Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Momen Hangat, 150 Mualaf Eks-Baduy Buka Puasa Bersama Kang Maman

Kompas.com, 9 Maret 2026, 15:41 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di sebuah kampung di Ciater, Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, terasa lebih hangat dari biasanya.

Ratusan warga berkumpul dengan wajah penuh harap, menanti adzan magrib yang akan menandai berakhirnya puasa hari itu.

Di tempat sederhana tersebut, kegiatan buka puasa bersama digelar oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bersama sejumlah mitra, termasuk pegiat literasi nasional Maman Suherman yang akrab disapa Kang Maman.

Acara ini melibatkan sekitar 150 warga mualaf eks-Baduy yang selama beberapa tahun terakhir mendapat pendampingan keagamaan dan sosial.

Momentum berbuka puasa bersama ini bukan sekadar agenda rutin Ramadan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan relawan, tokoh masyarakat, dan komunitas mualaf dalam suasana kebersamaan.

Kebersamaan di Tengah Komunitas Mualaf Eks-Baduy

Kegiatan buka puasa bersama berlangsung pada Sabtu (7/3/2026) di wilayah Ciater, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Ratusan warga, termasuk anak-anak dan para relawan, tampak berkumpul sejak sore hari. Mereka menunggu waktu berbuka sambil berbincang dan menikmati kebersamaan yang jarang terjadi di hari-hari biasa.

Komunitas mualaf eks-Baduy di wilayah ini telah mendapatkan pembinaan selama kurang lebih enam tahun melalui program dakwah yang dijalankan oleh BMH.

Pendampingan tersebut dilakukan oleh dai lapangan, salah satunya Ustadz Suprianto, yang secara rutin mendampingi masyarakat dalam belajar agama dan penguatan sosial.

Bagi sebagian warga, momen berbuka puasa bersama seperti ini menjadi pengalaman yang membahagiakan karena mereka dapat merasakan kebersamaan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Baca juga: Itikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan: Pengertian, Hukum Keluar Masjid, dan Amalan yang Dianjurkan

Kebahagiaan Sederhana yang Menghangatkan

Salah satu warga mualaf eks-Baduy, Mang Edo, mengungkapkan rasa syukurnya atas kegiatan tersebut.

Ia mengaku bahagia karena perhatian yang diberikan tidak hanya berupa makanan berbuka, tetapi juga hadiah kecil yang membawa kegembiraan bagi anak-anak.

“Alhamdulillah, kami senang sekali. Selain buka puasa bersama, anak-anak juga dapat hadiah mainan mobil dari Kang Maman,” ujarnya dengan senyum.

Keceriaan anak-anak yang menerima hadiah sederhana itu menjadi pemandangan yang mencairkan suasana. Di tengah keterbatasan, kebahagiaan kecil seperti itu terasa begitu berarti.

Pelajaran dari Kesederhanaan

Bagi Kang Maman, kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar berbagi makanan berbuka puasa.

Menurutnya, masyarakat mualaf eks-Baduy justru menunjukkan nilai kehidupan yang sering terlupakan dalam kehidupan modern.

“Masyarakat di sini dengan kesederhanaannya mengajarkan kita tentang makna saling menguatkan, saling membantu, dan saling peduli,” ujar Kang Maman.

Ia menilai nilai-nilai kebersamaan seperti itu mulai jarang terlihat di masyarakat perkotaan yang cenderung sibuk dengan kehidupan masing-masing.

Karena itu, pertemuan dengan komunitas seperti ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah masyarakat sering kali lahir dari solidaritas dan kepedulian antarwarganya.

Baca juga: 5 Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di Jakarta pada 10 Malam Terakhir Ramadhan

Kolaborasi untuk Pemberdayaan Mualaf

Selain buka puasa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan dialog mengenai kesejahteraan masyarakat.

Tim dari komunitas Impact Plus Mahasiswa Universitas Indonesia turut hadir untuk melakukan observasi serta berdiskusi mengenai potensi penguatan program pemberdayaan bagi komunitas mualaf eks-Baduy.

Public Relations BMH, Imam Nawawi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menunjukkan bagaimana budaya kebaikan masih hidup di tengah masyarakat Indonesia.

Menurutnya, kebaikan sering kali menjadi penghubung bagi orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal untuk bekerja sama dalam kegiatan sosial.

“Ini adalah bukti bahwa nilai-nilai kebaikan masih kuat di negeri ini. Kebaikan membuat orang yang tidak saling mengenal bisa bergerak bersama dalam kebersamaan yang membahagiakan,” katanya.

Baca juga: Doa Lailatul Qadar yang Dianjurkan Rasulullah, Dibaca Saat 10 Malam Terakhir Ramadhan

Ramadan sebagai Momentum Berbagi

Bulan Ramadan memang kerap menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial. Tradisi berbagi makanan berbuka, memberikan santunan, hingga kegiatan sosial lainnya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama bulan suci ini.

Kegiatan yang dilakukan BMH bersama para relawan menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan dalam program besar.

Kebersamaan sederhana pun dapat membawa dampak yang berarti bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, kegiatan seperti ini diharapkan tidak hanya menghadirkan kebahagiaan sesaat, tetapi juga membuka peluang bagi program pemberdayaan yang lebih berkelanjutan.

Dengan pendampingan yang terus berjalan, masyarakat mualaf eks-Baduy diharapkan dapat semakin mandiri, baik secara spiritual maupun sosial, sekaligus tetap menjaga nilai kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan mereka.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar