Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat Sholat Dhuha: Tata Cara, Waktu Terbaik, dan Keutamannya

Kompas.com, 30 Januari 2026, 15:07 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Waktu pagi adalah waktu yang penuh keberkahan dalam Islam. Banyak amalan dianjurkan dikerjakan sejak matahari terbit, mulai dari bekerja, bersedekah, berdzikir, hingga melaksanakan sholat Dhuha. Sholat sunnah ini dikenal sebagai salah satu amalan pembuka pintu rezeki dan tanda kembalinya seorang hamba kepada Allah SWT.

Sholat Dhuha juga disebut shalat awwabin, yaitu shalatnya orang-orang yang gemar bertaubat. Karena itu, ibadah ini sangat dianjurkan untuk menjadi rutinitas harian seorang Muslim.

Artikel ini membahas lengkap tentang sholat Dhuha: mulai dari waktu pelaksanaan, niat, tata cara, doa, hingga keutamaannya berdasarkan hadis para ulama.

Baca juga: Kapan Waktu Shalat Dhuha: Awal, Akhir, dan Jam Terbaiknya

Apa Itu Sholat Dhuha?

Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi setelah matahari terbit sempurna hingga menjelang waktu Dzuhur. Para ulama memasukkannya sebagai sholat sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah).

Sholat Dhuha menjadi ibadah untuk mengisi jeda ibadah antara sholat Subuh dan Dzuhur. Sholat ini bisa menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT saat manusia sedang disibukkan dengan berbagai aktivitas kerja.

Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha

Waktu sholat Dhuha dimulai ketika matahari telah naik setinggi sepenggalah, sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit, dan berakhir sebelum matahari tergelincir (zawal), sekitar 15–20 menit sebelum Dzuhur.

Secara praktik, waktu amannya adalah sekitar pukul 07.00 – 11.00. Namun ada waktu terbaik untuk mengerjakan sholat Dhuha, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Artinya: “Shalat awwabin (shalat Dhuha) dilakukan ketika anak unta mulai kepanasan (oleh terik matahari).” (HR. Muslim dan At Tirmidzi)

Para ulama menjelaskan ini kira-kira di seperempat siang, sekitar pukul 09.00–11.00.

Niat Sholat Dhuha

Niat dilakukan di dalam hati sebelum takbiratul ihram. Boleh dilafalkan untuk membantu menghadirkan niat.

Arab:

أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Ushalli sunnatadh dhuhaa rak‘ataini lillaahi ta‘aala.

Artinya:

“Saya niat shalat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Baca juga: Bukan Meminta Rezeki, Inilah Doa Sholat Dhuha yang Diajarkan Nabi

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha

Minimal sholat Dhuha adalah 2 rakaat. Jumlah maksimalnya tidak dibatasi, dikerjakan dua rakaat salam.

Hadits riwayat Aisyah RA:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat Dhuha empat rakaat, dan beliau menambah sesuai kehendak Allah.” (HR. Muslim, An-Nasa’i, Ibnu Majah)

Syaikh Prof. Dr. Muhammad Musthafa Az Zuhaily dalam Fiqh Bulughul Maram menerangkan rakaat minimal sholat Dhuha dua rakaat, yang sempurna adalah delapan rakaat, di tengah-tengahnya adalah empat atau enam rakaat.

Tata Cara Sholat Dhuha

Tata cara sholat Dhuha sama seperti sholat sunnah dua rakaat pada umumnya:

  • Niat
  • Takbiratul ihram
  • Doa iftitah
  • Membaca Al-Fatihah
  • Membaca surat Al-Qur’an
  • Rukuk
  • I’tidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Berdiri rakaat berikutnya
  • Tasyahud akhir
  • Salam

Tidak ada surat khusus yang disunnahkan untuk dibaca, namun sebagian ulama menganjurkan membaca Surat Adh-Dhuha dan surat Surat Asy-Syams. Bila lebih dari dua rakaat, bisa membaca surat-surat lainnya.

Baca juga: Panduan Lengkap Sholat Dhuha: Waktu, Niat, Tata Cara, Doa, dan Keutamaannya

Doa Setelah Sholat Dhuha

Doa sholat Dhuha yang populer di masyarakat tidak berasal dari hadis shahih, namun berisi permohonan rezeki yang baik dan boleh dibaca sebagai doa umum.

Arab:

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ. بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Latin:

Allaahumma innadh dhuhaa’a dhuhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fissamaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi dhuhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash shalihiin.

Artinya:

Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila susah didapat maka mudahkanlah, apabila haram maka sucikanlah, apabila jauh maka dekatkanlah. Ya Allah dengan hak dhuha-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.

Sementara doa yang shahih dari Nabi Muhammad SAW adalah doa berikut:

Arab:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Latin:

Allaahummaghfirlii watub 'alayya, innaka antat tawwabur rahiim.

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Baca juga: Sholat Dhuha dan Doa-doanya, Amalan Pagi yang Diyakini Membuka Rezeki

7 Keutamaan Sholat Dhuha Berdasarkan Hadits

Keutamaan Sholat Dhuha Sholat dhuha mempunyai beberapa keutamaan, antara lain:

1. Allah akan Memberikan Kecukupan

Bagi orang yang mengerjakan sholat dhuha, Allah akan mencukupi kebutuhannya. Hal ini selaras dengan yang disampaikan Rasulullah SAW dalam haditsnya:

يا ابنَ آدمَ اركعْ لي من أولِ النهارِ أربعَ ركَعاتٍ أكْفِكَ آخِرَه

Artinya: "Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (shalat dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari" (H.R. At Tirmidzi).

2. Sholat Dhuha Sebagai Sedekah

Sedekah dalam hal ini adalah sedekah untuk persendian yang dimiliki manusia.

يُصْبِحُ علَى كُلِّ سُلَامَى مِن أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بالمَعروفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِن ذلكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُما مِنَ الضُّحَى

Artinya: "Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan sholat dhuha dua rakaat" (H.R. Muslim).

3. Diampuni Dosa-dosanya

Dengan rutin melaksanakan sholat dhuha, Allah akan mengampuni dosa-dosa bagi yang mengerjakannya.

مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةٍ الضُّحَى غُفِرَلَهُ ذُنُوْبَهُ وَ اِنْ كَانَتْ مِثْلُ زَبَدِ الْبَخْرِ

Artinya: "Barang siapa yang menjaga sholat dhuha, maka dosa dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan." (H.R. At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

4. Dibangunkan Rumah di Surga

Bagi yang mampu mengerjakan sholat dhuha secara maksimal, Allah akan membangunkannya rumah di surga.

"Siapa saja yang mengerjakan sholat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya sebuah istana yang terbuat dari emas di surga" (H.R. Ibnu Majah).

Baca juga: Lima Keutamaan Sholat Dhuha, Dari Ampunan Dosa hingga Istana di Surga

5. Sholat Dhuha Lebih Baik dari Harta Rampasan Perang

Rasulullah pernah mengutus pasukan untuk menjalankan suatu misi peperangan. Pasukan itu kembali dengan cepat membawa rampasan perang yang banyak. Rasulullah SAW kemudian menyampaikan ada yang lebih baik dari hal itu, yaitu sholat dhuha.

Rasulullah SAW kemudian bersabda: "Barangsiapa yang berwudu kemudian berangkat ke masjid untuk melakukan sholat Duha, maka itulah yang lebih dekat tempat perangnya, lebih banyak harta rampasan perangnya, dan lebih cepat kepulangannya” (H.R. Ahmad dan Ath Thabrani).

6. Pahalanya Seperti Pahala Umrah

Salah satu keutamaan sholat dhuha adalah seperti mendapatkan pahala umroh.

"Dan barangsiapa yang keluar dari rumahnya untuk melaksanakan sholat Duha, dia tidak mempunyai niat kecuali itu, maka pahalanya seperti orang yang sedang umrah" (H.R. Abu Daud dan Ahmad).

7. Digolongkan Sebagai Orang-orang yang Bertaubat

Sholat dhuha disebut juga sholat awwabin yaitu shalatnya orang-orang yang gemar bertaubat dan kembali kepada Allah SWT.

“Tidaklah seseorang itu (konsisten) menjaga sholat Dhuha, kecuali ia termasuk orang-orang yang gemar bertaubat (dan kembali kepada Allah Ta’ala)” (H.R. Ibnu Khuzaimah).

Baca juga: Bacaan Doa Setelah Shalat Dhuha untuk Membuka Pintu Rezeki

Penutup

Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan dengan keutamaan besar: sedekah harian, penghapus dosa, sebab kecukupan, dan tanda taubat seorang hamba. Waktunya luas dan pelaksanaannya ringan, sehingga sangat layak dijadikan amalan rutin setiap pagi.

Dengan membiasakan sholat Dhuha, seorang Muslim memulai harinya dengan ibadah, doa, dan harapan akan keberkahan rezeki dari Allah SWT. Selain itu, orang yang rutin mengerjakan sholat Dhuha akan dicatat sebagai orang-orang yang bertaubat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sidang Isbat 17 Februari 2026: Kenapa Masjid IKN Dipilih untuk Rukyat?
Sidang Isbat 17 Februari 2026: Kenapa Masjid IKN Dipilih untuk Rukyat?
Aktual
Sidang Isbat Ramadhan: Ini Sejarah Panjang dan Perannya di Indonesia
Sidang Isbat Ramadhan: Ini Sejarah Panjang dan Perannya di Indonesia
Aktual
Bukan Amal Semata, Inilah Rahasia Utama Seseorang Masuk Surga
Bukan Amal Semata, Inilah Rahasia Utama Seseorang Masuk Surga
Doa dan Niat
Puasa Nisfu Syaban Tinggal Hitungan Hari, Ini Niat dan Amalan Istimewa
Puasa Nisfu Syaban Tinggal Hitungan Hari, Ini Niat dan Amalan Istimewa
Aktual
Sidang Isbat Awal Ramadhan 2026, Masjid IKN Masuk Daftar Titik Rukyat
Sidang Isbat Awal Ramadhan 2026, Masjid IKN Masuk Daftar Titik Rukyat
Aktual
Muhammadiyah: Wacana Polri di Bawah Kementerian Tak Sejalan Reformasi
Muhammadiyah: Wacana Polri di Bawah Kementerian Tak Sejalan Reformasi
Aktual
Sidang Isbat Ramadhan 2026 Ditetapkan 17 Februari, Ini Dasar Hisab-Rukyatnya
Sidang Isbat Ramadhan 2026 Ditetapkan 17 Februari, Ini Dasar Hisab-Rukyatnya
Aktual
Sidang Isbat Ramadan 2026 Digelar 17 Februari, Ini Jadwal dan Tahapannya
Sidang Isbat Ramadan 2026 Digelar 17 Februari, Ini Jadwal dan Tahapannya
Aktual
Niat Sholat Dhuha: Tata Cara, Waktu Terbaik, dan Keutamannya
Niat Sholat Dhuha: Tata Cara, Waktu Terbaik, dan Keutamannya
Doa dan Niat
Wamenhaj: Petugas Haji Bukan ‘Nebeng’ Naik Haji, Fokus Layani Jemaah
Wamenhaj: Petugas Haji Bukan ‘Nebeng’ Naik Haji, Fokus Layani Jemaah
Aktual
PMA Nomor 1 Tahun 2026 Terbit, Kemenag Perkuat Dasar Hukum Sidang Isbat
PMA Nomor 1 Tahun 2026 Terbit, Kemenag Perkuat Dasar Hukum Sidang Isbat
Aktual
Apakah Membaca Yasin 3 Kali di Malam Nisfu sya'ban Ada Dasarnya? Simak Penjelasannya
Apakah Membaca Yasin 3 Kali di Malam Nisfu sya'ban Ada Dasarnya? Simak Penjelasannya
Doa dan Niat
Apakah Menyentuh Benda Najis Membatalkan Wudhu? Ini Penjelasan Para Ulama
Apakah Menyentuh Benda Najis Membatalkan Wudhu? Ini Penjelasan Para Ulama
Doa dan Niat
Hitung Mundur Puasa 2026: Tinggal 20 Hari, Ini Persiapan Wajib
Hitung Mundur Puasa 2026: Tinggal 20 Hari, Ini Persiapan Wajib
Aktual
PBNU Pulihkan Gus Yahya sebagai Ketua Umum, Tegaskan Islah Tuntas
PBNU Pulihkan Gus Yahya sebagai Ketua Umum, Tegaskan Islah Tuntas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com