Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nisfu Syaban 2026: Lupa Niat Malam, Puasa Ayyamul Bidh Tetap Sah?

Kompas.com, 21 Januari 2026, 10:15 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Puasa Ayyamul Bidh yang bertepatan dengan Nisfu Syaban menjadi salah satu amalan sunnah yang banyak dikerjakan umat Islam.

Namun dalam praktiknya, tidak sedikit muslim yang lupa melafalkan niat pada malam hari. Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah puasa Ayyamul Bidh Nisfu Syaban tetap sah jika niat baru dibaca pada pagi hari?

Dalam Islam, persoalan niat memiliki kedudukan penting sebagai penentu sah atau tidaknya ibadah.

Meski demikian, syariat juga memberikan kelonggaran tertentu, khususnya dalam ibadah sunnah. Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan perlakuan antara puasa wajib dan puasa sunnah.

Kedudukan Niat dalam Ibadah Puasa

Mengutip buku Fiqih Ibadah Praktis karya Syaikh Wahbah az-Zuhaili, niat merupakan kehendak hati untuk melaksanakan suatu ibadah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Dalam puasa, niat menjadi pembeda antara menahan diri karena kebiasaan dan menahan diri sebagai ibadah.

Puasa wajib seperti Ramadhan, qadha, dan nazar disepakati para ulama harus diniatkan sejak malam hari sebelum terbit fajar. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW:

“Barang siapa tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Namun ketentuan ini berbeda untuk puasa sunnah.

Baca juga: Niat Puasa Syaban Sekaligus Qadha Ramadhan, Bolehkah Digabung?

Hukum Niat Puasa Sunnah di Pagi Hari

Dalam mazhab Syafi’i, Hanbali, dan sebagian ulama Malikiyah, niat puasa sunnah diperbolehkan dilakukan pada pagi hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Hal ini dijelaskan dalam kitab Al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab karya Imam An-Nawawi, bahwa puasa sunnah sah apabila niat dilakukan sebelum zawal (masuk waktu Zuhur), dengan syarat orang tersebut belum makan, minum atau melakukan pembatal puasa lainnya.

Dasar kebolehan ini juga bersumber dari hadis riwayat Muslim, ketika Rasulullah SAW bersabda:

“Suatu hari Nabi SAW masuk menemui keluarganya dan bertanya, ‘Apakah kalian memiliki makanan?’ Mereka menjawab, ‘Tidak.’ Maka beliau bersabda, ‘Kalau begitu aku berpuasa.’” (HR Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW menetapkan niat puasa sunnah setelah pagi hari berlalu dan puasanya tetap sah.

Puasa Ayyamul Bidh yang Bertepatan dengan Nisfu Syaban

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.

Sementara Nisfu Syaban jatuh pada tanggal 15 Syaban. Artinya, ketika seseorang berpuasa di pertengahan Syaban, ia dapat memperoleh keutamaan ganda, pahala puasa Ayyamul Bidh dan keutamaan waktu Nisfu Syaban.

Dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya H. Abdillah F. Hasan dijelaskan bahwa puasa pertengahan bulan termasuk amalan rutin Rasulullah SAW yang dianjurkan karena memiliki nilai konsistensi ibadah dan pembiasaan amal saleh.

Jika seseorang lupa berniat di malam hari, maka selama belum makan dan minum sejak Subuh, ia masih diperbolehkan berniat puasa sunnah di pagi hari.

Baca juga: Niat Puasa Syaban: Panduan Lengkap, Keutamaan, dan Dalilnya

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Nisfu Syaban

Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh yang juga dapat digunakan saat bertepatan dengan Nisfu Syaban.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ أَيَّامِ الْبِيضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin min ayyāmil bidh lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat berpuasa esok hari dari puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”

Jika ingin meniatkan sebagai puasa sunnah Syaban, dapat membaca:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an sunnati Sya‘bān lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat berpuasa esok hari dari puasa sunnah Syaban karena Allah Ta’ala.”

Menurut mayoritas ulama, niat tersebut cukup dibaca dalam hati, karena hakikat niat adalah ketetapan batin untuk beribadah.

Batas Waktu Niat Puasa Sunnah

Mengutip Tuntunan Lengkap Puasa Sunnah karya KH Ali Mustafa Yaqub, niat puasa sunnah boleh dilakukan hingga sebelum matahari tergelincir atau sebelum masuk waktu Zuhur.

Namun jika seseorang baru berniat setelah waktu tersebut, maka puasanya tidak dihitung sebagai puasa sunnah.

Selain itu, syarat penting lainnya adalah belum melakukan perbuatan yang membatalkan puasa sejak terbit fajar, seperti makan, minum, atau berhubungan suami istri.

Baca juga: Puasa Syaban Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkap 2026

Hikmah Kemudahan dalam Puasa Sunnah

Kemudahan niat puasa sunnah di pagi hari mencerminkan rahmat Allah SWT bagi hamba-Nya. Islam tidak memberatkan umatnya dalam ibadah sunnah, tetapi justru mendorong agar semakin banyak amal saleh dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Dalam konteks Nisfu Syaban, kemudahan ini menjadi peluang bagi umat Islam untuk tetap memperoleh pahala, meski lupa berniat di malam hari.

Momentum pertengahan Syaban dikenal sebagai waktu memperbanyak taubat, doa, dan persiapan spiritual menuju Ramadhan.

Dengan memahami ketentuan niat puasa Ayyamul Bidh Nisfu Syaban, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, sah secara syariat, dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Antrean Jamaah Haji Indonesia Terus Memanjang, Pemerintah Siapkan Kuota Khusus Lansia
Antrean Jamaah Haji Indonesia Terus Memanjang, Pemerintah Siapkan Kuota Khusus Lansia
Aktual
Rangkuman Isra Miraj: Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Semalam dan Maknanya bagi Umat Islam
Rangkuman Isra Miraj: Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Semalam dan Maknanya bagi Umat Islam
Aktual
Doa Memohon Keberkahan di Bulan Sya’ban untuk Menyambut Ramadhan
Doa Memohon Keberkahan di Bulan Sya’ban untuk Menyambut Ramadhan
Doa dan Niat
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Tahajud dan Qiyamul Lail
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Tahajud dan Qiyamul Lail
Doa dan Niat
Dzikir Ringan Penenang Hati dan Pembuka Pintu Rezeki
Dzikir Ringan Penenang Hati dan Pembuka Pintu Rezeki
Doa dan Niat
Warga Indonesia, Simak Aturan Baru Ramadhan di Arab Saudi
Warga Indonesia, Simak Aturan Baru Ramadhan di Arab Saudi
Aktual
Doa Cepat Dikabulkan? Ini Waktu Mustajab yang Dianjurkan
Doa Cepat Dikabulkan? Ini Waktu Mustajab yang Dianjurkan
Aktual
Istri Ambil Uang Suami Diam-diam, Ini Penjelasan Ulama dan Hukum
Istri Ambil Uang Suami Diam-diam, Ini Penjelasan Ulama dan Hukum
Aktual
Mudik Gratis Banten 2026 Dibuka, Daftar Mulai 18 Februari! Ini Rute, Syarat, dan Cara Ikut Jawara Mudik
Mudik Gratis Banten 2026 Dibuka, Daftar Mulai 18 Februari! Ini Rute, Syarat, dan Cara Ikut Jawara Mudik
Aktual
Dua Golongan yang Tidak Mendapat Ampunan di Malam Nisfu Sya'ban
Dua Golongan yang Tidak Mendapat Ampunan di Malam Nisfu Sya'ban
Doa dan Niat
Di Kairo, Menag Tekankan Pentingnya Ekoteologi dalam Menjaga Lingkungan
Di Kairo, Menag Tekankan Pentingnya Ekoteologi dalam Menjaga Lingkungan
Aktual
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Jawaban Lengkap Berapa Hari Lagi Puasa hingga Idul Fitri 2026
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Jawaban Lengkap Berapa Hari Lagi Puasa hingga Idul Fitri 2026
Aktual
Nisfu Syaban 2026: Lupa Niat Malam, Puasa Ayyamul Bidh Tetap Sah?
Nisfu Syaban 2026: Lupa Niat Malam, Puasa Ayyamul Bidh Tetap Sah?
Aktual
Mengungkap Fakta Hajar Aswad, Batu Suci Pusat Ibadah Umat Islam
Mengungkap Fakta Hajar Aswad, Batu Suci Pusat Ibadah Umat Islam
Aktual
Biaya Makan Jemaah Haji 2026 Kena Efisiensi, Kini Rp 180.000 Per Hari
Biaya Makan Jemaah Haji 2026 Kena Efisiensi, Kini Rp 180.000 Per Hari
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com