Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hitung Mundur Puasa 2026: Tinggal 20 Hari, Ini Persiapan Wajib

Kompas.com, 30 Januari 2026, 13:10 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Memasuki penghujung bulan Syaban, pencarian terkait “berapa hari lagi puasa 2026” terus meningkat di mesin pencari.

Fenomena ini menunjukkan antusiasme umat Islam di Indonesia dalam menyambut Ramadhan sebagai bulan pendidikan spiritual, sosial, dan moral.

Bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, Ramadhan adalah momentum transformasi diri yang membutuhkan kesiapan sejak jauh hari.

Baca juga: Mengapa Muhammadiyah Menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026? Ini Penjelasannya

Berdasarkan perhitungan kalender dan maklumat resmi, kini hitung mundur menuju Ramadhan 1447 H telah dimulai.

Jika dihitung dari hari ini, Jumat, 30 Januari 2026, maka waktu persiapan semakin sempit. Inilah fase krusial untuk memantapkan niat, memperbaiki ibadah, serta menata ulang pola hidup agar Ramadhan tidak berlalu begitu saja tanpa makna.

Awal Puasa Ramadhan 2026: Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Kementerian Agama RI melalui Kalender Hijriah Indonesia 2026 memprakirakan awal Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Meski demikian, penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang biasanya digelar pada akhir bulan Syaban.

Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan lebih awal melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 serta rujukan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Dengan demikian, jika dihitung dari 30 Januari 2026, maka:

  • Versi pemerintah: puasa Ramadhan tinggal 20 hari lagi.
  • Versi Muhammadiyah: puasa Ramadhan tinggal 19 hari lagi.

Perbedaan satu hari ini bukan hal baru dalam tradisi penetapan kalender Islam di Indonesia. Namun esensinya tetap sama yaitu waktu persiapan semakin singkat dan Ramadhan sudah di depan mata.

Baca juga: Hitung Mundur Puasa 2026: Kurang Berapa Hari Lagi Ramadhan 1447 H?

Ramadhan dalam Perspektif Al-Qur’an

Al-Qur’an menegaskan bahwa tujuan utama puasa bukan sekadar ritual formal, melainkan pembentukan karakter takwa. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

Yā ayyuhallażīna āmanū kutiba ‘alaikumush-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menunjukkan bahwa puasa adalah instrumen pendidikan spiritual yang bersifat universal.

Menurut Quraish Shihab dalam buku Tafsir Al-Mishbah, puasa melatih pengendalian diri, empati sosial, dan kedisiplinan moral yang berkelanjutan, bukan hanya selama Ramadhan, tetapi juga setelahnya.

Baca juga: Puasa Ramadhan: Siapa Wajib Qadha, Siapa Cukup Fidyah?

Mengapa Persiapan Sejak Sekarang Sangat Penting?

Dalam buku Fiqh Islam wa Adillathu karya Wahbah Az-Zuhaily dijelaskan bahwa kesiapan mental dan pemahaman hukum puasa menjadi faktor penentu kualitas ibadah Ramadhan.

Banyak orang gagal meraih nilai spiritual Ramadhan bukan karena kurang ibadah, tetapi karena tidak memahami prioritas dan adab dalam menjalankannya.

Ramadhan yang datang tanpa persiapan sering kali hanya menghasilkan rutinitas fisik, sahur, menahan lapar, berbuka, lalu kembali ke pola hidup lama.

Sebaliknya, Ramadhan yang dipersiapkan dengan baik akan menjadi titik balik perubahan perilaku.

Baca juga: Niat Puasa Ramadhan: Doa Sahur Rasulullah yang Jarang Diketahui

Langkah Strategis Menyambut Ramadhan 2026

Menyelesaikan Qadha Puasa Sebelum Syaban Berakhir

Dalam kitab Fiqh Islam wa Adillatuhu, Wahbah Az-Zuhaily menegaskan bahwa orang yang memiliki utang puasa wajib menyegerakan qadha sebelum Ramadhan berikutnya tiba.

Menunda tanpa uzur syar’i dapat menimbulkan kewajiban fidyah menurut sebagian pendapat ulama.

Karena itu, sisa hari di bulan Syaban sebaiknya dimanfaatkan untuk menyelesaikan tanggungan puasa sekaligus melatih tubuh menghadapi ritme Ramadhan.

Memperkuat Literasi Ibadah Puasa

Dalam buku Tuntunan Puasa Ramadhan karya Rudsiana dijelaskan bahwa memahami rukun, syarat sah, sunnah, dan pembatal puasa merupakan bekal utama agar ibadah tidak sia-sia. Kesalahan kecil, seperti lalai menjaga lisan atau emosi, dapat menggerus nilai pahala puasa.

Umar bin Abdul Aziz pernah mengingatkan:

“Barangsiapa beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka kerusakan yang ditimbulkannya lebih banyak daripada kebaikannya.”

Pesan ini relevan di era digital, ketika informasi keagamaan mudah diakses, tetapi sering tidak diverifikasi.

Menata Pola Hidup Sejak Sekarang

Ramadhan menuntut kesiapan fisik. Mengatur jam tidur, mengurangi konsumsi berlebihan, serta melatih puasa sunnah di bulan Syaban menjadi strategi adaptasi tubuh.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban sebagai bentuk latihan menjelang Ramadhan.

Memperbanyak Doa dan Persiapan Mental

Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, dianjurkan untuk memperbanyak doa menjelang datangnya waktu-waktu utama ibadah. Salah satu doa yang sering dibaca adalah:

Allahumma laa sahla illaa maa ja‘altahu sahlaa, wa anta taj‘alul hazna idza syi’ta sahlaa.

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah. Engkau mampu menjadikan kesulitan menjadi mudah jika Engkau kehendaki.”

Doa ini mencerminkan kesadaran bahwa kekuatan menjalani Ramadhan bukan semata hasil usaha manusia, melainkan karunia Allah SWT.

Baca juga: Yang Membatalkan Puasa Ramadhan: Ini 7 Hal yang Harus Dihindari

Hitung Mundur yang Menentukan Kualitas Ramadhan

Dengan sisa waktu kurang dari tiga pekan, umat Islam sejatinya berada di fase krusial persiapan.

Setiap hari yang berlalu tanpa perencanaan akan menjadi peluang yang hilang. Ramadhan tidak datang dua kali dalam setahun dan tidak semua orang diberi kesempatan bertemu kembali dengannya.

Karena itu, hitung mundur menuju Ramadhan 2026 bukan sekadar soal kalender, melainkan alarm spiritual untuk mulai berbenah.

Dari memperbaiki niat, menuntaskan utang puasa, memperdalam ilmu, hingga menata kebiasaan hidup, semuanya adalah investasi ibadah yang hasilnya akan terasa sepanjang bulan suci.

Ramadhan sudah di depan mata. Tinggal pertanyaannya, apakah kita siap menyambutnya sebagai tamu agung atau membiarkannya datang tanpa persiapan?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sidang Isbat Ramadhan: Ini Sejarah Panjang dan Perannya di Indonesia
Sidang Isbat Ramadhan: Ini Sejarah Panjang dan Perannya di Indonesia
Aktual
Bukan Amal Semata, Inilah Rahasia Utama Seseorang Masuk Surga
Bukan Amal Semata, Inilah Rahasia Utama Seseorang Masuk Surga
Doa dan Niat
Puasa Nisfu Syaban Tinggal Hitungan Hari, Ini Niat dan Amalan Istimewa
Puasa Nisfu Syaban Tinggal Hitungan Hari, Ini Niat dan Amalan Istimewa
Aktual
Sidang Isbat Awal Ramadhan 2026, Masjid IKN Masuk Daftar Titik Rukyat
Sidang Isbat Awal Ramadhan 2026, Masjid IKN Masuk Daftar Titik Rukyat
Aktual
Muhammadiyah: Wacana Polri di Bawah Kementerian Tak Sejalan Reformasi
Muhammadiyah: Wacana Polri di Bawah Kementerian Tak Sejalan Reformasi
Aktual
Sidang Isbat Ramadhan 2026 Ditetapkan 17 Februari, Ini Dasar Hisab-Rukyatnya
Sidang Isbat Ramadhan 2026 Ditetapkan 17 Februari, Ini Dasar Hisab-Rukyatnya
Aktual
Sidang Isbat Ramadan 2026 Digelar 17 Februari, Ini Jadwal dan Tahapannya
Sidang Isbat Ramadan 2026 Digelar 17 Februari, Ini Jadwal dan Tahapannya
Aktual
Niat Sholat Dhuha: Tata Cara, Waktu Terbaik, dan Keutamannya
Niat Sholat Dhuha: Tata Cara, Waktu Terbaik, dan Keutamannya
Doa dan Niat
Wamenhaj: Petugas Haji Bukan ‘Nebeng’ Naik Haji, Fokus Layani Jemaah
Wamenhaj: Petugas Haji Bukan ‘Nebeng’ Naik Haji, Fokus Layani Jemaah
Aktual
PMA Nomor 1 Tahun 2026 Terbit, Kemenag Perkuat Dasar Hukum Sidang Isbat
PMA Nomor 1 Tahun 2026 Terbit, Kemenag Perkuat Dasar Hukum Sidang Isbat
Aktual
Apakah Membaca Yasin 3 Kali di Malam Nisfu sya'ban Ada Dasarnya? Simak Penjelasannya
Apakah Membaca Yasin 3 Kali di Malam Nisfu sya'ban Ada Dasarnya? Simak Penjelasannya
Doa dan Niat
Apakah Menyentuh Benda Najis Membatalkan Wudhu? Ini Penjelasan Para Ulama
Apakah Menyentuh Benda Najis Membatalkan Wudhu? Ini Penjelasan Para Ulama
Doa dan Niat
Hitung Mundur Puasa 2026: Tinggal 20 Hari, Ini Persiapan Wajib
Hitung Mundur Puasa 2026: Tinggal 20 Hari, Ini Persiapan Wajib
Aktual
PBNU Pulihkan Gus Yahya sebagai Ketua Umum, Tegaskan Islah Tuntas
PBNU Pulihkan Gus Yahya sebagai Ketua Umum, Tegaskan Islah Tuntas
Aktual
PBNU Tetapkan Jadwal Munas, Konbes, dan Muktamar Ke-35 NU 2026
PBNU Tetapkan Jadwal Munas, Konbes, dan Muktamar Ke-35 NU 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com