Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wamenhaj: Petugas Haji Bukan ‘Nebeng’ Naik Haji, Fokus Layani Jemaah

Kompas.com, 30 Januari 2026, 14:54 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak kembali mengingatkan seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) agar meniatkan diri sepenuhnya sebagai pelayan jamaah, bukan justru memanfaatkan tugas untuk “nebeng” berhaji.

Penegasan itu disampaikan Dahnil saat pengukuhan petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat.

“Kami itu ingin memastikan petugas haji itu niat utamanya adalah menjadi petugas haji, bukan orang-orang yang nebeng naik haji. Karena mereka sudah dilatih cukup lama sebagai sebuah tim,” ujar Dahnil dilansir dari Antaranews, Jumat (30/1/2026).

Baca juga: Diklat Semi-Militer, Kemenhaj: Hanya Petugas Haji Bugar, Disiplin, dan Berintegritas Berangkat ke Arab Saudi

Ia menjelaskan, para PPIH Arab Saudi telah menjalani pelatihan dan pendidikan selama 20 hari di Asrama Haji Pondok Gede.

Setelah itu, mereka masih akan mengikuti pendidikan dan pelatihan lanjutan secara daring selama 10 hari.

Menurut Dahnil, profil petugas haji tahun ini sangat beragam. Mereka berasal dari latar belakang berbeda, mulai dari dokter, aparat keamanan, jurnalis, hingga profesor dan akademisi. Namun, saat bertugas di Tanah Suci, semua harus melebur dalam satu identitas: petugas haji.

“Mereka harus menanggalkan identitas yang melekat pada dirinya ketika bertugas melayani tamu-tamu Allah SWT. Tidak ada perlakuan istimewa, semua setara,” tegasnya.

Dahnil menilai pola pembinaan ini penting untuk menjawab kritik publik yang selama ini muncul, terkait adanya oknum petugas yang justru memanfaatkan kesempatan bertugas untuk beribadah haji secara pribadi.

“Kita harapkan dengan pola ini kita bisa menjawab kritik publik selama ini untuk menghindari ada orang-orang yang nebeng naik haji,” katanya.

Baca juga: Tak Ada Perlakuan Khusus, Enam Calon Petugas Haji Dicopot saat Diklat PPIH 2026

Ia juga mengungkapkan, metode pendidikan semi militer yang diterapkan selama diklat bertujuan membangun kekompakan, kedisiplinan, serta komando yang terarah. Hal ini dinilai krusial agar pelayanan kepada jamaah di Tanah Suci berjalan efektif.

“Jadi jangan kemudian mereka memposisikan diri sebagai jamaah. Karena banyak yang terjadi sebelumnya, petugas haji itu malah jadi minta dilayani,” ujar Dahnil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Sidang Isbat 19 Maret 2026, Ini Mekanisme dan Prediksinya
Kemenag Gelar Sidang Isbat 19 Maret 2026, Ini Mekanisme dan Prediksinya
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Solo Hari Ini 18 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Solo Hari Ini 18 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kabupaten Sleman Hari Ini 18 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kabupaten Sleman Hari Ini 18 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 18 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 18 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini 18 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini 18 Maret 2026
Aktual
Lebih dari 1 Juta Al-Quran Disediakan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Selama Ramadhan
Lebih dari 1 Juta Al-Quran Disediakan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Selama Ramadhan
Aktual
Iran Luncurkan Rudal Sejjil ke AS-Israel, Batu Neraka Pemusnah Abrahah
Iran Luncurkan Rudal Sejjil ke AS-Israel, Batu Neraka Pemusnah Abrahah
Aktual
Khutbah Idul Fitri Muhammadiyah: Dari Madrasah Ramadan Menuju Peradaban Unggul
Khutbah Idul Fitri Muhammadiyah: Dari Madrasah Ramadan Menuju Peradaban Unggul
Aktual
Jelang Malam 29 Ramadhan, Arab Saudi Siapkan Layanan Bagi Jemaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Jelang Malam 29 Ramadhan, Arab Saudi Siapkan Layanan Bagi Jemaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Aktual
Lokasi Sholat Idul Fitri Muhammadiyah 20 Maret 2026 di Tangerang
Lokasi Sholat Idul Fitri Muhammadiyah 20 Maret 2026 di Tangerang
Aktual
Prediksi Astronom Maroko: Idul Fitri 2026 Jatuh 21 Maret
Prediksi Astronom Maroko: Idul Fitri 2026 Jatuh 21 Maret
Aktual
Mengapa Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret 2026? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Mengapa Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret 2026? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Aktual
Lokasi Sholat Idul Fitri Muhammadiyah 20 Maret 2026 di Kota Semarang
Lokasi Sholat Idul Fitri Muhammadiyah 20 Maret 2026 di Kota Semarang
Aktual
Lebaran 2026 Jadi Momen Haru, 99 Napi di Jabar Langsung Bebas
Lebaran 2026 Jadi Momen Haru, 99 Napi di Jabar Langsung Bebas
Aktual
Ansor Blora Buka 5 Posko Mudik di Jalur Strategis, Pemudik Bisa Istirahat Gratis
Ansor Blora Buka 5 Posko Mudik di Jalur Strategis, Pemudik Bisa Istirahat Gratis
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com