Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gerhana Matahari Cincin, Momentum Dzikir dan Sedekah Jelang Ramadan

Kompas.com, 5 Februari 2026, 17:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, langit kembali menghadirkan peristiwa kosmik yang sarat makna.

Pada Selasa, 17 Februari 2026, dunia akan menyaksikan gerhana matahari cincin, sebuah fenomena ketika Matahari tampak membentuk lingkaran cahaya menyerupai cincin api di tepinya, sementara bagian tengahnya tertutup oleh Bulan.

Dalam kajian astronomi, gerhana matahari cincin terjadi saat Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada satu garis lurus, tetapi posisi Bulan berada cukup jauh dari Bumi sehingga piringannya tampak lebih kecil dibanding Matahari. Akibatnya, Matahari tidak tertutup sempurna.

Namun bagi umat Islam, gerhana bukan sekadar peristiwa alam yang mengundang rasa takjub.

Rasulullah mengajarkan bahwa gerhana adalah tanda kebesaran Allah SWT, sekaligus momentum untuk meningkatkan keimanan melalui ibadah dan introspeksi diri.

Baca juga: Gerhana Matahari Cincin 2026, Tata Cara dan Niat Shalat Gerhana

Gerhana Matahari dalam Perspektif Al-Qur’an

Al-Qur’an menegaskan bahwa peristiwa langit merupakan bagian dari ayat-ayat Allah yang seharusnya mengantarkan manusia pada ketundukan, bukan pengkultusan benda langit.

Allah SWT berfirman:

Wa min āyātihil lailun-nahāru wasy-syamsu wal-qamar, lā tasjudū lisy-syamsi wa lā lil-qamar, wasjudū lillāhilladzī khalaqahunna in kuntum iyyāhu ta‘budūn.

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah kamu bersujud kepada matahari dan jangan pula kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya menyembah.”
(QS. Fushilat: 37)

Dalam Tafsir Al-Munir, Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa ayat ini menjadi dasar sikap seorang Muslim ketika menyaksikan fenomena alam luar biasa, yakni dengan memperbanyak ibadah dan mengingat Allah.

Tiga Amalan Sunnah Saat Terjadi Gerhana Matahari

Rasulullah memberikan tuntunan yang jelas tentang sikap seorang Muslim ketika terjadi gerhana.

Bukan dengan kepanikan atau mitos, melainkan dengan amal-amal yang mendekatkan diri kepada Allah.

1. Memperbanyak Takbir, Dzikir, Istighfar, dan Sedekah

Amalan pertama yang sangat ditekankan Rasulullah adalah memperbanyak dzikir, takbir, istighfar, serta sedekah.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana tidak terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat, dan bersedekahlah.”
(HR. Bukhari No. 1044)

Menurut Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah, anjuran dzikir dan sedekah saat gerhana menunjukkan bahwa peristiwa alam seharusnya melahirkan kepekaan spiritual dan sosial sekaligus.

Ketika manusia menyadari kelemahannya di hadapan kekuasaan Allah, saat itulah ia dianjurkan untuk membantu sesama.

Sedekah dalam momen gerhana juga dimaknai sebagai bentuk empati dan pembersihan harta, sebagaimana dijelaskan dalam Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, bahwa peristiwa yang mengguncang hati adalah saat terbaik untuk membersihkan jiwa dari kelalaian.

Baca juga: Gerhana Matahari Cincin Ramadhan 2026, Ini Pesan Langit Jelang Puasa

2. Melaksanakan Shalat Gerhana (Shalat Kusuf)

Selain dzikir dan sedekah, Rasulullah menganjurkan pelaksanaan shalat gerhana matahari (shalat kusuf) sebagai ibadah sunnah muakkad.

Meski pembahasan utama artikel ini tidak berfokus pada teknis shalat, penting diketahui bahwa shalat gerhana menjadi simbol puncak ketundukan manusia kepada Allah ketika menyaksikan tanda kebesaran-Nya.

Dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu, Wahbah az-Zuhaili menegaskan bahwa shalat gerhana disyariatkan sebagai respon langsung terhadap fenomena langit, agar hati manusia tidak terpalingkan dari Allah oleh kekaguman semata pada ciptaan-Nya.

3. Khutbah Gerhana: Pesan Taubat dan Kesadaran Spiritual

Setelah shalat gerhana berjamaah, Rasulullah disunnahkan menyampaikan khutbah, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits shahih.

Khutbah gerhana tidak dilakukan dua kali seperti khutbah Jumat, melainkan satu kali, dengan isi utama berupa:

  • Pujian kepada Allah
  • Penegasan bahwa gerhana bukan pertanda musibah duniawi
  • Ajakan taubat, istighfar, sedekah, dan mengingat akhirat

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah menegaskan bahwa gerhana adalah peringatan agar manusia kembali mengingat Allah, bukan untuk dikaitkan dengan mitos atau peristiwa kematian seseorang.

Menurut para ulama, khutbah gerhana berfungsi sebagai penguat pesan spiritual, agar ibadah yang dilakukan tidak berhenti pada ritual, tetapi membekas dalam kesadaran dan perilaku sehari-hari.

Baca juga: Gerhana Matahari Cincin Ramadhan 2026, Ini Jadwal dan Faktanya

Gerhana Matahari Cincin, Isyarat Langit Menjelang Ramadan

Gerhana matahari cincin yang terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, berlangsung hanya beberapa hari sebelum umat Islam memasuki fase persiapan Ramadan 1447 Hijriah.

Momentum ini seakan menjadi pengingat agar hati kembali disiapkan sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

Sebagaimana ditulis Imam Al-Ghazali, peristiwa alam yang luar biasa sejatinya adalah media muhasabah, agar manusia menyadari keterbatasannya dan tidak lalai dari mengingat Allah.

Langit yang sesaat meredup mengajarkan bahwa cahaya iman pun perlu terus dijaga. Gerhana berlalu, namun pesan spiritualnya diharapkan tetap menetap dalam hati, mendorong umat Islam untuk memperbanyak dzikir, sedekah, istighfar, dan menghidupkan sunnah Rasulullah menjelang Ramadan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Khatib
5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Khatib
Doa dan Niat
Cara Mengajarkan Anak Berpuasa dengan Lembut Tanpa Paksaan
Cara Mengajarkan Anak Berpuasa dengan Lembut Tanpa Paksaan
Aktual
Sekjen Kemenag: Guru Madrasah Swasta Terus Diperjuangkan agar Diangkat PPPK
Sekjen Kemenag: Guru Madrasah Swasta Terus Diperjuangkan agar Diangkat PPPK
Aktual
Menjelang Ramadan 1447 H, 50 Ucapan Maaf yang Cocok Dibagikan di Media Sosial
Menjelang Ramadan 1447 H, 50 Ucapan Maaf yang Cocok Dibagikan di Media Sosial
Aktual
Cara Shalat Gerhana Matahari, Tuntunan Sunnah Rasulullah
Cara Shalat Gerhana Matahari, Tuntunan Sunnah Rasulullah
Aktual
Gerhana Matahari Cincin, Momentum Dzikir dan Sedekah Jelang Ramadan
Gerhana Matahari Cincin, Momentum Dzikir dan Sedekah Jelang Ramadan
Doa dan Niat
Hukum Mandi Wajib di Hari Jumat, Lengkap dengan Dalil, Niat, dan Tata Cara Menurut Ulama
Hukum Mandi Wajib di Hari Jumat, Lengkap dengan Dalil, Niat, dan Tata Cara Menurut Ulama
Aktual
Panduan Qadha Puasa Ramadhan: Dalil, Niat, Doa Buka Puasa dan Batas Waktunya Menurut Ulama
Panduan Qadha Puasa Ramadhan: Dalil, Niat, Doa Buka Puasa dan Batas Waktunya Menurut Ulama
Doa dan Niat
Gerhana Matahari Cincin 2026, Tata Cara dan Niat Shalat Gerhana
Gerhana Matahari Cincin 2026, Tata Cara dan Niat Shalat Gerhana
Doa dan Niat
Hukum Membayar Qadha Puasa Ramadhan Setelah Nisfu Syaban, Apakah Boleh?
Hukum Membayar Qadha Puasa Ramadhan Setelah Nisfu Syaban, Apakah Boleh?
Aktual
Jadwal Libur Lebaran 2026 Anak Sekolah, Berpotensi Lebih Panjang
Jadwal Libur Lebaran 2026 Anak Sekolah, Berpotensi Lebih Panjang
Aktual
Puasa Qadha Ramadhan: Niat, Batas Waktu, dan Konsekuensi Jika Terlambat
Puasa Qadha Ramadhan: Niat, Batas Waktu, dan Konsekuensi Jika Terlambat
Doa dan Niat
Contoh Ucapan Ramadhan Sekolah: Hangat, Sopan, dan Penuh Makna untuk Guru dan Siswa
Contoh Ucapan Ramadhan Sekolah: Hangat, Sopan, dan Penuh Makna untuk Guru dan Siswa
Aktual
50 Contoh Ucapan Menyambut Ramadhan 2026: Inspiratif, Menyentuh, dan Siap Dibagikan
50 Contoh Ucapan Menyambut Ramadhan 2026: Inspiratif, Menyentuh, dan Siap Dibagikan
Aktual
Jangan Meninggalkan Anak dalam Keadaan Lemah, Pesan QS An-Nisa’ di Balik Tragedi Siswa SD di NTT
Jangan Meninggalkan Anak dalam Keadaan Lemah, Pesan QS An-Nisa’ di Balik Tragedi Siswa SD di NTT
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com