak hanya itu, seluruh pemegang visa selain visa haji juga dilarang memasuki atau berada di Makkah selama periode tersebut.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah rutin yang dilakukan setiap tahun menjelang puncak musim haji.
“Pengendalian akses ke Makkah penting untuk memastikan pelaksanaan ibadah berlangsung aman, tertib, dan sesuai kapasitas,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (13/4/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya calon jemaah haji asal Indonesia, agar tidak tergiur dengan tawaran berangkat haji secara ilegal.
“Pastikan menggunakan visa haji resmi. Jangan mencoba masuk Makkah tanpa izin karena selain ditolak, juga berpotensi dikenai sanksi hukum,” tegasnya.
Baca juga: Arab Saudi Batasi Masuk ke Makkah Tanpa Izin Mulai 13 April 2026, Ini Aturannya
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia untuk mematuhi aturan yang berlaku, tidak memaksakan diri masuk ke Makkah tanpa izin, serta mengikuti arahan dari penyelenggara perjalanan ibadah dan otoritas terkait.
Langkah ini diharapkan mampu menjamin kelancaran dan keselamatan penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang akan diikuti jutaan umat Muslim dari seluruh dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang