Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Sakit, Allah Kirim Malaikat? Ini Penjelasan Menurut Islam

Kompas.com, 18 Januari 2026, 18:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sakit merupakan kondisi yang hampir selalu dihindari oleh manusia. Naluri dasar setiap orang adalah menginginkan tubuh yang sehat, kuat, dan bebas dari rasa nyeri.

Namun dalam ajaran Islam, sakit tidak semata dipandang sebagai penderitaan fisik, melainkan bagian dari mekanisme pendidikan spiritual yang Allah tetapkan bagi hamba-Nya.

Ketika seorang mukmin diuji dengan penyakit, Islam mengajarkan agar ia tidak larut dalam keluhan dan keputusasaan.

Sebaliknya, kondisi tersebut diarahkan untuk menjadi sarana introspeksi, penyucian diri, serta penguatan hubungan dengan Allah SWT.

Dalam literatur keislaman, bahkan disebutkan bahwa orang sakit tidak pernah benar-benar sendirian karena berada dalam pengawasan malaikat dan limpahan rahmat Ilahi.

Baca juga: 7 Bacaan Doa untuk Orang Sakit agar Diberikan Kesembuhan

Sakit sebagai Bentuk Kasih Sayang Allah

Dalam kitab Al-Jami’ Ash-Shaghir karya Imam As-Suyuthi dijelaskan bahwa musibah yang menimpa seorang mukmin bukanlah bentuk kebencian Allah, melainkan tanda perhatian dan kasih sayang-Nya. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, kegundahan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah menghapus sebagian dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi dasar utama bahwa sakit memiliki dimensi spiritual yang besar. Penyakit bukan sekadar melemahkan fisik, tetapi menjadi media pembersihan dosa serta pengangkatan derajat keimanan seseorang.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa penghapusan dosa melalui sakit berlaku selama seorang hamba menjaga kesabaran dan tidak berburuk sangka kepada Allah.

Dengan demikian, sakit bukanlah kutukan, melainkan momentum untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Baca juga: Tata Cara Tayamum bagi Orang Sakit dan Ketentuannya dalam Islam

Riwayat tentang Kehadiran Malaikat pada Orang Sakit

Dalam sejumlah kitab klasik disebutkan adanya riwayat yang dinisbatkan kepada Abu Umamah Al-Bahili tentang malaikat yang diperintahkan Allah untuk mendatangi orang mukmin yang sedang sakit. Riwayat ini tercantum dalam kitab Hilyatul Auliya’ karya Imam Abu Nu’aim Al-Ashbahani.

Meski para ulama hadis menilai riwayat ini tidak mencapai derajat shahih, para ulama tasawuf dan ulama targhib wa tarhib sering mengutipnya sebagai penguat makna spiritual, bukan sebagai dalil hukum.

Inti pesannya bukan pada detail teknis jumlah malaikat, melainkan pada makna bahwa orang sakit berada dalam lingkaran perhatian langit.

Dalam riwayat tersebut digambarkan bahwa para malaikat datang membawa ketenangan, menguatkan tubuh, menyemangati jiwa, serta mencatat penghapusan dosa yang terjadi selama masa sakit.

Baca juga: 5 Doa untuk Orang Sakit Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Makna Simbolik Tugas Malaikat dalam Ujian Sakit

Para ulama kontemporer menjelaskan bahwa gambaran empat malaikat lebih tepat dipahami sebagai simbol dari empat dimensi pertolongan Ilahi yang menyertai orang sakit.

Pertama adalah dimensi ketenangan batin. Ketika seseorang diuji penyakit, Allah menurunkan sakinah ke dalam hati orang yang sabar.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa ketenangan hati merupakan karunia langsung dari Allah yang sering kali dirasakan oleh orang beriman saat menghadapi cobaan berat.

Kedua adalah dimensi pemulihan fisik. Islam mengajarkan bahwa ikhtiar medis adalah bagian dari tawakal. Rasulullah SAW bersabda dalam Sunan Abu Dawud:

“Berobatlah kalian, karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya.”

Baca juga: Doa Saat Sakit Hati agar Diberi Ketenangan dan Kesabaran

Ketiga adalah dimensi penguatan spiritual. Penyakit sering menjadi titik balik kesadaran manusia.

Dalam Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa sakit dapat melunakkan hati, menghancurkan kesombongan, dan membuka pintu taubat.

Keempat adalah dimensi pengampunan dosa. Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam An-Nawawi mengumpulkan banyak hadis yang menegaskan bahwa penderitaan fisik seorang mukmin bernilai sebagai kaffarah atau penebus kesalahan.

Penghapusan Dosa sebagai Rahmat Tertinggi

Salah satu pesan penting dari riwayat tentang malaikat adalah bahwa dosa yang dihapus tidak dikembalikan kepada hamba tersebut.

Ini sejalan dengan sifat Allah yang Maha Pengampun. Dalam Al-Qur’an surat Az-Zumar ayat 53, Allah menegaskan:

“Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.”

Para mufasir seperti Al-Qurthubi dalam Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an menjelaskan bahwa pengampunan Allah bersifat menyeluruh bagi hamba yang bertaubat dan bersabar dalam ujian.

Dengan demikian, ketika seorang mukmin sakit lalu bersabar, berdoa, dan tetap berhusnuzan, maka ia sedang berada dalam proses pemurnian diri yang bernilai tinggi di sisi Allah.

Baca juga: Doa Menjenguk Orang Sakit Sesuai Ajaran Rasulullah SAW Lengkap dengan Artinya

Sikap yang Dianjurkan bagi Orang Sakit

Islam tidak mengajarkan pasrah tanpa usaha. Orang sakit dianjurkan untuk menggabungkan kesabaran spiritual dengan ikhtiar medis.

Rasulullah SAW mencontohkan doa, ruqyah, pengobatan herbal, serta menjaga pola hidup sehat sebagai bagian dari sunnah.

Dalam kitab Zadul Ma’ad karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, dijelaskan bahwa pengobatan Nabi mencakup tiga unsur utama, yaitu doa, obat alami, dan pendekatan psikologis berupa penguatan iman.

Kesabaran, syukur, dan doa menjadi pilar utama agar sakit tidak berubah menjadi sumber keputusasaan, melainkan menjadi jalan kedewasaan iman.

Sakit sebagai Jalan Naik Derajat

Pada akhirnya, Islam memandang sakit bukan sebagai akhir, tetapi sebagai proses. Dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa seseorang bisa mencapai derajat tertentu di surga bukan karena banyaknya amal, melainkan karena kesabaran saat diuji.

Inilah yang menjadikan sakit memiliki nilai transformatif. Ia mengajarkan manusia tentang keterbatasan diri, ketergantungan kepada Allah, dan pentingnya mempersiapkan kehidupan akhirat.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Niat Puasa Senin Kamis dan Mengganti Puasa Ramadhan, Bolehkah Digabung Sekaligus?
Niat Puasa Senin Kamis dan Mengganti Puasa Ramadhan, Bolehkah Digabung Sekaligus?
Doa dan Niat
Kalender Islam 2026: Berapa Hari Lagi Menuju Puasa Ramadhan?
Kalender Islam 2026: Berapa Hari Lagi Menuju Puasa Ramadhan?
Aktual
6 Langkah Menuju Sholat Berkualitas, Bukan Sekadar Rutinitas
6 Langkah Menuju Sholat Berkualitas, Bukan Sekadar Rutinitas
Doa dan Niat
7 Tempat Mustajab Berdoa di Masjid Nabawi yang Perlu Diketahui
7 Tempat Mustajab Berdoa di Masjid Nabawi yang Perlu Diketahui
Doa dan Niat
Saat Sakit, Allah Kirim Malaikat? Ini Penjelasan Menurut Islam
Saat Sakit, Allah Kirim Malaikat? Ini Penjelasan Menurut Islam
Doa dan Niat
Umar bin Abdul Aziz dan Kepemimpinan Singkat yang Menghadirkan Kemakmuran Rakyat
Umar bin Abdul Aziz dan Kepemimpinan Singkat yang Menghadirkan Kemakmuran Rakyat
Doa dan Niat
Insya Allah Bukan Alasan Ingkar Janji, Ini Penjelasan Islam
Insya Allah Bukan Alasan Ingkar Janji, Ini Penjelasan Islam
Aktual
Keistimewaan Bulan Sya’ban: Momentum Taubat dan Persiapan Ramadan
Keistimewaan Bulan Sya’ban: Momentum Taubat dan Persiapan Ramadan
Aktual
Doa Mustajab di Masjid Nabawi: Melangitkan Harapan di Kota Rasulullah
Doa Mustajab di Masjid Nabawi: Melangitkan Harapan di Kota Rasulullah
Doa dan Niat
Apakah Hajar Aswad dari Bumi atau Luar Angkasa? Temuan Ilmiah Bertemu Keyakinan Iman
Apakah Hajar Aswad dari Bumi atau Luar Angkasa? Temuan Ilmiah Bertemu Keyakinan Iman
Aktual
Doa Naik Pesawat dalam Islam dan Keistimewaan Doa Musafir
Doa Naik Pesawat dalam Islam dan Keistimewaan Doa Musafir
Doa dan Niat
Masih Banyak yang Keliru, Ini Perbedaan Mahram dan Muhrim dalam Islam
Masih Banyak yang Keliru, Ini Perbedaan Mahram dan Muhrim dalam Islam
Doa dan Niat
Menu Favorit Rasulullah, Nutrisi dan Keberkahan dalam Hidangan
Menu Favorit Rasulullah, Nutrisi dan Keberkahan dalam Hidangan
Aktual
Abu Dhabi Teraman di Dunia, Jakarta Peringkat ke Berapa?
Abu Dhabi Teraman di Dunia, Jakarta Peringkat ke Berapa?
Aktual
Akhir Bulan Rajab Tinggal Hitungan Hari, Ini Jadwal Awal Syaban 1447 H dan Keutamaannya
Akhir Bulan Rajab Tinggal Hitungan Hari, Ini Jadwal Awal Syaban 1447 H dan Keutamaannya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com