Penulis
KOMPAS.com - Dalam kehidupan modern yang penuh tekanan, kegelisahan hati dan kesempitan rezeki sering kali datang bersamaan. Pikiran terasa sesak, dada sempit, dan usaha seolah tak kunjung berbuah.
Ketika kegelisahan hati bercampur dengan sempitnya rezeki menimpa seseorang, Islam menawarkan solusi yang sederhana namun mendalam, yaitu berdzikir atau mengingat Allah SWT. Tentunya dengan terlebih dahulu melaksanakan kewajiban-kewajiban ibadah lainnya.
Dzikir bukan hanya ibadah lisan, tetapi energi ruhani yang menenangkan jiwa dan membuka jalan kebaikan. Menariknya, para ulama sejak dahulu menganjurkan dzikir-dzikir ringan, mudah dihafal, namun berdampak besar jika diamalkan secara istiqamah.
Allah SWT berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Baca juga: Empat Dzikir Ringan Penghapus Dosa yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Imam Ibn Qayyim Al-Jauziyyah dalam Al-Wabil Ash-Shayyib menjelaskan bahwa dzikir memiliki lebih dari 70 keutamaan, di antaranya:
Beliau juga menegaskan bahwa dzikir adalah makanan bagi ruh, sebagaimana makanan adalah kebutuhan jasad.
Ada beberapa dzikir ringan yang dapat membawa ketenangan hati, berikut beberapa diantaranya:
Dzikir ini berasal dari Al Quran surat At Taubah ayat 129.
Arab:
حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ
Latin:
Hasbiyallāhu lā ilāha illā Huwa.
Artinya:
Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia.
Dzikir ini dianjurkan ketika hati diliputi rasa cemas dan takut. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini disebut sebagai dzikir ketawakalan para nabi dan orang-orang sholeh.
Allah SWT adalah tempat bergantung segala makhluk. Dengan keyakinan hanya Allah SWT yang mampu memberikan pertolongan, mencukupi semua kebutuhan, dan menghadirkan semua kebaikan, maka manusia akan merasa tenang mengadu kepada-Nya.
Baca juga: Dzikir Bulan Sya’ban: 4 Bacaan yang Dianjurkan MUI dan Keutamaannya
Dzikir Nabi Yunus AS ini dikenal sebagai doa pelepas kesempitan. Dzikir ini berasal dari Al Quran surat Al Anbiya' ayat 87.
Arab:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin:
Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin.
Artinya:
Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.
Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa Nabi Yunus, melainkan Allah akan mengabulkannya.” (HR. Tirmidzi).
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebut dzikir ini sangat dianjurkan saat hati merasa sempit dan tertekan.
Istighfar adalah dzikir ringan dan mudah diamalkan. Dizikir ini bukan hanya penghapus dosa, tetapi juga pembuka rezeki.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya: “Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (H.R. Ahmad).
Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa istighfar adalah sebab datangnya kelapangan hidup yang tidak disangka-sangka.
Amalkan minimal 100 kali sehari seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.
Baca juga: Dzikir Penenang Hati: Hasbunallah wa Nimal Wakil
Bacaan Hauqalah adalah dzikir ringan yang bisa diamalkan sambil beraktivitas. Bacaan ini berisi pengakuan bahwa tidak ada kekuatan dan kemampuan kecuali hanya dengan pertolongan Allah SWT.
Berikut bacaan Hauqalah:
Arab:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِالله
Latin:
Lahaulawalaquwataillabillah.
Artinya:
Tiada daya (kemampuan) dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah (Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung).
Dzikir ini disebut Rasulullah SAW sebagai harta simpanan surga sebagaimana disampaikan dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim.
Dalam Fathul Baari', Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa dzikir ini mengandung pengakuan bahwa segala kekuatan dan rezeki berasal dari Allah semata.
Dzikir ini sangat dianjurkan untuk dibaca dalam kondisi berikut:
Baca juga: 5 Dzikir Ringan Namun Berat di Timbangan
Menurut Imam As-Suyuthi dalam Al-Habaik fi Akhbar Al-Malaik, mengamalkan dzikir paling terasa pengaruhnya jika dilakukan di waktu-waktu berikut:
Dzikir tidak membutuhkan tempat khusus, tidak pula waktu yang rumit. Ia bisa dilafalkan di sela aktivitas, di perjalanan, bahkan saat bekerja. Namun efeknya luar biasa: menenangkan hati dan membuka pintu rezeki.
Sebagaimana pesan Imam Ahmad bin Hanbal: “Jika engkau melihat rezekimu terasa sempit, perbanyaklah dzikir dan istighfar.”
Semoga dzikir-dzikir ringan ini menjadi wasilah ketenangan batin dan keberkahan hidup kita semua.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang