Editor
KOMPAS.com - Doa sapu jagat menjadi salah satu doa yang paling sering diamalkan umat Islam untuk memohon kebaikan hidup secara menyeluruh.
Doa ini dipanjatkan sebagai permohonan kebaikan di dunia dan akhirat sekaligus perlindungan dari siksa neraka.
Bacaan doa sapu jagat bersumber dari Al-Qur’an dan memiliki keutamaan yang luas bagi kehidupan seorang Muslim.
Karena itu, doa ini dianjurkan dibaca dalam berbagai kesempatan, terutama pada waktu-waktu mustajab.
Baca juga: Puasa Senin Kamis: Bacaan Niat, Doa Buka Puasa, dan Keutamaannya
Doa sapu jagat dikenal sebagai doa yang singkat namun mencakup permohonan kebaikan secara menyeluruh. Berikut bacaan doa sapu jagat yang mudah diamalkan:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana, atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina adzaban nar.
Artinya: "Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka."
Makna doa ini mencakup permohonan ketentraman hidup di dunia sekaligus keselamatan dan kebahagiaan di akhirat, sehingga kerap diamalkan dalam berbagai ibadah harian.
Permohonan kebaikan dunia dalam doa sapu jagat mencakup kesehatan, rezeki halal, ketenangan hidup, serta kemudahan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Sementara itu, kebaikan akhirat yang dimohonkan memiliki kedudukan lebih tinggi, seperti dimasukkan ke dalam surga, diringankan hisab, serta dibebaskan dari rasa takut dan kesulitan di hari akhir.
Permintaan perlindungan dari siksa neraka juga mengandung harapan agar seorang hamba dijauhkan dari perbuatan dosa, diberikan petunjuk, dan dimampukan meninggalkan hal-hal yang dilarang.
Doa sapu jagat berasal dari Al-Qur’an, tepatnya Surah Al-Baqarah ayat 201.
Menjadi istimewa karena doa ini termasuk bacaan yang sering diamalkan oleh Rasulullah SAW dengan kandungan makna yang luas dan mudah dihafal.
Hal ini seperti tercantum dalam sebuah hadits yang berbunyi:
وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:اللَّهُمَّ آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Artinya: Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa doa yang paling sering dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah, “Allahumma aatinaa fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar.” (Ya Allah, karuniakan kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, 8:187-188; Muslim, no. 2690]
Hadis tersebut menunjukkan keutamaan doa sapu jagat sebagai bacaan yang sering dipanjatkan Nabi Muhammad SAW.
Seperti doa-doa lainnya, doa sapu jagat dianjurkan dibaca pada waktu-waktu mustajab agar peluang dikabulkan lebih besar.
Beberapa waktu yang dianjurkan antara lain setelah shalat fardhu, di antara adzan dan iqamah, serta saat hujan turun.
Selain itu, doa ini juga dianjurkan dibaca pada sepertiga malam terakhir, hari Jumat, dan pada malam Lailatul Qadar, ketika umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan munajat kepada Allah SWT.
Berdasarkan buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa (2013) karya Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa, doa sapu jagat memiliki sejumlah keutamaan.
Di antaranya adalah perlindungan dari azab neraka, keselamatan di padang mahsyar, serta keringanan saat hisab.
Selain itu, doa ini menjadi sarana memohon rezeki halal, ilmu yang bermanfaat, perlindungan dari fitnah, pengampunan dosa, hingga balasan surga dari Allah SWT.
Dengan kandungan makna yang luas, doa sapu jagat kerap diamalkan sebagai doa yang mencakup seluruh kebutuhan hidup seorang Muslim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang