Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Cepat Dikabulkan? Ini Waktu Mustajab yang Dianjurkan

Kompas.com, 21 Januari 2026, 12:03 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dalam kehidupan seorang Muslim, doa menempati posisi yang sangat penting. Doa bukan sekadar permohonan, melainkan bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sementara Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah membuka pintu seluas-luasnya bagi hamba yang memohon kepada-Nya. Allah SWT berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Wa qāla rabbukum ud‘ūnī astajib lakum

Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan permohonanmu.” (QS. Ghafir: 60)

Namun, Islam juga mengajarkan bahwa terdapat waktu-waktu tertentu yang memiliki keutamaan khusus, di mana peluang terkabulnya doa lebih besar. Waktu-waktu ini dikenal sebagai waktu mustajab.

Konsep Waktu Mustajab dalam Islam

Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa waktu mustajab bukan berarti doa di luar waktu tersebut tidak diterima, melainkan pada waktu-waktu tertentu Allah memberikan keutamaan tambahan berupa rahmat, keberkahan, dan kemudahan pengabulan doa.

Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Latha’if Al-Ma’arif menyebutkan bahwa pemilihan waktu yang tepat untuk berdoa merupakan bagian dari adab berdoa yang diajarkan Rasulullah SAW.

Berikut sejumlah waktu mustajab doa yang dijelaskan dalam Al-Qur’an, hadis sahih, serta keterangan para ulama.

Baca juga: Doa Mustajab Nabi Musa AS agar Dimudahkan Segala Urusan

Sepertiga Malam Terakhir dan Waktu Sahur

Salah satu waktu paling utama untuk berdoa adalah sepertiga malam terakhir, yakni waktu menjelang fajar.

Pada waktu ini, Allah membuka pintu rahmat-Nya bagi hamba yang bangun untuk bermunajat. Allah SWT berfirman:

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Wa bil-ashāri hum yastaghfirūn

Artinya: “Dan pada waktu sahur mereka memohon ampun.” (QS. Adz-Dzariyat: 18)

Rasulullah SAW bersabda:

"Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni." (HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut Imam Ibn Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim, ayat dan hadis ini menunjukkan bahwa waktu sahur bukan hanya waktu makan sebelum puasa, tetapi momentum spiritual yang sangat besar nilainya.

Waktu Berbuka Puasa

Waktu berbuka puasa juga termasuk waktu yang penuh keberkahan. Dalam kondisi menahan lapar, haus, dan hawa nafsu, hati seorang hamba berada dalam keadaan tunduk dan khusyuk.

Rasulullah SAW bersabda:

"Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa doa orang yang berpuasa dikabulkan karena kondisi spiritual yang bersih dari syahwat dan kelalaian dunia.

Baca juga: Doa Mustajab di Masjid Nabawi: Melangitkan Harapan di Kota Rasulullah

Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam ini menjadi waktu istimewa untuk memanjatkan doa.

Allah SWT berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Lailatul qadri khairum min alfi syahr

Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah tentang doa terbaik di malam tersebut. Beliau menjawab:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi)

Saat Adzan dan Antara Adzan dan Iqamah

Ketika adzan dikumandangkan, pintu langit terbuka dan doa lebih mudah naik kepada Allah.

Rasulullah SAW bersabda:

"Doa tidak tertolak ketika adzan berkumandang dan ketika dua pasukan saling berhadapan." (HR. Abu Daud)

Selain itu, waktu antara adzan dan iqamah juga memiliki keutamaan khusus.

"Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak." (HR. Tirmidzi)

Dalam Syarh Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi menjelaskan bahwa jeda ini seharusnya dimanfaatkan untuk doa pribadi, bukan sekadar berbincang atau menyibukkan diri dengan hal duniawi.

Saat Sujud dalam Salat

Sujud adalah posisi paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya. Oleh karena itu, Rasulullah menganjurkan memperbanyak doa saat sujud.

Rasulullah SAW bersabda:

"Posisi terdekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah saat ia bersujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim)

Dalam kitab Fiqh As-Sunnah karya Sayyid Sabiq disebutkan bahwa doa dalam sujud boleh menggunakan bahasa Arab doa Al-Qur’an maupun doa permohonan pribadi selama isinya baik dan sesuai adab.

Hari Rabu antara Zuhur dan Ashar

Salah satu waktu yang jarang diketahui adalah hari Rabu antara Zuhur dan Ashar. Jabir bin Abdillah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berdoa di Masjid Al-Fath pada hari Senin, Selasa, dan Rabu, lalu dikabulkan pada hari Rabu di antara dua shalat.

Jabir berkata:

"Tidaklah aku menghadapi perkara berat kecuali aku memilih waktu itu untuk berdoa dan aku mendapati doaku dikabulkan." (HR. Ahmad)

Menurut Al-Hafizh Al-Mundziri, hadis ini menunjukkan adanya pengalaman praktik sahabat dalam menghidupkan waktu tersebut sebagai momentum doa.

Baca juga: Kapan Waktu Mustajab untuk Berdoa di Hari Jumat? Simak Penjelasannya

Setelah Salat Fardu

Waktu setelah salat fardu juga termasuk waktu yang dianjurkan untuk berdoa. Dalam Bulughul Maram karya Ibnu Hajar dijelaskan bahwa Rasulullah SAW sering memanjatkan dzikir dan doa setelah salam yang menunjukkan keutamaan momen tersebut.

Saat Turun Hujan dan Ketika Safar

Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa doa saat hujan turun dan doa orang yang sedang safar termasuk doa yang mustajab.

Dalam Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi memasukkan kedua waktu ini dalam bab khusus tentang waktu-waktu dikabulkannya doa.

Waktu mustajab merupakan karunia besar dari Allah agar manusia lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

Islam tidak hanya mengajarkan isi doa, tetapi juga momentum terbaik untuk memanjatkan permohonan.

Dengan memahami waktu-waktu mustajab, seorang Muslim dapat mengatur ritme ibadahnya secara lebih terarah dan bermakna.

Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an:

إِنَّ اللَّهَ قَرِيبٌ مُجِيبٌ

Innallāha qarībun mujīb

Artinya: “Sesungguhnya Allah Maha Dekat dan Maha Mengabulkan doa.” (QS. Hud: 61)

Dengan ikhtiar, kesungguhan, adab yang baik, dan pemilihan waktu yang utama, doa bukan hanya menjadi permohonan, tetapi juga jalan spiritual menuju ketenangan dan kedekatan dengan Allah SWT.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Bagaimana Izrail Mengetahui Ajal Manusia? Ini Penjelasan Islam
Bagaimana Izrail Mengetahui Ajal Manusia? Ini Penjelasan Islam
Doa dan Niat
Ayyamul Bidh: Definisi, Keutamaan Puasa, dan Hikmah Spiritual di Tengah Bulan Hijriyah
Ayyamul Bidh: Definisi, Keutamaan Puasa, dan Hikmah Spiritual di Tengah Bulan Hijriyah
Doa dan Niat
Antrean Jamaah Haji Indonesia 5,6 Juta Orang, Masa Tunggu 26 Tahun
Antrean Jamaah Haji Indonesia 5,6 Juta Orang, Masa Tunggu 26 Tahun
Aktual
Rangkuman Isra Miraj: Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Semalam dan Maknanya bagi Umat Islam
Rangkuman Isra Miraj: Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Semalam dan Maknanya bagi Umat Islam
Aktual
Doa Memohon Keberkahan di Bulan Sya’ban untuk Menyambut Ramadhan
Doa Memohon Keberkahan di Bulan Sya’ban untuk Menyambut Ramadhan
Doa dan Niat
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Tahajud dan Qiyamul Lail
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Tahajud dan Qiyamul Lail
Doa dan Niat
Dzikir Ringan Penenang Hati dan Pembuka Pintu Rezeki
Dzikir Ringan Penenang Hati dan Pembuka Pintu Rezeki
Doa dan Niat
Warga Indonesia, Simak Aturan Baru Ramadhan di Arab Saudi
Warga Indonesia, Simak Aturan Baru Ramadhan di Arab Saudi
Aktual
Doa Cepat Dikabulkan? Ini Waktu Mustajab yang Dianjurkan
Doa Cepat Dikabulkan? Ini Waktu Mustajab yang Dianjurkan
Aktual
Istri Ambil Uang Suami Diam-diam, Ini Penjelasan Ulama dan Hukum
Istri Ambil Uang Suami Diam-diam, Ini Penjelasan Ulama dan Hukum
Aktual
Mudik Gratis Banten 2026 Dibuka, Daftar Mulai 18 Februari! Ini Rute, Syarat, dan Cara Ikut Jawara Mudik
Mudik Gratis Banten 2026 Dibuka, Daftar Mulai 18 Februari! Ini Rute, Syarat, dan Cara Ikut Jawara Mudik
Aktual
Dua Golongan yang Tidak Mendapat Ampunan di Malam Nisfu Sya'ban
Dua Golongan yang Tidak Mendapat Ampunan di Malam Nisfu Sya'ban
Doa dan Niat
Di Kairo, Menag Tekankan Pentingnya Ekoteologi dalam Menjaga Lingkungan
Di Kairo, Menag Tekankan Pentingnya Ekoteologi dalam Menjaga Lingkungan
Aktual
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Jawaban Lengkap Berapa Hari Lagi Puasa hingga Idul Fitri 2026
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Jawaban Lengkap Berapa Hari Lagi Puasa hingga Idul Fitri 2026
Aktual
Nisfu Syaban 2026: Lupa Niat Malam, Puasa Ayyamul Bidh Tetap Sah?
Nisfu Syaban 2026: Lupa Niat Malam, Puasa Ayyamul Bidh Tetap Sah?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com