Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanpa Disadari, 10 Tanda-Tanda Kiamat Kecil Ini Sudah Terjadi

Kompas.com, 22 Januari 2026, 13:00 WIB
Add on Google
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Hari kiamat adalah akhir dari seluruh kehidupan dunia. Pada hari itu, alam semesta hancur, manusia dibangkitkan kembali, dan seluruh amal akan dihisab dengan keadilan yang sempurna. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu lari dari hari pembalasan tersebut.

Dalam Islam, hari kiamat merupakan perkara ghaib yang ilmunya hanya diketahui oleh Allah SWT. Tidak seorang pun—bahkan para nabi dan malaikat—mengetahui kapan tepatnya kiamat akan terjadi.

Allah SWT berfirman:

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلَّا هُوَ...

Artinya:
“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada di sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktunya selain Dia…’” (QS. Al-A‘raf: 187)

Meskipun waktu kiamat dirahasiakan, Allah SWT dengan kasih sayang-Nya memberikan tanda-tanda sebagai peringatan agar manusia bersiap.

Baca juga: 3 Tempat Syafaat Rasulullah di Hari Kiamat yang Perlu Diketahui

Mengapa Allah Memberikan Tanda-Tanda Kiamat?

Datangnya tanda-tanda kiamat bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memberi peringatan kepada manusia. Inilah beberapa alasan mengapa tanda-tanda kiamat perlu dimunculkan:

  • Sebagai peringatan bagi orang beriman
  • Agar manusia bertaubat sebelum terlambat
  • Sebagai bukti kebenaran risalah Rasulullah SAW
  • Supaya manusia tidak terlena oleh dunia

Dua Macam Tanda-tanda Kiamat

Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa tanda-tanda kiamat terbagi menjadi dua, yaitu tanda-tanda kiamat kecil dan tanda-tanda kiamat besar.

Tanda-tanda Kiamat Kecil adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi jauh sebelum hari kiamat, muncul secara bertahap, sebagian besar sudah terjadi atau sedang terjadi, dan sering dianggap hal biasa oleh manusia.

Sedangkan Tanda-tanda Kiamat Besar adalah peristiwa-peristiwa luar biasa yang muncul menjelang terjadinya hari kiamat, bersifat besar, dahsyat, tidak biasa, dan datang secara berurutan. Kemunculannya menandakan bahwa hari kiamat sudah sangat dekat dan setelah itu tidak ada lagi kesempatan untuk bertaubat bagi manusia.

Baca juga: Kiamat Menurut Islam: Antara Dalil Ilahi dan Prediksi Sains

10 Tanda-tanda Kiamat Kecil

Berikut ini 10 tanda kiamat kecil yang sudah dan sedang terjadi.

1. Diutusnya Rasulullah SAW dan Wafatnya Beliau

Ini adalah tanda pertama kiamat kecil. Hadirnya Rasulullah SAW di dunia menjadi tanda kiamat kecil pertama. Beliau adalah utusan terakhir, tidak akan ada lagi Nabi sesudahnya.

Rasulullah SAW bersabda:

بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ

Artinya:
“Aku diutus dan hari kiamat seperti dua jari ini.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan tengah, menandakan dekatnya kiamat setelah diutusnya Beliau.

2. Munculnya Fitnah dan Pertumpahan Darah

Fitnah besar terjadi di tengah umat Islam, muncul di masa Khalifah Utsman bin Affan. Hal ini berkepanjangan hingga terbunuhnya Utsman bin Affan dan terjadi pertumpahan darah sesama umat Islam, yaitu di Perang Jamal dan Perang Shiffin.

Rasulullah SAW bersabda:

سَتَكُونُ فِتَنٌ، الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ…

Artinya:
“Akan terjadi fitnah-fitnah. Orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Tanda-Tanda Kiamat Kecil dan Besar yang Wajib Diketahui Umat Islam

3. Munculnya Nabi-Nabi Palsu

Rasulullah SAW telah memperingatkan umatnya tentang munculnya para pendusta, yaitu orang-orang yang mengaku sebagai nabi.

سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي كَذَّابُونَ ثَلَاثُونَ…

Artinya:
“Akan muncul di umatku tiga puluh pendusta, semuanya mengaku nabi…” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi)

4. Hilangnya Amanah dan Munculnya Pemimpin Zalim

Amanah menjadi sesuatu yang langka. Hal ini sudah terjadi sampai saat ini. Para pejabat hanya mengejar keuntungan pribadi dan melupakan amanah yang diembannya. Mereka berlaku zalim kepada rakyat yang dipimpinnya.

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا ضُيِّعَتِ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ

Artinya:
“Jika amanah telah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” (HR. Bukhari)

5. Merebaknya Zina, Khamr, dan Musik

Kemaksiatan dilakukan secara terang-terangan. Tidak malu melakukannya lagi. Merebaknya zina, khamr, dan musik sudah terjadi dimana-mana.

Rasulullah SAW bersabda:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

Artinya:
“Akan ada dari umatku orang-orang yang menghalalkan zina, sutra, khamr, dan alat musik.” (HR. Bukhari).

Baca juga: Benarkah Salju Turun di Arab Saudi Termasuk Tanda Kiamat? Ini Jawabannya

6. Waktu Terasa Semakin Cepat

Hari terasa singkat, tahun berlalu tanpa disadari. Hal ini sudah dapat dirasakan saat ini.

Rasulullah SAW bersabda:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ

Artinya:
“Tidak akan terjadi kiamat hingga waktu terasa semakin singkat.” (HR. Bukhari)

7. Banyak Terjadi Pembunuhan dan Bencana

Pembunuhan terjadi tanpa alasan jelas. Orang dengan mudah menghilangkan nyawa orang lain dengan alasan sepele. Selain itu, bencana juga sudah sering terjadi dimana-mana. Bahkan bencana sudah menjadi langganan tahunan. 

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْهَرْجُ

Artinya:
“Tidak akan terjadi kiamat hingga banyak terjadi pembunuhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

8. Hilangnya Ilmu dan Merebaknya Kebodohan

Merebaknya kebodohan, bukan dalam ilmu umum, tetapi dalam ilmu agama. Ulama yang tersisa adalah ulama-ulama jahat (ulama Su') yang justru menjerumuskan manusia. Ilmu diangkat oleh Allah SWT dengan cara wafatnya para ulama yang lurus.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا…

Artinya:
“Allah tidak mencabut ilmu sekaligus, tetapi dengan mewafatkan para ulama…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: 21 Nama Hari Kiamat dalam Al-Qur’an: Makna, Dalil Lengkap, dan Renungan Keimanan

9. Berlomba Meninggikan Bangunan dan Menghias Masjid

Saat ini banyak terjadi dimana orang-orang membangun masjid megah tetapi sepi dari ibadah.

Rasulullah SAW bersabda:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَاهَى النَّاسُ فِي الْمَسَاجِدِ

Artinya:
“Kiamat tidak akan terjadi hingga manusia saling bermegah-megahan dalam membangun masjid.” (HR. Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

10. Jumlah Wanita Lebih Banyak dari Pria

Berdasarkan sensus penduduk, saat ini kaum wanita jumlahnya lebih banyak dari pria. Ini juga terjadi di sebagian besar wilayah dunia.

Rasulullah SAW bersabda:

وَيَقِلُّ الرِّجَالُ وَيَكْثُرُ النِّسَاءُ

Artinya:
“Jumlah laki-laki akan berkurang dan wanita semakin banyak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Kiamat Kubra: Pengertian, Ciri-Ciri, dan 10 Tanda Besarnya Menurut Alquran dan Hadis

Penutup: Refleksi Menjelang Akhir Zaman

Tanda-tanda kiamat kecil bukan sekadar informasi, melainkan peringatan keras agar manusia kembali kepada Allah SWT. Sebagian besar tanda tersebut telah nyata di hadapan kita.

Maka pertanyaannya bukan lagi “kapan kiamat datang?”, melainkan: “Sudah siapkah kita menghadapinya?”

Semoga ini menjadi pengingat bagi semua untuk memperbaiki iman, memperbanyak amal sholeh, dan menjauhi maksiat sebelum datang hari yang tidak bisa ditunda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menhaj Irfan: 25.271 Calon Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan ke Madinah
Menhaj Irfan: 25.271 Calon Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan ke Madinah
Aktual
Orang Tua Ungkap Alasan Daftarkan Haji Tsurayya Sejak Usia 2 Tahun: Bekal Hidup Dunia Akhirat
Orang Tua Ungkap Alasan Daftarkan Haji Tsurayya Sejak Usia 2 Tahun: Bekal Hidup Dunia Akhirat
Aktual
Cerita Tsurayya, Jemaah Haji Termuda Ponorogo yang Didaftarkan Sejak Usia 2 Tahun
Cerita Tsurayya, Jemaah Haji Termuda Ponorogo yang Didaftarkan Sejak Usia 2 Tahun
Aktual
Soroti Potensi Pelanggaran, Pemerintah Tegaskan KBIHU Dilarang Pungut Biaya Tambahan ke Jemaah Haji
Soroti Potensi Pelanggaran, Pemerintah Tegaskan KBIHU Dilarang Pungut Biaya Tambahan ke Jemaah Haji
Aktual
Marak Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Pemerintah Minta Masyarakat Waspada
Marak Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Pemerintah Minta Masyarakat Waspada
Aktual
Petugas Bekerja Teliti Pantau Bagasi Di Balik Ramainya Kedatangan Jemaah Haji di Madinah
Petugas Bekerja Teliti Pantau Bagasi Di Balik Ramainya Kedatangan Jemaah Haji di Madinah
Aktual
Ribuan Jemaah Haji Tiba Bersamaan di Bandara Madinah, Petugas Terapkan Rekayasa Pergerakan
Ribuan Jemaah Haji Tiba Bersamaan di Bandara Madinah, Petugas Terapkan Rekayasa Pergerakan
Aktual
Cerita Penjual Ikan Keliling di Gowa, Berangkat Haji dari Hasil Menabung Mulai Rp 30 Ribu per Hari
Cerita Penjual Ikan Keliling di Gowa, Berangkat Haji dari Hasil Menabung Mulai Rp 30 Ribu per Hari
Aktual
PPIH Madinah Imbau Jemaah Haji Indonesia Waspadai Cuaca Panas di Tanah Suci
PPIH Madinah Imbau Jemaah Haji Indonesia Waspadai Cuaca Panas di Tanah Suci
Aktual
Seorang Jemaah Haji Asal Solo Wafat di Madinah, Kemenhaj Pastikan Akan Laksanakan Badal Haji
Seorang Jemaah Haji Asal Solo Wafat di Madinah, Kemenhaj Pastikan Akan Laksanakan Badal Haji
Aktual
Kemenhaj Larang KBIHU Pungut Biaya Tambahan Jemaah Haji, Pelanggar Akan Ditindak
Kemenhaj Larang KBIHU Pungut Biaya Tambahan Jemaah Haji, Pelanggar Akan Ditindak
Aktual
Ayah Kandung Tak Ada, Bisakah Ayah Sambung Jadi Wali Nikah? Ini Syarat dan Hukumnya menurut Fikih
Ayah Kandung Tak Ada, Bisakah Ayah Sambung Jadi Wali Nikah? Ini Syarat dan Hukumnya menurut Fikih
Aktual
Ayah Tiada atau Menghilang, Siapa Wali Nikah? Ini Urutan dan Ketentuannya dalam Islam
Ayah Tiada atau Menghilang, Siapa Wali Nikah? Ini Urutan dan Ketentuannya dalam Islam
Aktual
15 Tahun Menabung dari Gaji Marbot, Hamdi Akhirnya Berhaji Bersama Istri
15 Tahun Menabung dari Gaji Marbot, Hamdi Akhirnya Berhaji Bersama Istri
Aktual
Masjid Berdiri di Rooftop RS Jakarta, Hadirkan 'Healing' Fisik dan Batin
Masjid Berdiri di Rooftop RS Jakarta, Hadirkan "Healing" Fisik dan Batin
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com