Editor
KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait maraknya klaim kesehatan mengenai Diet Tayyibat yang beredar di media sosial.
Peringatan ini muncul setelah sejumlah pasien harus menjalani perawatan intensif karena menghentikan penggunaan insulin dan menggantinya dengan pola makan yang belum terbukti secara ilmiah.
Dilansir dari Gulf News, Otoritas kesehatan Saudi menilai praktik tersebut berisiko menimbulkan komplikasi serius, terutama bagi penderita penyakit kronis yang memerlukan pengobatan berkelanjutan.
Baca juga: Arab Saudi Kirim Timeline Haji 2027, Menhaj Irfan: Indonesia Kekurangan Ratusan Dokter dan Perawat
Masyarakat pun diimbau untuk tidak menjadikan diet tertentu sebagai pengganti terapi medis tanpa konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.
Diet Tayyibat merupakan pola makan yang belakangan populer di media sosial di sejumlah negara Arab.
Baca juga: Arab Saudi Bangun Kota Kopi Pertama untuk Ekonomi di Luar Minyak
Para pendukungnya membagi makanan ke dalam kategori yang dianggap boleh dikonsumsi dan makanan yang dinilai berbahaya.
Berbagai versi diet tersebut membatasi atau melarang banyak jenis makanan, seperti telur, daging ayam, kacang-kacangan termasuk lentil dan buncis, beragam sayuran, produk susu, serta beberapa jenis ikan dan makanan laut.
Sebaliknya, pola makan ini mendorong konsumsi nasi, kentang, daging merah, kurma, dan beberapa jenis keju.
Pendukung Diet Tayyibat mengklaim pola makan tersebut dapat membantu mengendalikan penyakit kronis.
Namun, otoritas kesehatan Arab Saudi menegaskan belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung klaim tersebut dan memperingatkan bahwa Diet Tayyibat tidak boleh digunakan sebagai pengganti pengobatan medis yang telah diresepkan dokter.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan telah mencatat sejumlah kasus pasien yang membutuhkan perawatan kritis setelah menghentikan konsumsi insulin dan hanya mengandalkan pola makan yang tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Menurut kementerian, penghentian pengobatan yang telah diresepkan untuk penyakit kronis dapat menyebabkan komplikasi serius hingga mengancam keselamatan jiwa pasien.
Dalam pernyataannya, kementerian mengimbau masyarakat agar tidak mengikuti berbagai klaim terapi yang beredar di media sosial terkait Diet Tayyibat.
Otoritas kesehatan menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang memadai untuk mendukung penggunaan diet tersebut sebagai pengganti pengobatan medis yang diresepkan dokter.
Peringatan itu juga disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran informasi kesehatan di internet yang mendorong pasien mengubah atau menghentikan pengobatan tanpa pengawasan tenaga medis.
Kementerian menegaskan bahwa mengurangi atau menghentikan obat diabetes tanpa berkonsultasi dengan dokter dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius.
Risiko tersebut dinilai lebih besar bagi pasien yang memiliki penyakit kronis dan membutuhkan penanganan medis secara berkelanjutan.
Selain itu, otoritas kesehatan mengingatkan bahwa mengikuti pola makan yang belum terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan komplikasi tertentu.
Menghilangkan kelompok makanan penting tanpa alasan medis yang jelas juga berpotensi menyebabkan kekurangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi normalnya.
Otoritas kesehatan Saudi menekankan bahwa pola makan sehat seharusnya dibangun berdasarkan keseimbangan gizi, variasi makanan, dan panduan nutrisi yang didukung bukti ilmiah.
Sebaliknya, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai klaim kesehatan yang belum terbukti dan banyak beredar melalui media sosial.
Kementerian juga meminta pasien yang memiliki penyakit kronis untuk tidak mengubah rencana pengobatan atau menghentikan konsumsi obat tanpa arahan dokter yang merawat.
Masyarakat diimbau memperoleh informasi kesehatan dari sumber resmi dan tepercaya guna menghindari risiko akibat informasi yang menyesatkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang