Penulis
KOMPAS.com – Persiapan Nahdlatul Ulama menuju Muktamar 2026 mulai mengerucut. Panitia pelaksana telah resmi dibentuk melalui rapat gabungan unsur Syuriyah dan Tanfidziyah beberapa hari lalu.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengungkapkan bahwa struktur panitia kini sudah lengkap sebagai langkah awal menuju hajatan besar organisasi tersebut.
Dalam hasil rapat tersebut, disepakati susunan panitia sebagai berikut:
Pembentukan panitia ini menjadi sinyal bahwa Muktamar NU 2026 mulai dipersiapkan secara serius.
Baca juga: Ma’ruf Amin Apresiasi Kesepakatan Muktamar NU Digelar Bersama
Gus Ipul menyebutkan bahwa Muktamar NU direncanakan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026.
"Muktamarnya insya Allah dilaksanakan antara Juli atau Agustus," kata Gus Ipul kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (30/3/2026).
Sebelum puncak acara, Gus Ipul mengatakan bahwa NU juga akan menggelar sejumlah forum penting, di antaranya Konvensi Besar (Konbes) dan Musyawarah Alim Ulama.
Forum-forum ini menjadi bagian penting dalam merumuskan arah kebijakan organisasi serta membahas berbagai isu keumatan dan kebangsaan.
Menariknya, hingga saat ini belum ada kandidat yang mendaftar sebagai calon Ketua Umum PBNU.
Gus Ipul menegaskan bahwa proses tersebut masih berjalan dan belum memasuki tahap pencalonan.
“Terkait calon yang mendaftar, saat ini belum ada,” ujar Menteri Sosial ini.
Saat ini, kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2022–2027 dipimpin oleh Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum (Tanfidziyah) dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Sekretaris Jenderal.
Struktur PBNU terdiri dari dua unsur utama, yakni Syuriyah sebagai otoritas keagamaan dan Tanfidziyah sebagai pelaksana program organisasi. Ketua Dewan Syuriyah atau dikenal dengan Rais 'Aam saat ini adalah KH. Miftachul Akhyar dan Wakilnya KH Anwar Iskandar serta KH Afifuddin Muhajir.
Di bawah kepemimpinan Gus Yahya, PBNU aktif mendorong berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan moderasi beragama, diplomasi internasional, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
PBNU juga semakin dikenal di tingkat global melalui berbagai inisiatif kemanusiaan dan dialog lintas agama.
Muktamar NU merupakan forum tertinggi organisasi yang tidak hanya memilih kepemimpinan baru, tetapi juga menentukan arah gerakan NU ke depan.
Dengan jumlah anggota yang besar dan peran strategis di Indonesia, Muktamar NU selalu menjadi perhatian publik, baik dari kalangan internal maupun eksternal.
Baca juga: Singkatan dari PBNU dan Siapa Ketuanya Sekarang
Persiapan yang mulai dimatangkan sejak sekarang diharapkan mampu menghasilkan keputusan terbaik bagi umat dan bangsa.
Dengan panitia yang telah terbentuk dan agenda yang mulai disusun, Muktamar NU 2026 diprediksi akan menjadi momentum penting dalam perjalanan organisasi Islam terbesar di Tanah Air ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang