Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cek Tiket KAI Mudik Lebaran 2026: Jadwal Buka, Cara Pesan & Tips Agar Tidak Kehabisan

Kompas.com, 31 Januari 2026, 07:09 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Menjelang musim mudik Lebaran 2026, calon pemudik yang ingin menggunakan kereta api dari Kereta Api Indonesia wajib mengetahui jadwal buka penjualan tiket, cara cek ketersediaan, serta tips agar tidak kehabisan tiket di periode puncak arus balik & mudik nanti.

Jadwal Pembukaan Penjualan Tiket Lebaran 2026

PT KAI menetapkan skema pembelian tiket H-45 sebelum tanggal keberangkatan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Artinya, tiket untuk keberangkatan di masa mudik biasanya dapat dipesan 45 hari sebelum hari Lebaran.

Baca juga: Belum Dapat Tiket Mudik? Ini Tips “War Tiket” Lebaran 2026 Resmi dari KAI

Berdasarkan kalender libur nasional, Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada 21–22 Maret 2026, sehingga:

  • Untuk keberangkatan sekitar 11 Maret 2026, tiket mulai dibuka sejak 25 Januari 2026. 
  • Tiket untuk tanggal keberangkatan lain di masa mudik umumnya dibuka sejak akhir Januari hingga awal Februari 2026. 

KAI juga akan mengumumkan jadwal resmi melalui akun media sosial resminya seperti @KAI121_, jadi calon pemudik disarankan untuk terus memantau informasi tersebut agar tidak terlewat.

Cara Cek & Pesan Tiket

Untuk mengecek ketersediaan dan memesan tiket Lebaran 2026, calon penumpang bisa menggunakan beberapa kanal resmi berikut:

1. Aplikasi Access by KAI: Aplikasi resmi PT KAI yang memberikan pilihan jadwal lengkap, harga tiket, hingga opsi pilihan kursi.

2. Website booking.kai.id: Pemesanan tiket secara daring dengan cara memasukkan stasiun asal, tujuan, dan tanggal keberangkatan.

3. Call center KAI (121): Alternatif telepon langsung untuk bantuan pembelian tiket.

4. Mitra resmi penjualan tiket: Beberapa platform atau agen perjalanan digital yang bekerja sama dengan KAI.

Pastikan selalu mengecek rincian tiket setelah pemesanan, seperti tanggal keberangkatan, kelas layanan, serta lokasi kursi.

Tips Agar Tidak Kehabisan Tiket

Pesan tiket sedini mungkin. Karena volume pemesanan tinggi di masa mudik, pemesanan pada hari pertama buka tiket sangat dianjurkan. 

Gunakan beberapa kanal resmi. Jika aplikasi mengalami kendala karena padatnya akses, coba gunakan website atau agen resmi.

Baca juga: Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Bisa Dipesan Besok, Begini Cara Mudah Pesanannya

Hindari pembelian tiket melalui pihak ketiga tidak resmi, karena rawan harga tidak wajar atau penipuan.

Dengan persiapan yang matang dan pengecekan informasi tiket secara rutin, perjalanan mudik Lebaran dengan kereta api diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan nyaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kisah 42 Petani Dieng Sekeluarga Besar Berangkat Haji Bersama Tanpa Direncanakan
Kisah 42 Petani Dieng Sekeluarga Besar Berangkat Haji Bersama Tanpa Direncanakan
Aktual
Kemenag: Penyuluh Agama Harus Aktif Berdakwah di Media Sosial
Kemenag: Penyuluh Agama Harus Aktif Berdakwah di Media Sosial
Aktual
Waketum MUI: Jangan Normalisasi LGBT, Masyarakat Harus Bersuara
Waketum MUI: Jangan Normalisasi LGBT, Masyarakat Harus Bersuara
Aktual
Kisah Teladan Rasulullah SAW yang Memuliakan Orang Miskin dengan Penuh Kasih
Kisah Teladan Rasulullah SAW yang Memuliakan Orang Miskin dengan Penuh Kasih
Aktual
Nata de Coco Bisa Jadi Haram? Ini Penjelasan MUI soal Titik Kritis Halal
Nata de Coco Bisa Jadi Haram? Ini Penjelasan MUI soal Titik Kritis Halal
Aktual
15 Ucapan Selamat Naik Kelas Islami untuk Anak, Penuh Doa dan Motivasi
15 Ucapan Selamat Naik Kelas Islami untuk Anak, Penuh Doa dan Motivasi
Aktual
30 Ucapan Perpisahan Sekolah Paling Menyentuh dan Penuh Doa untuk Teman & Guru
30 Ucapan Perpisahan Sekolah Paling Menyentuh dan Penuh Doa untuk Teman & Guru
Aktual
Jejak Umar bin Khattab Ditemukan pada Prasasti Batu di Madinah
Jejak Umar bin Khattab Ditemukan pada Prasasti Batu di Madinah
Aktual
Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Keutamaan Puasa Asyura dan Keistimewaan Bulan Muharram
Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Keutamaan Puasa Asyura dan Keistimewaan Bulan Muharram
Aktual
Kemenag Buka Kompetisi Film Pendek Islami 2026, Hadiah hingga Rp 10 Juta
Kemenag Buka Kompetisi Film Pendek Islami 2026, Hadiah hingga Rp 10 Juta
Aktual
Kemenag Sebut Ada yang Dipotong dari Pernyataan Menag soal Fir’aun, Apa Itu?
Kemenag Sebut Ada yang Dipotong dari Pernyataan Menag soal Fir’aun, Apa Itu?
Aktual
Masuk Museum Ini, Jemaah Serasa Hidup di Zaman Nabi Muhammad
Masuk Museum Ini, Jemaah Serasa Hidup di Zaman Nabi Muhammad
Aktual
Niat Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan, Lengkap dengan Tata Cara dan Khutbahnya
Niat Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan, Lengkap dengan Tata Cara dan Khutbahnya
Doa dan Niat
Muhammadiyah Minta Program MBG Dibenahi dan Anggarannya Transparan
Muhammadiyah Minta Program MBG Dibenahi dan Anggarannya Transparan
Aktual
Gurun Arab Saudi Ternyata Pernah Jadi Dasar Laut Purba 34 Juta Tahun Lalu
Gurun Arab Saudi Ternyata Pernah Jadi Dasar Laut Purba 34 Juta Tahun Lalu
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com