Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Jemaah Haji Asal Kaltim Wafat di Tanah Suci, Sebagian Besar Akibat Kelelahan dan Cuaca Ekstrem

Kompas.com, 9 Juni 2026, 18:58 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Sebanyak sembilan jemaah haji dari Embarkasi Balikpapan dilaporkan meninggal dunia selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Dari jumlah tersebut, enam orang merupakan jemaah asal Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyebut sebagian besar kematian terjadi akibat kondisi kesehatan yang menurun karena cuaca panas ekstrem dan kelelahan saat menjalani rangkaian ibadah haji.

Baca juga: Dua Jemaah Haji Ciamis yang Wafat di Tanah Suci Berhak Terima Asuransi Sebesar BPIH

Di tengah kabar duka tersebut, proses pemulangan jemaah haji ke Tanah Air tetap berlangsung bertahap dan kondisi mayoritas jemaah yang telah tiba di Indonesia terpantau cukup baik.

Cuaca Panas dan Kelelahan Jadi Penyebab Utama

Dilansir dari Antara, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan Mohlis Hasan mengatakan sembilan jemaah yang wafat berasal dari wilayah embarkasi Balikpapan, dengan enam orang di antaranya merupakan warga Kalimantan Timur.

Baca juga: Dua Jemaah Haji Sumsel Wafat di Makkah, Dimakamkan di Sharaya

"Penyebab kematian sebagian besar karena sakit, kelelahan, serangan jantung, atau penyakit bawaan akibat paparan suhu panas yang mencapai 47 derajat Celsius di sana," kata Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan Mohlis Hasan di Samarinda, Kaltim, Selasa (9/6/2026).

Menurut dia, jumlah jemaah haji asal Kaltim yang meninggal dunia pada musim haji tahun ini meningkat dibandingkan musim haji sebelumnya.

Pada tahun lalu tercatat empat jemaah asal Kaltim meninggal dunia, sedangkan tahun ini jumlahnya bertambah menjadi enam orang.

Jemaah Kloter 02 Telah Tiba di Balikpapan

Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji dari Arab Saudi terus berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Rombongan jemaah haji Kloter 02 mendarat dengan selamat pada 9 Juni pukul 10.00 WITA dan disambut langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji.

Sebelumnya, jemaah Kloter 01 yang berjumlah 360 orang dan didominasi warga Kota Samarinda telah lebih dulu tiba pada 7 Juni.

"Rombongan Kloter 02 ini juga membawa total 360 orang haji, yang sebagian besar berasal dari Kota Balikpapan beserta tambahan beberapa jemaah mutasi dari Kutai Kartanegara," jelas Mohlis.

jemaah Jalani Pemeriksaan Kesehatan dan Administrasi

Setibanya di Asrama Haji, seluruh jemaah langsung mengikuti proses serah terima dan pemeriksaan barang bawaan oleh petugas bea cukai.

jemaah juga menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan sebelum kembali ke daerah masing-masing.

Pemeriksaan kesehatan setelah kedatangan difokuskan kepada jemaah yang membutuhkan perhatian khusus, mengingat prosedurnya tidak seketat saat proses keberangkatan ke Tanah Suci.

Mohlis mengatakan kondisi kesehatan jemaah yang telah kembali ke Indonesia secara umum cukup baik.

"Secara keseluruhan kondisi kesehatan fisik jemaah yang telah kembali ke Tanah Air terpantau cukup sehat, meski terdapat beberapa keluhan batuk ringan tanpa gangguan medis berat," ungkap Mohlis.

Pemulangan Berlangsung hingga Kloter Terakhir

Tahapan pemulangan jemaah haji melalui Embarkasi Balikpapan akan terus berlangsung secara bertahap hingga kedatangan kloter terakhir.

Kloter ke-16 dijadwalkan tiba pada 30 Juni pukul 04.30 WITA sebagai kelompok terbang penutup musim pemulangan haji tahun ini.

Saat ini, panitia penyelenggara haji daerah juga tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis untuk menyambut kedatangan jemaah Kloter 03 yang dijadwalkan tiba pada 11 Juni mendatang.

Persiapan tersebut dilakukan agar proses penerimaan jemaah, pemeriksaan kesehatan, hingga penyerahan ke daerah asal dapat berjalan lancar sampai seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji selesai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Kemenhaj Siapkan Panduan Kemabruran Haji untuk Pembinaan Jamaah Sepulang dari Tanah Suci
Aktual
Kemenhaj NTB Pastikan Ahli Waris Jamaah Haji yang Wafat Menerima Santunan
Kemenhaj NTB Pastikan Ahli Waris Jamaah Haji yang Wafat Menerima Santunan
Aktual
Masjid Nabawi Distribusikan 235 Ton Air Zamzam Setiap Hari untuk Jemaah
Masjid Nabawi Distribusikan 235 Ton Air Zamzam Setiap Hari untuk Jemaah
Aktual
Arab Saudi Peringatkan Bahaya Diet Tayyibat yang Viral di Sosmed, Ini Alasannya
Arab Saudi Peringatkan Bahaya Diet Tayyibat yang Viral di Sosmed, Ini Alasannya
Aktual
6 Jemaah Haji Asal Kaltim Wafat di Tanah Suci, Sebagian Besar Akibat Kelelahan dan Cuaca Ekstrem
6 Jemaah Haji Asal Kaltim Wafat di Tanah Suci, Sebagian Besar Akibat Kelelahan dan Cuaca Ekstrem
Aktual
Dua Jemaah Haji Ciamis yang Wafat di Tanah Suci Berhak Terima Asuransi Sebesar BPIH
Dua Jemaah Haji Ciamis yang Wafat di Tanah Suci Berhak Terima Asuransi Sebesar BPIH
Aktual
Dua Jemaah Haji Sumsel Wafat di Makkah, Dimakamkan di Sharaya
Dua Jemaah Haji Sumsel Wafat di Makkah, Dimakamkan di Sharaya
Aktual
Serangan Jantung Akut, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Serangan Jantung Akut, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Aktual
Sebelum Adam Diciptakan, Mengapa Malaikat Tahu Manusia Akan Merusak?
Sebelum Adam Diciptakan, Mengapa Malaikat Tahu Manusia Akan Merusak?
Doa dan Niat
Haji Mulai Tinggalkan Madinah, Kota Nabi Bersiap Sambut Gelombang Jamaah Umrah
Haji Mulai Tinggalkan Madinah, Kota Nabi Bersiap Sambut Gelombang Jamaah Umrah
Aktual
Bolehkah Menikahi Perempuan yang Hamil di Luar Nikah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Bolehkah Menikahi Perempuan yang Hamil di Luar Nikah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Sedekah Subuh Setelah Shalat atau Sebelum Azan, Mana Lebih Utama?
Sedekah Subuh Setelah Shalat atau Sebelum Azan, Mana Lebih Utama?
Aktual
3 Hari Terbaik Memotong Kuku Menurut Ulama, Lengkap Doa dan Adabnya
3 Hari Terbaik Memotong Kuku Menurut Ulama, Lengkap Doa dan Adabnya
Aktual
Doa Akhir Tahun 1447 H Lengkap Arab, Latin, Arti dan Waktu Membacanya
Doa Akhir Tahun 1447 H Lengkap Arab, Latin, Arti dan Waktu Membacanya
Doa dan Niat
Puasa Asyura Hapus Dosa Setahun, Ini Keutamaan 10 Muharram
Puasa Asyura Hapus Dosa Setahun, Ini Keutamaan 10 Muharram
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com