Penulis
KOMPAS.com - Bulan Sya'ban menjadi bulan yang istimewa karena ada beberapa keutamaan di dalamnya. Umat Islam biasa memuliakan bulan Sya'ban dengan memperbanyak ibadah dan menyiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadhan.
Berikut ini khutbah dengan tema 'Memuliakan Bulan Sya'ban' untuk memperkuat pemahaman tentang bulan Sya'ban dan tidak melewatkan momen-momen luar biasa di dalam bulan yang kerap dilalaikan manusia tersebut.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَهُ الْحَمْدُ كُلُّهُ وَ لَهُ الْمُلْكُ كُلُّهُ وَ بِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ وَ إِلَيْهِ يَرْجِعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن
اَللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ
وَعَلى ألِه وَأصْحَابِه وَالتَّابِعينَ بِإحْسَانِ إلَى يَوْمِ الدِّين
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Baca juga: Khutbah Jumat Sya’ban: Amalan Puasa Sunnah dan Qadha Menjelang Ramadan 1447 H
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam yang senantiasa memberikan berbagai kenikmatan kepada kita, terutama nikmat iman, sehat, dan sempat sehingga kita bisa hadir pada kesempatan ini.
Shalawat dan salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari kegelapan menuju cahaya.
Sebagai wujud syukur atas segala nikmat yang diberikan, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan takwa yang sebenar-benarnya.
Dengan ketakwaan itulah kita akan mendapat keberkahan dan keberuntungan di dunia maupun di akhirat.
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Saat ini kita berada di bulan Sya’ban, bulan yang menurut sering terlewat dari perhatian banyak manusia. Bulan ini berada di antara dua bulan besar, yaitu bulan Rajab dan Ramadhan. Karena itu, tidak sedikit orang yang lalai dengan bulan ini, padahal Rasulullah SAW sangat memuliakan bulan ini.
Rasulullah SAW bersabda:
نِعْمَ الشَّهْرُ شَعْبَانُ، ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: “Bulan Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, terletak antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.” (HR. An-Nasa’i)
Baca juga: Khutbah Jumat Singkat: 4 Langkah Mewujudkan Impian Dalam Islam
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa bulan Sya'ban termasuk bulan yang istimewa karena di bulan ini amal-amal manusia akan diangkat dan diperlihatkan kepada Allah SWT. Pertanyaan yang penting kita tanyakan kepada diri kita adalah dalam keadaan apa amal kita diangkat?
Apakah dalam kondisi penuh kelalaian, atau dalam keadaan hati yang hidup dengan ibadah? Tentunya kita ingin amalan kita terlihat baik di hadapan Allah SWT. Maka sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW, dianjurkan untuk memperbanyak puasa di bulan ini agar saat amal kita diangkat, kita sedang dalam kondisi berpuasa.
Di sisi lain, bulan Sya'ban merupakan saat yang tepat untuk bermuhasabah diri menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Dengan muhasabah dan memperbaiki diri, insya Allah kita akan memasuki bulan Ramadhan dalam keadaan yang lebih baik.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Sebelum datangnya hisab yang sesungguhnya di hari kiamat, kita hendaknya melakukan hisab terhadap diri kita terlebih dahulu. Melihat kembali apa yang telah dilakukan di masa lalu, apakah kebaikan kita sudah lebih banyak daripada keburukan.
Dengan hisab dan muhasabah diri, kita akan bisa memperbaiki diri sebelum Ramadhan datang. Maka barangsiapa yang memuliakan Sya’ban, maka ia sedang menyiapkan hatinya untuk Ramadhan.
Cara memuliakan bulan Sya'ban salah satunya dengan memperbanyak puasa sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ، كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلَّا قَلِيلًا
Artinya: “Rasulullah SAW biasa berpuasa hampir seluruh bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca juga: Khutbah Jumat 2 Januari 2026: Muhasabah Diri, Bekal Menghadapi Hisab di Akhirat
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Selain berpuasa, ada beberapa cara untuk memuliakan bulan Sya’ban, antara lain:
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Di bulan Sya'ban ada satu malam yang luar biasa, yaitu malam Nisfu Sya'ban atau malam di pertengahan bulan Sya'ban. Meski tidak ada hadits shahih mengenai malam itu, tetapi hadits-haditsnya diriwayatkan dari banyak jalur sehingga sebagian ulama menaikkan derajatnya sebagai hadits hasan li ghairihi.
Pada malam Nisfu Sya'ban, Allah SWT akan melihat hamba-hamba-Nya dan mengampuni dosa-dosanya.
يطَّلِعُ اللهُ إلى جَمِيْعِ خَلقِه ليلةِ النِّصفِ مِن شعبانَ فيغفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِه إلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشاحِنٍ
Artinya: “Allah memandang semua makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya‘ban kemudian mengampuni dosa mereka kecuali dosa musyrik dan dosa kemunafikan yang menyebabkan perpecahan.” (HR. Imam At-Thabrani)
Tidak ada amalan khusus di malam tersebut, tetapi para ulama menganjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti membaca Al Quran, berdzikir, dan sholat malam.
Baca juga: Khutbah Jumat 19 Desember 2025: Menjadi Manusia Bermanfaat
Jamaah Jumat Rahimakumullah,
Demikianlah khutbah Jumat kali ini. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan taufiknya kepada kita untuk bisa memuliakan bulan Sya'ban dengan berbagai amalan untuk memperbaiki diri sehingga ketika memasuki bulan Ramadhan, kita sudah siap sepenuhnya.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ
اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ
لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اِتَّقُوا اللَّهَ فَقَدْ فَاَزَ الْمُتَّقُونَ
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِينَ
وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ أَصْحَابِهِ وَقَرَابَتِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّياتِهِ أَجْمَعِيْنَ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ
عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً
رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ
وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang