Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Salah Kaprah Mengamalkan Ayat Seribu Dinar, Bikin Tak Terasa Khasiatnya

Kompas.com, 8 Januari 2026, 15:05 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Ayat seribu dinar dikenal sebagai bacaan pembuka pintu rezeki. Ayat ini berasal dari Al Quran surat Ath Thalaq ayat 2-3. Banyak orang mengamalkan ayat ini agar dimudahkan dalam urusan rezekinya. Namun banyak yang tidak merasakan khasiatnya.

Kesalahan bukan terletak pada ayatnya, tetapi pada cara mengamalkan ayat seribu dinar. Setiap ayat dalam Al Quran mengandung petunjuk bagi manusia dalam menjalani kehidupan. Isi ayat tersebut harus diamalkan untuk merasakan khasiatnya.

Baca juga: Kumpulan Ayat-ayat Al Quran yang Bisa Menjadi Penyemangat Hidup

Salah Kaprah dalam Memahami Ayat Seribu Dinar

Ketika mendengar khasiat ayat seribu dinar sebagai pembuka pintu rezeki. Banyak orang yang kemudian mengamalkannya. Tetapi setelah sekian lama mengamalkan, khasiat ayat ini tak jua didapatkan.

Ada salah kaprah yang parah dalam memahami ayat seribu dinar. Berikut ini diantaranya:

1. Menganggap Ayat Seribu Dinar Sebagai Mantra Instan

Ayat seribu dinar bukan mantra instan yang dapat mengabulkan keinginan hanya dengan membacanya terus-menerus.

Ada konteks dalam ayat tersebut yang membuat Allah SWT berkenan memberikan rezeki yang berlimpah dan memberikan kemudahan dari urusan hidup orang yang mengamalkannya.

2. Mengabaikan Kandungan Ayat

Ayat seribu dinar dianggap dapat mendatangkan rezeki karena di dalamnya terkandung janji Allah SWT untuk memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Namun rezeki tersebut akan diberikan kepada Allah SWT dengan syarat orang tersebut berkedudukan sebagai orang yang bertakwa. Janji dalam ayat tersebut tidak diberikan kepada sembarang orang, tetapi kepada orang yang berusaha menjadi manusia yang bertakwa.

Baca juga: Ayat-Ayat tentang Kematian dalam Al Quran untuk Dipahami dan Direnungkan

3. Tidak Disertai Perubahan Sikap dan Usaha

Hanya sekedar membaca ayat seribu dinar tanpa disertai perubahan sikap untuk menjadi produktis dan terus berusaha mencari rezeki tidak akan menghasilkan apa-apa.

Padahal Allah SWT sudah menyampaikan bahwa Dia tidak akan merubah keadaan suatu kaum, kecuali mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ

Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (Q.S. Ar Ra'du: 11).

4. Mengukur Khasiat Ayat Hanya dengan Urusan Duniawi

Khasiat ayat seribu dinar hanya diukur dari bertambahnya rezeki berupa harta benda. Padahal banyak kenikmatan lain yang Allah SWT berikan kepada manusia selain harta dan benda.

Bentuk-bentuk kenikmatan dan rezeki bisa berupa keimanan yang kokoh, kesehatan yang prima, istri dan anak-anak yang menyejukkan mata, dan dijauhkan dari musibah.

Jika hanya diukur dengan banyaknya harta dan benda, bisa jadi orang yang mengamalkan ayat ini akan kecewa.

Baca juga: Ayat Seribu Dinar: Rahasia Hidup Mudah dan Berkecukupan

Bacaan Ayat Seribu Dinar

Berikut ini bacaan ayat seribu dinar, yaitu ayat yang berasal dari Al Quran surat Ath Thalaq ayat 2-3.

Bacaan Arab:

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Bacaan Latin:

Wamayyattaqillaaha yaj'allahu makhraja. Wayarzuqhu min ḥaitsu laayaḥtasib, wamayyatawakkal 'alallaahi fa huwa ḥasbuh, innallaaha baalighu amrih, qad ja'alallaahu likulli syai'in qadraa.

Terjemahannya:

Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak diduga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.

Baca juga: Al Quran Sebagai Obat: Surat dan Ayat Penyembuh dalam Al Quran

Keutamaan Ayat Seribu Dinar

Keutamaan Ayat Seribu Dinar terletak dari kandungan makna ayat tersebut, bukan hanya sekedar di baca berulang-ulang. Ketika dibaca berulang-ulang, maka keutamaannya sama dengan membaca Al Quran, dimana setiap huruf dibalas dengan sepuluh kebaikan.

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا , لاَ أَقُوْلُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ

Artinya: “Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tetapi aliif itu satu huruf, laam itu satu huruf, dan miim itu satu huruf.” (H.R. Tirmidzi).

Selain itu, ketika seseorang mampu mengamalkan kandungan ayat seribu dinar, yaitu bertakwa dan bertawakal kepada Allah SWT, maka keutamaan yang akan didapatkan adalah:

1. Diberikan jalan keluar dari setiap permasalahan;

2. Diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka;

3. Diberikan kecukupan dalam kehidupan;

4. Diselesaikan semua urusannya oleh Allah SWT;

5. Mendapat kedudukan mulia di sisi Allah SWT.

Baca juga: Larangan Merusak Alam dalam Islam: 14 Ayat Alquran dan Fatwa MUI

Cara Mengamalkan Ayat Seribu Dinar

Kunci dari ayat Seribu Dinar bukan terletak pada hasil yang didapatkan, tetapi pada proses yang harus dilalui untuk mendapat anugerah Allah SWT seperti yang tertera dalam kandungan ayatnya.

Ketika seseorang bertakwa dan bertawakal, Allah akan berkenan memberikan jalan keluar dari setiap permasalahan, memberikan rezeki dari arah yang tidak diduga-duga, dan menuntaskan segala urusannya.

Jadi, cara untuk mengamalkan ayat ini adalah dengan meresapi maknanya, menjalankan prosesnya menjadi manusia yang bertakwa dan bertawakal, maka hasil pasti akan didapatkan.

Penutup

Jangan salah kaprah dalam memahami ayat seribu dinar. Keutamaan ayat seribu dinar tidak terletak pada membacanya secara terus-menerus, tetapi pada pemahaman terhadap isi kandungannya kemudian diamalkan.

Ketika seseorang mampu mengamalkan apa yang terkandung dalam ayat seribu dinar, maka ia akan merasakan khasiat dari ayat tersebut.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com