Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bagaimana Izrail Mengetahui Ajal Manusia? Ini Penjelasan Islam

Kompas.com, 21 Januari 2026, 15:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kematian merupakan kepastian yang tidak dapat dihindari oleh setiap makhluk bernyawa.

Dalam Islam, proses pencabutan nyawa tidak terjadi secara acak, melainkan berlangsung berdasarkan ketetapan dan perintah Allah SWT melalui malaikat yang diberi amanah khusus, yaitu Malaikat Izrail.

Banyak umat Islam bertanya-tanya, bagaimana Malaikat Izrail mengetahui waktu kematian seseorang?

Apakah ia menentukan sendiri ajal manusia, atau menerima perintah langsung dari Allah? Pertanyaan ini telah dibahas dalam Alquran, hadis, serta literatur klasik para ulama.

Baca juga: Doa Rasulullah SAW untuk Mengusir Jin yang Diajarkan Malaikat Jibril

Tugas Malaikat Izrail dalam Al-Qur’an

Alquran menegaskan bahwa Malaikat Izrail hanyalah pelaksana perintah, bukan penentu ajal.

Dalam Surah As-Sajdah ayat 11 Allah SWT berfirman:

“Katakanlah, Malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawamu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.”

Ayat ini menunjukkan bahwa kewenangan tertinggi tetap berada pada Allah. Izrail bertugas melaksanakan ketetapan yang telah ditulis dalam Lauhul Mahfuzh.

Menurut Tafsir Ibnu Katsir karya Ismail bin Umar Al-Quraisy, Malaikat Izrail tidak bertindak berdasarkan kehendaknya sendiri.

Ia bergerak sesuai perintah Allah dan dibantu oleh malaikat-malaikat lain dalam proses pencabutan ruh, sesuai dengan kondisi keimanan seseorang.

Baca juga: Saat Sakit, Allah Kirim Malaikat? Ini Penjelasan Menurut Islam

Ajal Sudah Ditentukan Sejak di Alam Kandungan

Konsep ajal dalam Islam telah ditetapkan jauh sebelum manusia lahir ke dunia. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim:

“Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari... lalu malaikat diperintahkan untuk menulis empat perkara: rezekinya, ajalnya, amalnya, serta celaka atau bahagianya.”

Hadis ini menjelaskan bahwa ajal merupakan bagian dari takdir yang telah ditentukan Allah sejak awal penciptaan manusia. Malaikat Izrail menjalankan perintah sesuai catatan takdir tersebut.

Baca juga: Mengenal 10 Malaikat dan Tugasnya yang Diimani dalam Islam

Mekanisme Pengetahuan Izrail Menurut Kitab Klasik

Dalam kitab Daqoiqul Akhbar karya Syekh Abdurrahman bin Ahmad Al-Qadhi, dijelaskan bahwa Malaikat Izrail menerima tanda-tanda khusus dari Allah ketika waktu kematian seseorang telah mendekat.

Disebutkan bahwa Izrail tidak mengetahui seluruh detail ghaib, karena ilmu ghaib mutlak milik Allah.

Namun Allah memberikan kepadanya isyarat dan perintah langsung sebagai bentuk pelaksanaan kehendak Ilahi.

Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa ketika ajal seseorang telah dekat, Allah memberikan beberapa tanda berupa:

  • Pemberitahuan dari malaikat pencatat amal bahwa rezeki dan amal seseorang telah sempurna.
  • Tertulisnya nama seseorang dalam daftar Malaikat Izrail dengan tanda khusus, berupa cahaya bagi orang beriman dan tanda gelap bagi orang yang ingkar.
  • Jatuhnya daun dari pohon di bawah Arasy sebagai simbol perintah pencabutan nyawa.

Baca juga: Sedekah Subuh di Hari Jumat, Pahala Berlipat dan Mendapat Doa Malaikat

Riwayat Pohon di Bawah Arasy

Riwayat tentang pohon di bawah Arasy diriwayatkan dari Ka’ab Al-Akhbar, seorang tabi’in yang dikenal luas dalam literatur tafsir dan kisah akhirat.

Dalam Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir, disebutkan bahwa Allah menciptakan pohon di bawah Arasy dengan jumlah daun sebanyak makhluk yang ada.

Ketika ajal seseorang tersisa sekitar 40 hari, maka satu daun yang bertuliskan namanya akan gugur ke hadapan Malaikat Izrail.

Peristiwa ini menjadi isyarat bahwa perintah pencabutan ruh telah mendekat, meskipun orang tersebut masih tampak sehat dan beraktivitas seperti biasa di dunia.

Peran Malaikat Mikail dalam Penyampaian Perintah

Sebagian ulama juga menyebutkan adanya peran Malaikat Mikail dalam proses penyampaian perintah kematian.

Dalam kitab Hasyiyah As-Shawi ‘ala Tafsir Al-Jalalain, dijelaskan bahwa Mikail terkadang membawa catatan dari Allah yang berisi nama hamba, lokasi wafat, serta sebab kematian.

Hal ini menunjukkan bahwa sistem malaikat bekerja secara terkoordinasi. Izrail bukan bekerja sendiri, melainkan berada dalam struktur ketundukan kepada Allah yang terorganisir.

Izrail Tidak Mencabut Nyawa Sendirian

Menurut Imam Al-Qurthubi dalam At-Tadzkirah fi Ahwal al-Mauta wal Akhirah, Malaikat Izrail memiliki pasukan malaikat pembantu yang membantu proses pencabutan ruh.

Untuk orang beriman, malaikat rahmat turun dengan wajah berseri dan membawa kafan dari surga. Sementara bagi orang kafir dan zalim, malaikat azab datang dengan wajah keras.

Hal ini sejalan dengan Surah Al-Anfal ayat 50 yang menggambarkan kondisi pencabutan nyawa orang kafir dengan keras dan menyakitkan.

Baca juga: Mengenal Nama-nama Malaikat dan Tugasnya

Hikmah Pengetahuan Ajal dalam Perspektif Islam

Islam tidak mengajarkan umatnya untuk mencari tahu kapan ajal akan datang, melainkan mempersiapkan diri menghadapi kematian.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menegaskan bahwa kesadaran akan kematian merupakan sarana efektif untuk membersihkan hati dari kesombongan dan cinta dunia.

Mengetahui bahwa ajal sudah ditetapkan bukan untuk membuat manusia pasif, tetapi justru mendorong kesungguhan beramal. Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang cerdas adalah yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya.” (HR Tirmidzi)

Relevansi Pemahaman Ajal di Era Modern

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan materialistik, kesadaran akan kematian sering terpinggirkan.

Padahal pemahaman tentang mekanisme ajal mengingatkan manusia bahwa hidup bukan hanya tentang pencapaian duniawi.

Kesadaran ini membentuk etika hidup yang lebih bertanggung jawab, menumbuhkan empati sosial, serta memperkuat spiritualitas di tengah tekanan zaman.

Malaikat Izrail mengetahui waktu kematian manusia bukan berdasarkan kehendaknya sendiri, melainkan melalui perintah langsung dari Allah SWT dengan berbagai tanda dan mekanisme yang telah dijelaskan dalam Alquran, hadis, serta literatur klasik Islam.

Pemahaman ini menegaskan bahwa kematian bukan peristiwa acak, melainkan bagian dari rencana Ilahi yang penuh hikmah.

Karena itu, tugas utama manusia bukan menunggu ajal, tetapi mempersiapkan diri agar saat perjumpaan dengan Malaikat Izrail menjadi awal perjalanan menuju rahmat Allah, bukan awal penyesalan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bacaan Lafadz Adzan, Lengkap dengan Hukum, Dalil, dan Pahala Mengumandangkannya
Bacaan Lafadz Adzan, Lengkap dengan Hukum, Dalil, dan Pahala Mengumandangkannya
Aktual
6 Kesalahan Saat Shalat yang Sering Dilakukan, Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah
6 Kesalahan Saat Shalat yang Sering Dilakukan, Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah
Aktual
Dari Penerima Jadi Pemberi, Petani Ini Setor Zakat Pertanian Rp 16 Juta
Dari Penerima Jadi Pemberi, Petani Ini Setor Zakat Pertanian Rp 16 Juta
Aktual
MUI Apresiasi Prabowo Jalankan Ekonomi Kerakyatan, Sebut Baru Kali Ini Presiden Tegas Terapkan Pasal 33 UUD 1945
MUI Apresiasi Prabowo Jalankan Ekonomi Kerakyatan, Sebut Baru Kali Ini Presiden Tegas Terapkan Pasal 33 UUD 1945
Aktual
MUI Usul Danantara Syariah: Konsolidasi Ekonomi Umat Indonesia
MUI Usul Danantara Syariah: Konsolidasi Ekonomi Umat Indonesia
Aktual
MUI Canangkan Jihad Digital: Waspada Belajar Agama dari AI Tanpa Guru
MUI Canangkan Jihad Digital: Waspada Belajar Agama dari AI Tanpa Guru
Aktual
MUI Akan Buat Fatwa Zakat Infak dan Sedekah Bisa Bantu Iuran BPJS
MUI Akan Buat Fatwa Zakat Infak dan Sedekah Bisa Bantu Iuran BPJS
Aktual
MUI Usul Zakat Jadi Pengurang Langsung Pajak, Cholil Nafis: Umat Islam Jangan Kena Double Tax
MUI Usul Zakat Jadi Pengurang Langsung Pajak, Cholil Nafis: Umat Islam Jangan Kena Double Tax
Aktual
Benarkah Bulan Safar Membawa Malapetaka? Ini Penjelasan Islam dan Dalil Haditsnya
Benarkah Bulan Safar Membawa Malapetaka? Ini Penjelasan Islam dan Dalil Haditsnya
Aktual
Hukum Minum Alkohol Sedikit dalam Islam, Apakah Tetap Haram Meski Tidak Mabuk?
Hukum Minum Alkohol Sedikit dalam Islam, Apakah Tetap Haram Meski Tidak Mabuk?
Aktual
Apa Itu Istidraj? Pengertian, Dalil, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya dalam Islam
Apa Itu Istidraj? Pengertian, Dalil, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya dalam Islam
Aktual
Bacaan La Haula Wala Quwwata Illa Billah: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Bacaan La Haula Wala Quwwata Illa Billah: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
Bacaan Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Bacaan Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Presiden Dijadwalkan Buka Kongres Umat Islam Indonesia VIII Hari Ini, MUI Himpun 87 Ormas Bahas Masa Depan Bangsa
Presiden Dijadwalkan Buka Kongres Umat Islam Indonesia VIII Hari Ini, MUI Himpun 87 Ormas Bahas Masa Depan Bangsa
Aktual
Wasekjen PBNU soal Kuota Hangus: Jangan Ambil Hak Pelanggan Secara Batil
Wasekjen PBNU soal Kuota Hangus: Jangan Ambil Hak Pelanggan Secara Batil
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar