Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Tolak Bala Lengkap Arab, Latin dan Artinya untuk Perlindungan Diri

Kompas.com, 13 April 2026, 12:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dalam kehidupan yang penuh ketidakpastian, setiap manusia tentu berharap terhindar dari musibah, penyakit, maupun berbagai hal yang tidak diinginkan.

Dalam ajaran Islam, salah satu ikhtiar batin yang dianjurkan adalah memperbanyak doa tolak bala sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT.

Doa ini tidak hanya dibaca saat menghadapi kesulitan, tetapi juga menjadi amalan harian untuk menjaga diri dan keluarga agar senantiasa berada dalam lindungan-Nya. Lantas, bagaimana bacaan doa tolak bala yang dianjurkan, dan apa saja keutamaannya?

Makna Doa Tolak Bala dalam Islam

Secara bahasa, “bala” berarti ujian, musibah, atau cobaan. Dalam perspektif Islam, bala tidak selalu bermakna buruk, tetapi bisa menjadi sarana ujian keimanan.

Namun demikian, umat Islam tetap dianjurkan untuk memohon perlindungan agar dijauhkan dari bala yang memberatkan.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan bahwa manusia diperintahkan untuk berdoa sebagai bentuk ketergantungan kepada-Nya.

Hal ini juga ditegaskan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW, bahwa doa adalah senjata orang beriman.

Dalam buku Doa-Doa Pilihan karya KH. Ahmadi Isa, dijelaskan bahwa doa tolak bala merupakan bentuk tawakal aktif, yaitu usaha spiritual untuk memohon penjagaan Allah dari berbagai marabahaya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Baca juga: Doa Lunas Utang Agar Terhindar dari Gagal Bayar, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan Doa Tolak Bala Lengkap (Arab, Latin, dan Artinya)

Berikut beberapa doa tolak bala yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari:

1. Doa Tolak Bala Memohon Perlindungan Menyeluruh

Doa ini berisi permohonan agar dijauhkan dari berbagai bentuk musibah seperti wabah, fitnah, hingga kemungkaran.

اللَّهُمَّ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ وَسِرِّ الْفَاتِحَةِ يَا فَارِجَ الْهَمِّ وَيَا كَاشِفَ الْغَمِّ، يَا مَنْ لِعِبَادِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ، يَا دَافِعَ الْبَلَاءِ يَا اللَّهُ وَيَا دَافِعَ الْبَلَاءِ يَا رَحْمٰنُ وَيَا دَافِعَ الْبَلَاءِ يَا رَحِيمُ، ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ ارْحَمْنَا (٣) وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا، رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سُوءِ الْخَاتِمَةِ.

Allahumma bi haqqil-fātiḥah wa sirril-fātiḥah yā fārijal-hammi wa yā kāsyifal-ghammi, yā man li 'ibādihī yaghfiru wa yarḥam, yā dāfi'al-balā'i yā Allāh wa yā dāfi'al-balā'i yā Raḥmān wa yā dāfi'al-balā'i yā Raḥīm, idfa' 'annal-ghalā'a wal-wabā'a wal-faḥsyā'a wal-munkar wal-fitana mā ẓahara minhā wa mā baṭan, 'an baladinā hāżā khāṣṣatan wa 'an sā'iri buldānil-muslimīn 'āmmatan, innaka 'alā kulli syai'in qadīr yā arḥamar-rāḥimīn irḥamnā (3x) wa 'āfinā wa'fu 'annā, rabbanā taqabbal minnā innaka antas-samī'ul-'alīm wa tub 'alainā innaka antat-tawwābur-raḥīm, allāhumma innā nas'aluka ḥusnal-khātimah wa na'ūdzu bika min sū'il-khātimah.

Artinya: "Ya Allah, dengan kebenaran Al-Fatihah dan rahasia Al-Fatihah, wahai Yang melapangkan kesusahan dan menghilangkan kesedihan, wahai Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang kepada hamba-Nya, wahai Yang menolak bala, ya Allah, wahai Yang menolak bala, wahai Yang Maha Pengasih, wahai Yang menolak bala, wahai Yang Maha Penyayang, tolaklah dari kami mahalnya harga, wabah penyakit, kekejian, kemungkaran, serta berbagai fitnah yang tampak maupun tersembunyi, dari negeri kami khususnya dan dari seluruh negeri kaum muslimin pada umumnya. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Yang Maha Pengasih, kasihi kami (3x), berilah kami keselamatan dan maafkan kami. Ya Tuhan kami, terimalah amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dan terimalah tobat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu husnul khatimah dan berlindung kepada-Mu dari su'ul khatimah."

Keutamaan: Dalam doa ini, seorang hamba tidak hanya memohon keselamatan pribadi, tetapi juga keselamatan masyarakat luas. Ini mencerminkan ajaran Islam yang menekankan kepedulian sosial dalam berdoa.

Dikutip dari buku Doa-Doa Pilihan karya KH. Ahmadi Isa, doa ini dianjurkan dibaca secara rutin, terutama pada waktu-waktu mustajab seperti setelah salat dan di sepertiga malam.

2. Doa Tolak Bala dari Wabah dan Kesulitan Hidup

Doa ini secara khusus memohon perlindungan dari bala seperti penyakit, kesengsaraan, dan keburukan takdir.

اللَّهُمَّ اكْشِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ وَالْوَبَاءِ مَا لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ، اللَّهُمَّ اصْرِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ وَالْوَبَاءِ مَا لَا يَصْرِفُهُ غَيْرُكَ، اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ وَالْوَبَاءِ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ، يَا دَافِعَ الْبَلَاءِ يَا اللَّهُ يَا دَافِعَ الْبَلَاءِ يَا رَحْمٰنُ يَا دَافِعَ الْبَلَاءِ يَا رَحِيمُ، ادْفَعْ عَنَّا كُلَّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَبَلَاءِ الْآخِرَةِ وَشَرَّ الدُّنْيَا وَشَرَّ الْآخِرَةِ وَمِنْ عَدُوٍّ مِنَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ وَمِنَ الشَّيْطَانِ وَإِبْلِيسَ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Allāhumma iksyif 'annā minal-balā'i wal-wabā'i mā lā yaksyifuhu ghairuk, allāhummaṣrif 'annā minal-balā'i wal-wabā'i mā lā yaṣrifuhu ghairuk, allāhumma idfa' 'annā minal-balā'i wal-wabā'i mā lā yadfa'uhu ghairuk, yā dāfi'al-balā'i yā Allāh yā dāfi'al-balā'i yā Raḥmān yā dāfi'al-balā'i yā Raḥīm, idfa' 'annā kulla balā'id-dunyā wa balā'il-ākhirah wa syarrad-dunyā wa syarral-ākhirah wa min 'aduwwin minal-insi wal-jinn wa minas-syaithāni wa Iblīs, allāhumma innā na'ūdzu bika min jahdil-balā' wa darakis-syaqā' wa sū'il-qaḍā' wa syamātatil-a'dā' bi raḥmatika yā arḥamar-rāḥimīn.

Artinya: "Ya Allah, hilangkan dari kami bala dan wabah yang tidak dapat dihilangkan kecuali oleh-Mu, palingkan dari kami bala dan wabah yang tidak dapat dipalingkan kecuali oleh-Mu, dan tolaklah dari kami bala dan wabah yang tidak dapat ditolak kecuali oleh-Mu. Wahai Penolak bala, ya Allah, wahai Penolak bala, wahai Yang Maha Pengasih, wahai Penolak bala, wahai Yang Maha Penyayang. Tolaklah dari kami segala bala dunia dan akhirat, serta keburukan dunia dan akhirat, dari musuh manusia dan jin, dari setan dan iblis. Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari beratnya bala, kesengsaraan yang mendalam, ketetapan yang buruk, dan kegembiraan musuh atas penderitaan kami, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

Keutamaan: Dalam kitab-kitab hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW sering berlindung dari empat hal, beratnya ujian, kesengsaraan, takdir buruk, dan kebahagiaan musuh atas penderitaan kita.

Hal ini sejalan dengan riwayat hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, yang menunjukkan pentingnya doa sebagai perlindungan spiritual.

Baca juga: Doa Susah Tidur, Amalan yang Diajarkan Rasulullah SAW untuk Atasi Insomnia

3. Doa Tolak Bala untuk Keluarga dan Umat

Doa ini memiliki cakupan lebih luas, mencakup perlindungan dari bencana alam, musuh, hingga gangguan makhluk halus.

اللَّهُمَّ يَا وَلِيَّ الْوَلَاءِ وَيَا كَاشِفَ الضَّرَّاءِ وَالْبَلَاءِ اصْرِفْ عَنَّا الْقَحْطَ وَالطَّاعُونَ وَجَمِيعَ أَنْوَاعِ الْبَلَاءِ، ادْفَعْ عَنَّا شَرَّ الْأَعْدَاءِ بِحُرْمَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى وَبِحُرْمَةِ خَدِيجَةَ الْكُبْرَى وَبِحُرْمَةِ عَائِشَةَ وَبِحُرْمَةِ فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءِ وَبِحُرْمَةِ عَلِيٍّ وَبِحُرْمَةِ الْحُسَيْنِ الشَّهِيدِ بِكَرْبَلَاء، وَبِحُرْمَةِ قَوْلِكَ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ رَمَى وَبِحُرْمَةِ اللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Allāhumma yā waliyyal-walā' wa yā kāsyifad-ḍarrā'i wal-balā' iṣrif 'annal-qaḥṭa waṭ-ṭā'ūna wa jamī'a anwā'il-balā', idfa' 'annā syarral-a'dā' bi ḥurmati sayyidinā Muḥammadil-Muṣṭafā wa bi ḥurmati Khadījatal-Kubrā wa bi ḥurmati 'Āisyah wa bi ḥurmati Fāṭimataz-Zahrā' wa bi ḥurmati 'Alī wa bi ḥurmati al-Ḥusainisy-syahīd bi Karbalā', wa bi ḥurmati qawlika wa mā ramaita idz ramaita walākinna Allāha ramā wa bi ḥurmati Allāhu khairun ḥāfiẓan wa huwa arḥamar-rāḥimīn, subḥānaka Allāhumma wa taḥiyyatuhum fīhā salām wa ākhiru da'wāhum anil-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn.

Artinya: "Ya Allah, wahai Pelindung segala wali, wahai Yang menghilangkan kesusahan dan bala, jauhkan dari kami kekeringan, wabah penyakit, dan segala macam bala. Tolaklah dari kami kejahatan musuh dengan kemuliaan Nabi Muhammad, Khadijah, Aisyah, Fatimah, Ali, dan Husain yang syahid di Karbala. Dengan kemuliaan firman-Mu bahwa bukan engkau yang melempar ketika melempar, tetapi Allah yang melempar, dan bahwa Allah adalah sebaik-baik penjaga serta Maha Penyayang. Mahasuci Engkau ya Allah, salam bagi mereka, dan penutup doa mereka adalah segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam."

Keutamaan: Doa ini tidak hanya bersifat personal, tetapi juga kolektif. Dalam buku Mukjizat Doa-Doa yang Terbukti Dikabulkan Allah karya Yoli Hemdi dijelaskan bahwa doa yang melibatkan kepentingan umat memiliki nilai lebih karena mengandung unsur kepedulian dan ukhuwah.

Doa Pendamping: Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

Selain doa tolak bala, terdapat doa yang sangat dianjurkan dan sering dibaca oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu:

“Allahumma aatina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.”

Artinya: “Ya Allah, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Doa ini disebut sebagai doa yang paling lengkap karena mencakup seluruh aspek kehidupan manusia.

Waktu Terbaik Membaca Doa Tolak Bala

Agar doa lebih optimal, para ulama menganjurkan untuk membacanya pada waktu-waktu mustajab, seperti:

  • Setelah salat fardhu
  • Di sepertiga malam terakhir
  • Saat turun hujan
  • Di antara azan dan iqamah
  • Pada hari Jumat

Dalam buku Fiqh Doa dan Dzikir karya Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr dijelaskan bahwa waktu-waktu tersebut merupakan momen di mana doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Baca juga: Doa Keluar Rumah: Amalan Agar Selamat dan Dijauhkan dari Kejahatan

Adab Berdoa agar Lebih Mustajab

Agar doa tolak bala lebih bermakna, penting memperhatikan adab dalam berdoa, di antaranya:

  • Memulai dengan pujian kepada Allah dan salawat kepada Nabi
  • Berdoa dengan penuh keyakinan
  • Mengangkat tangan dan menghadap kiblat
  • Mengulang doa dengan khusyuk
  • Tidak tergesa-gesa ingin dikabulkan

Adab ini dijelaskan dalam berbagai kitab fiqih dan hadis sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah doa.

Ikhtiar Batin yang Menguatkan Hati

Doa tolak bala sejatinya bukan sekadar rangkaian lafaz, tetapi bentuk komunikasi batin antara hamba dan Tuhannya.

Ketika seseorang rutin mengamalkannya, bukan hanya perlindungan yang diharapkan, tetapi juga ketenangan jiwa.

Dalam kehidupan modern yang penuh tekanan, doa menjadi penyeimbang antara usaha lahir dan ketenangan batin.

Ia mengajarkan bahwa di balik segala ikhtiar manusia, ada kekuatan besar yang mengatur segalanya.

Kesimpulan: Doa sebagai Benteng Perlindungan

Mengamalkan doa tolak bala merupakan bagian dari ikhtiar spiritual yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Dengan membacanya secara rutin, seorang muslim tidak hanya memohon perlindungan dari musibah, tetapi juga menumbuhkan rasa tawakal dan kedekatan dengan Allah SWT.

Perlindungan sejati memang datang dari-Nya. Namun, doa adalah pintu yang menghubungkan harapan manusia dengan rahmat Tuhan, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun seluruh umat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
208 Calon Jemaah Haji 2026 Asal Depok Tunda Berangkat karena Belum Lunasi Pembayaran
208 Calon Jemaah Haji 2026 Asal Depok Tunda Berangkat karena Belum Lunasi Pembayaran
Aktual
Kisah Uwais al-Qarni, Dipuji Rasulullah karena Baktinya kepada Sang Ibu
Kisah Uwais al-Qarni, Dipuji Rasulullah karena Baktinya kepada Sang Ibu
Aktual
Sholawat Busyro Lengkap: Amalan Pembuka Kabar Baik dan Rezeki
Sholawat Busyro Lengkap: Amalan Pembuka Kabar Baik dan Rezeki
Doa dan Niat
Mulai Senin 13 April, Saudi Larang WNA Masuk Makkah, Kecuali Visa Haji
Mulai Senin 13 April, Saudi Larang WNA Masuk Makkah, Kecuali Visa Haji
Aktual
AS-Iran Gagal Berdamai, PBNU dan Paus Leo XIV Serukan Hentikan Kekerasan Dunia
AS-Iran Gagal Berdamai, PBNU dan Paus Leo XIV Serukan Hentikan Kekerasan Dunia
Aktual
Apa Itu Multazam? Lokasi, Keutamaan, dan Amalan Doa Mustajab
Apa Itu Multazam? Lokasi, Keutamaan, dan Amalan Doa Mustajab
Doa dan Niat
Kemenhaj Saudi: Hanya Visa Haji yang Sah, Visa Lain Tak Bisa Masuk Makkah
Kemenhaj Saudi: Hanya Visa Haji yang Sah, Visa Lain Tak Bisa Masuk Makkah
Aktual
Arab Saudi Batasi Masuk ke Makkah Tanpa Izin Mulai 13 April 2026, Ini Aturannya
Arab Saudi Batasi Masuk ke Makkah Tanpa Izin Mulai 13 April 2026, Ini Aturannya
Aktual
Pendaftaran Haji Domestik 2026 Dibuka 18 April, Ini Syarat Fase Kedua
Pendaftaran Haji Domestik 2026 Dibuka 18 April, Ini Syarat Fase Kedua
Aktual
Saudi Lakukan Simulasi Transportasi Haji 2026, Uji Pergerakan 1,2 Juta Jemaah Secara Virtual
Saudi Lakukan Simulasi Transportasi Haji 2026, Uji Pergerakan 1,2 Juta Jemaah Secara Virtual
Aktual
Izin Masuk Elektronik ke Makkah Diterapkan bagi Pekerja Residen saat Musim Haji 2026
Izin Masuk Elektronik ke Makkah Diterapkan bagi Pekerja Residen saat Musim Haji 2026
Aktual
Doa Tolak Bala Lengkap Arab, Latin dan Artinya untuk Perlindungan Diri
Doa Tolak Bala Lengkap Arab, Latin dan Artinya untuk Perlindungan Diri
Doa dan Niat
Kapan Doa Cepat Dikabulkan? Ini 8 Waktu Mustajab Berdoa dalam Islam
Kapan Doa Cepat Dikabulkan? Ini 8 Waktu Mustajab Berdoa dalam Islam
Aktual
Shalat Tahajud Tidak Ditutup Witir, Sah atau Kurang Sempurna?
Shalat Tahajud Tidak Ditutup Witir, Sah atau Kurang Sempurna?
Doa dan Niat
Shalat Tahajud Tanpa Tidur, Apakah Masih Disebut Tahajud?
Shalat Tahajud Tanpa Tidur, Apakah Masih Disebut Tahajud?
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com