Editor
KOMPAS.com-Puasa Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam karena mengandung keutamaan dan balasan mulia yang Allah tetapkan bagi hamba-hamba-Nya.
Allah Subhânahu wata‘âlâ mewajibkan puasa selama satu bulan penuh setiap tahun sebagai sarana penyucian jiwa dan pembentukan ketakwaan.
Kewajiban puasa Ramadhan tidak hanya berlaku bagi umat Nabi Muhammad SAW, tetapi juga telah diwajibkan kepada umat-umat terdahulu.
Allah Subhânahu wata‘âlâ berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183).
Baca juga: Ramadhan 2026 Pertengahan Februari, Ini Potensi Perbedaan Awal Puasa
Puasa Ramadhan merupakan ibadah pokok dalam Islam yang menjadi salah satu rukun yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim.
Puasa secara bahasa berarti menahan diri, sedangkan secara istilah syariat dimaknai sebagai menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah.
Puasa Ramadhan berstatus wajib bagi setiap muslim dan muslimah yang baligh, berakal, sehat, serta tidak memiliki uzur syar’i sebagaimana dijelaskan dalam Alquran dan Sunnah.
Puasa Ramadhan memiliki dasar syariat yang kuat dan tegas dalam Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Allah Subhânahu wata‘âlâ berfirman, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang hak dan yang batil” (QS. Al-Baqarah: 185).
Ayat tersebut menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan puasa, tetapi juga bulan turunnya petunjuk bagi seluruh umat manusia.
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits shahih lainnya, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Kalender Ramadhan 2026: Tanggal Puasa Versi Muhammadiyah dan Pemerintah 1447 H
Puasa Ramadhan mengajarkan pengendalian diri sebagai fondasi utama dalam membentuk ketakwaan seorang muslim.
Menahan lapar dan dahaga melatih kesabaran serta memperkuat kemampuan mengendalikan hawa nafsu.
Puasa juga membersihkan jiwa dari kecenderungan maksiat dan menumbuhkan kesadaran spiritual yang lebih mendalam.
Dari sisi sosial, puasa menumbuhkan empati terhadap sesama, terutama kepada mereka yang hidup dalam kekurangan.
Setiap amal kebaikan di bulan Ramadhan memiliki nilai pahala yang dilipatgandakan dibanding bulan lainnya.
Hadits riwayat Salman Al-Farisi RA menjelaskan bahwa amalan sunnah di bulan Ramadhan bernilai seperti amalan wajib di luar Ramadhan.
Amalan wajib yang dilakukan di bulan Ramadhan bahkan dilipatgandakan pahalanya hingga tujuh puluh kali lipat.
Sedekah menjadi amalan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan” (HR. At-Tirmidzi).
Baca juga: Kapan Hari Pertama Puasa 2026? Ini Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
Ramadhan memiliki satu malam istimewa yang dikenal sebagai lailatul qadar.
Allah Subhânahu wata‘âlâ berfirman, “Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al-Qadr: 3).
Para ulama menjelaskan bahwa ibadah pada malam tersebut lebih utama daripada ibadah selama lebih dari delapan puluh tahun.
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang menghidupkan lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh ampunan karena Allah membuka pintu taubat seluas-luasnya bagi hamba-Nya.
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat memohonkan ampun bagi orang-orang yang berpuasa sampai mereka berbuka” (HR. Ahmad).
Doa para malaikat menjadi sebab turunnya ampunan karena mereka adalah makhluk yang suci dan selalu taat kepada Allah.
Ramadhan juga menjadi bulan rahmat dan pembebasan dari api neraka bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh beribadah.
Baca juga: 5 Waktu yang Dilarang untuk Puasa Sunnah dalam Islam
Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum penting untuk membentuk ketakwaan yang lebih matang.
Setiap ibadah yang dilakukan di bulan ini menjadi sarana membersihkan hati dan memperbaiki diri.
Kesempatan meraih ampunan, rahmat, dan pembebasan dari api neraka terbuka luas bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh.
Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah dan menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih diridhai-Nya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang