Editor
KOMPAS.com - Pelayanan bagi jemaah haji di Masjidil Haram terus diperkuat guna menunjang kelancaran ibadah.
Berbagai fasilitas disediakan untuk membantu jemaah yang mengalami kelelahan selama menjalankan rangkaian ibadah.
Salah satunya adalah layanan kursi roda dan mobil golf (golf cart) yang bisa diakses langsung di area Masjidil Haram.
Kehadiran layanan ini menjadi solusi praktis, terutama bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas.
Baca juga: Cek Data Jemaah Haji 2026 Kini Bisa Lewat Dashboard Publik Kemenhaj
Kasi PKPPJH serta Lansia-Disabilitas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker Makkah, Mayor CKM dr. Ridwan Siswanto, menjelaskan tarif layanan kursi roda dan mobil golf pada musim haji 2026:
Baca juga: Kartu Nusuk Hilang Saat Haji? Ini Cara Mengurus dan Solusi Sementaranya
Sistem pembelian tiket dirancang menyerupai stasiun modern untuk memastikan transparansi harga bagi jemaah dari berbagai negara.
"Bisa tunai, bisa lewat aplikasi, harganya fixed 200 Riyal per orang untuk paket full umrah," terangnya kepada tim Media Center Haji (MCH), Sabtu (2/5/2026).
Layanan mobil golf beroperasi di area rooftop Masjidil Haram dengan jalur khusus. Berbeda dari kursi roda, satu unit mobil golf dapat menampung hingga empat orang termasuk pengemudi.
Meski demikian, tarif tetap dihitung per individu, bukan per kendaraan.
"Ini bukan per mobil, tapi per orang. Jadi meskipun satu kendaraan bisa empat orang, tetap dihitung per penumpang," kata dia.
Selain layanan dengan pendorong, tersedia pula penyewaan kursi roda manual di lantai dua Masjidil Haram. Fasilitas ini tidak mencakup tenaga pendorong dan menggunakan skema harga tetap.
Opsi ini dapat dimanfaatkan oleh jemaah yang ingin mendorong sendiri anggota keluarga, seperti orang tua, saat melaksanakan tawaf atau sa’i.
Ridwan menegaskan bahwa layanan jasa dorong di area sa’i maupun lantai dua umumnya resmi dan berada dalam pengawasan petugas keamanan, sehingga relatif aman digunakan.
Ridwan menjelaskan bahwa layanan pendorong kursi roda tersedia bagi jemaah yang kelelahan saat tawaf maupun sa’i.
Layanan ini berbeda dari sistem kartu kendali yang biasanya diatur oleh petugas haji.
"Kalau yang di dalam Masjidil Haram, diperuntukkan bagi jemaah yang tengah melaksanakan ibadahnya terus kelelahan, sakit lutut, atau sakit kakinya," ujarnya.
Jemaah dapat langsung menggunakan layanan ini tanpa perlu koordinasi dengan petugas haji.
Prosesnya cukup dengan membeli tiket atau bernegosiasi langsung dengan penyedia jasa di lokasi.
Kehadiran layanan dengan tarif tetap ini dinilai memudahkan jemaah dalam mengatur kebutuhan biaya selama beribadah di Tanah Suci, sekaligus memastikan kenyamanan bagi jemaah dengan kondisi fisik tertentu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang