Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Asal Usul Nama Jumat dan Rahasia Keutamaan Berdoa di Hari Istimewa Ini

Kompas.com, 29 Januari 2026, 18:00 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Hari Jumat menempati posisi yang sangat istimewa dalam Islam. Tidak hanya sebagai hari ibadah berjamaah, Jumat juga menjadi satu-satunya hari yang namanya diabadikan dalam Alquran, menunjukkan kemuliaan dan keagungan dibandingkan hari-hari lainnya.

Selain itu, hari ini memiliki waktu mustajab untuk berdoa, sebagaimana dianjurkan Rasulullah SAW.

Dilansir dari laman MUI, hari Jumat merupakan momen berkumpulnya kaum Muslimin di masjid untuk melaksanakan sholat Jumat secara berjamaah, yang diawali dengan dua khutbah.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa pada hari ini terdapat waktu tertentu di mana doa seorang Muslim akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Dari Abu Hurairah RA, beliau bersabda:

“Pada hari Jumat terdapat satu waktu. Tidaklah seorang hamba Muslim yang sedang melaksanakan sholat lalu memohon kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, melainkan Allah akan mengabulkan permintaannya.”
(HR Bukhari no. 936)

Baca juga: Khutbah Jumat 23 Januari 2026: Keutamaan, Amaliah, dan Peristiwa Penting Bulan Sya’ban

Riwayat lain juga menegaskan keutamaan ini:

“Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat suatu waktu, apabila seorang Muslim memohon kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan memberinya.”
(HR An-Nasa’i no. 1432)

Hadis-hadis ini menjelaskan bahwa Jumat bukan sekadar hari biasa, melainkan waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sejarah Penamaan Hari Jumat

Sebelum Islam, hari Jumat dikenal dengan nama yaum al-‘arubah. Ka’ab bin Lu’ay disebut sebagai orang pertama yang menggunakan istilah tersebut.

Nama Jumat muncul dari tradisi penduduk Madinah yang ingin menetapkan satu hari khusus untuk berkumpul dan beribadah, terinspirasi dari umat Yahudi yang berkumpul pada hari Sabtu dan umat Nasrani pada hari Minggu.

Menurut Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni dalam Tafsir Ayat Ahkam, umat Islam memanfaatkan hari ini untuk bersyukur atas nikmat Allah, memperbanyak zikir, dan mempererat persaudaraan.

Pertemuan pertama berlangsung di rumah As’ad bin Zurarah, dan sejak itu, yaum al-‘arubah dikenal sebagai Jumat, yang secara bahasa berarti “hari berkumpul”.

Baca juga: Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi Setiap Jumat yang Perlu Kamu Tahu

Keutamaan Jumat dalam Alquran dan Sunnah

Allah SWT menegaskan keutamaan Jumat dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 9:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Ayat ini menegaskan bahwa hari Jumat seharusnya diprioritaskan untuk ibadah dan zikir, menempatkan kepentingan spiritual di atas urusan duniawi.

Selain itu, Rasulullah SAW menekankan agar umat Islam memanfaatkan hari Jumat untuk memperbanyak doa, karena waktu mustajabnya sangat singkat namun memiliki keberkahan luar biasa.

Baca juga: Amalan Hari Jumat untuk Muslimah, Raih Berkah dan Pahala Besar

Tidak berlebihan jika para ulama menyebut Jumat sebagai sayyidul ayyam, “tuannya seluruh hari”, karena keutamaan yang tidak terdapat pada hari lain.

Dengan memahami sejarah, makna, dan keistimewaan Jumat, setiap Muslim dianjurkan memaksimalkan hari ini untuk meningkatkan kualitas ibadah, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hari Jumat menjadi pengingat akan rahmat dan kasih sayang Allah, sekaligus kesempatan untuk memperkuat hubungan spiritual dengan-Nya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com