Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Warga Banten Rela ke Medan demi Shalat Id di Masjid Bersejarah

Kompas.com, 21 Maret 2026, 16:18 WIB
Add on Google
Cristison Sondang Pane,
Farid Assifa

Tim Redaksi

MEDAN, KOMPAS.com – Momen Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Medan menghadirkan cerita haru sekaligus berkesan bagi Arnawati (52).

Bersama kedua anaknya, ia memilih tetap berdiri di pelataran Masjid Raya Al-Mashun usai shalat Id, menikmati keindahan bangunan bersejarah tersebut.

Di tengah ramainya jemaah yang perlahan meninggalkan area masjid, Arnawati justru masih sibuk mengabadikan momen.

Baca juga: Warga Muhammadiyah di Bali Gelar Shalat Id Sejam setelah Nyepi Berakhir

Dengan ponselnya, ia merekam dan memotret detail arsitektur masjid peninggalan Kesultanan Deli yang berdiri sejak 1906 itu.

“Jadi baru kali ini shalat Idul Fitri di Masjid Raya ini,” ujar Arnawati, Sabtu (21/3/2026).

Warga asal Kabupaten Pandeglang, Banten, itu mengaku sengaja datang karena rasa penasaran.

Ia tertarik setelah sering melihat keindahan Masjid Raya Al-Mashun di berbagai unggahan media sosial, termasuk YouTube.

“Saya terdorong karena pengen saja setelah tahu dari tayangan di YouTube. Jadi pengen ke sini, penasaran,” katanya.

Kesempatan shalat Id di salah satu ikon Kota Medan itu pun menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Arnawati mengaku merasakan suasana ibadah yang nyaman dan khusyuk.

“Enak lah shalat di sini, nyaman. Saya sangat senang,” tuturnya sambil memegang sajadah.

Namun, di balik kebahagiaan tersebut, terselip rasa haru. Lebaran tahun ini menjadi yang pertama kalinya ia rayakan jauh dari keluarga besar di kampung halaman.

Arnawati bersama keluarganya diketahui baru pindah dari Pandeglang ke Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, pada tahun 2025.

“Sedih jauh dari keluarga. Ini lagi video call sama kakak yang di sana, di Banten. Baru kali ini kita pisah saat Lebaran,” ucapnya sambil tersenyum dan melanjutkan panggilan video.

Sementara itu, suasana di Masjid Raya Al-Mashun sejak pagi sudah dipadati jemaah. Berdasarkan pantauan di lokasi, warga mulai berdatangan sejak pukul 06.00 WIB, dan satu jam kemudian area masjid telah penuh hingga meluber ke jalan raya.

Baca juga: Pesan Bupati Karawang pada Idul Fitri 2026, Tekankan Komitmen Jalankan Program Prioritas

Usai pelaksanaan shalat, banyak jemaah memanfaatkan momen untuk berswafoto dengan latar belakang masjid berarsitektur klasik tersebut. Keindahan bangunan bersejarah ini memang menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi warga yang baru pertama kali berkunjung.

Bagi Arnawati, Lebaran kali ini mungkin terasa berbeda. Namun, pengalaman shalat di Masjid Raya Al-Mashun menghadirkan kenangan baru yang hangat—perpaduan antara rasa rindu kampung halaman dan kekaguman akan warisan budaya Nusantara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Hukum Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Kurban Sapi Patungan atau Kambing Sendiri, Mana Lebih Utama? Ini Penjelasan Ulama
Kurban Sapi Patungan atau Kambing Sendiri, Mana Lebih Utama? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Hukum Kurban Ayam saat Idul Adha, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Kurban Ayam saat Idul Adha, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Tarif Kursi Roda dan Golf Cart di Masjidil Haram untuk Jemaah Haji 2026
Tarif Kursi Roda dan Golf Cart di Masjidil Haram untuk Jemaah Haji 2026
Aktual
Kisah Uwais Al-Qarni Masa Kini: Anak Dorong Kursi Roda Ibu untuk Jalani Ibadah Haji di Tanah Suci
Kisah Uwais Al-Qarni Masa Kini: Anak Dorong Kursi Roda Ibu untuk Jalani Ibadah Haji di Tanah Suci
Aktual
PP Muhammadiyah Buka Beasiswa S1 Al-Azhar Mesir 2026, Ini Syarat dan Jadwalnya
PP Muhammadiyah Buka Beasiswa S1 Al-Azhar Mesir 2026, Ini Syarat dan Jadwalnya
Aktual
Jemaah Haji Diimbau Tak City Tour di Luar Makkah, Umrah Sunah Maksimal Tiga Kali
Jemaah Haji Diimbau Tak City Tour di Luar Makkah, Umrah Sunah Maksimal Tiga Kali
Aktual
Lagi Bertengkar? Ini Doa Nabi agar Hati Tenang & Dapat Solusi Terbaik
Lagi Bertengkar? Ini Doa Nabi agar Hati Tenang & Dapat Solusi Terbaik
Aktual
Jemaah Haji Gelombang II Pakai Kain Ihram dari Embarkasi, Niat Bisa Dilakukan di Bandara Jeddah
Jemaah Haji Gelombang II Pakai Kain Ihram dari Embarkasi, Niat Bisa Dilakukan di Bandara Jeddah
Aktual
Guru Muadalah dan Diniyah Formal Terima TPG 2026, Ini Syarat & Skema Pencairannya
Guru Muadalah dan Diniyah Formal Terima TPG 2026, Ini Syarat & Skema Pencairannya
Aktual
Kasus Ponpes Pati, Menag: Nol Toleransi Kekerasan Seksual Musuh Bersama
Kasus Ponpes Pati, Menag: Nol Toleransi Kekerasan Seksual Musuh Bersama
Aktual
Jangan Keliru! Ini Panduan Menyembelih Hewan Kurban beserta Niat & Pembagian Sesuai Syariat
Jangan Keliru! Ini Panduan Menyembelih Hewan Kurban beserta Niat & Pembagian Sesuai Syariat
Aktual
Siapa yang Wajib Berkurban? Ini Syarat Lengkap Menurut Ulama
Siapa yang Wajib Berkurban? Ini Syarat Lengkap Menurut Ulama
Aktual
Dzikir Pagi Rasulullah Arab, Latin, & Arti untuk Memohon Perlindungan
Dzikir Pagi Rasulullah Arab, Latin, & Arti untuk Memohon Perlindungan
Aktual
Dzikir 10 Hari Dzulhijjah yang Dianjurkan, Lengkap Takbir hingga Doa Arafah
Dzikir 10 Hari Dzulhijjah yang Dianjurkan, Lengkap Takbir hingga Doa Arafah
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com