Penulis
KOMPAS.com - Secara logika, puasa seharusnya mengurangi jumlah konsumsi harian. Namun dalam praktiknya, banyak orang justru mengalami peningkatan konsumsi saat Ramadhan. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan berbuka secara berlebihan, ragam menu yang lebih banyak dari hari biasa. Buka dianggap sebagai 'balas dendam' setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Dalam perspektif Islam, kondisi ini menunjukkan kegagalan menangkap hikmah puasa sebagai sarana pengendalian hawa nafsu. Puasa bukan bertujuan memindahkan waktu makan dari siang ke malam, tetapi melatih kesederhanaan dan kedisiplinan. Ketika konsumsi meningkat saat puasa, maka nilai tarbiyah (pendidikan jiwa) dari ibadah puasa menjadi berkurang.
Berlebihan dalam berbuka termasuk perkarang yang dilarang dalam Islam. Sebagaimana dalil umum yang melarang untuk makan berlebihan.
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya: “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31).
Baca juga: 10 Dampak Makan Berlebihan Menurut Imam Ghazali
Sesuatu yang dilarang dalam Islam pasti mempunyai dampak buruk. Berikut ini dampak buruk berbuka puasa secara berlebihan:
Islam sangat menekankan prinsip moderasi (wasathiyah), tidak berlebihan maupun serba kekurangan. Sesuatu yang berlebihan itu tidak disukai Allah SWT, termasuk dalam hal makan sebagaimana disampaikan dalam surat Al-A’raf ayat 31.
Ayat ini menjadi peringatan bahwa makan dan minum memang diperbolehkan, tetapi sikap berlebihan adalah sesuatu yang dibenci oleh Allah. Berbuka puasa dengan porsi berlebihan bertentangan dengan nilai ini, meskipun dilakukan setelah seharian berpuasa.
Tubuh manusia adalah amanah dari Allah SWT yang harus dijaga. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا
Artinya: “Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atas dirimu.” (HR. Bukhari)
Berbuka secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, lonjakan gula darah, kelelahan, hingga peningkatan risiko penyakit. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, maka seseorang telah lalai dalam menjaga amanah kesehatan yang Allah titipkan kepadanya.
Baca juga: Larangan Makan dan Minum Berlebihan Lengkap dengan Dampak Buruknya
Makan berlebihan dapat membuat tubuh berat untuk beribadah. Rasa mengantuk dan malas sering muncul setelah berbuka dengan porsi besar. Padahal, malam Ramadan adalah waktu utama untuk ibadah seperti shalat tarawih, qiyamul lail, dan membaca Al-Qur’an.
Rasulullah SAW bersabda:
مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ
Artinya: “Tidak ada bejana yang lebih buruk yang diisi oleh anak Adam selain perutnya.” (HR. At Tirmidzi)
Hadits ini menunjukkan bahwa perut yang terlalu penuh dapat menjadi penghalang seseorang untuk mendekat kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat sederhana dalam berbuka puasa. Beliau berbuka dengan kurma dan air, dan tidak pernah makan secara berlebihan. Dalam sebuah hadis disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
Artinya: “Rasulullah SAW berbuka dengan beberapa butir kurma basah sebelum shalat. Jika tidak ada, maka dengan kurma kering. Jika tidak ada, beliau minum beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud)
Teladan ini menunjukkan bahwa berbuka puasa seharusnya dilakukan dengan kesederhanaan, bukan dengan berlebihan.
Baca juga: Adab Makan dan Minum dalam Islam, Panduan Sunnah untuk Hidup Sehat dan Penuh Berkah
Salah satu tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan, sebagaimana firman Allah SWT:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Jika seseorang berbuka secara berlebihan, maka latihan menahan hawa nafsu menjadi tidak optimal. Puasa kehilangan makna pendidikannya karena nafsu makan justru dilampiaskan saat berbuka.
Islam mengajarkan kesederhanaan dan keseimbangan dalam berbuka puasa, berikut ini cara berbuka yang diajarkan dalam Islam:
Baca juga: Larangan Makan dan Minum Sambil Berdiri dalam Islam
Berbuka puasa adalah nikmat dan bentuk syukur kepada Allah SWT. Namun, nikmat tersebut harus dijaga agar tidak berubah menjadi mudarat.
Dengan berbuka secara sederhana dan tidak berlebihan, seorang Muslim dapat menjaga kesehatan, menguatkan ibadah, serta meraih hikmah puasa secara sempurna.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang