Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

12 Bulan Hijriah: Urutan, Makna, dan Bulan Haram dalam Islam

Kompas.com, 14 April 2026, 13:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kalender Islam atau Hijriah bukan sekadar sistem penanggalan. Ia adalah penanda perjalanan spiritual umat Muslim, yang mengikat waktu dengan ibadah, sejarah, dan nilai-nilai keimanan.

Berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis matahari, kalender Hijriah mengikuti peredaran bulan (lunar).

Dalam satu tahun, terdapat 12 bulan dengan jumlah hari sekitar 354 atau 355 hari. Perbedaan ini membuat tanggal-tanggal penting dalam Islam, seperti Ramadan dan haji, terus bergeser setiap tahun dalam kalender Masehi.

Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, dijelaskan bahwa penanggalan Hijriah memiliki kaitan erat dengan pelaksanaan ibadah, sehingga memahami urutan dan maknanya menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim.

Sistem Kalender Hijriah dan Dasarnya dalam Islam

Penetapan kalender Hijriah dimulai pada masa Umar bin Khattab sebagai khalifah. Tahun pertama Hijriah dihitung dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.

Al-Qur’an sendiri menegaskan bahwa jumlah bulan dalam setahun adalah dua belas, sebagaimana disebut dalam Surah At-Taubah ayat 36.

Empat di antaranya merupakan bulan haram (suci), yang memiliki kedudukan khusus dalam Islam.

Menurut Wahbah Az-Zuhaili dalam Fiqh Islam wa Adillatuhu, bulan-bulan ini bukan hanya penanda waktu, tetapi juga memiliki dimensi hukum dan spiritual yang memengaruhi berbagai aspek ibadah.

Baca juga: Kisah Pernikahan Rasulullah dan Aisyah di Bulan Syawal, Penuh Hikmah

Urutan 12 Bulan dalam Kalender Islam dan Maknanya

1. Muharram (المحرّم)

Bulan pertama ini termasuk bulan haram yang dimuliakan. Kata “Muharram” berarti “yang diharamkan”, merujuk pada larangan peperangan di masa lalu.

Salah satu momen penting adalah Hari Asyura, yang dianjurkan diisi dengan puasa dan amal kebaikan.

2. Safar (صفر)

Bulan kedua ini sering disalahpahami sebagai bulan sial pada masa Jahiliyah. Namun Islam menolak anggapan tersebut.

Dalam hadis, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa tidak ada kesialan dalam bulan tertentu. Safar menjadi pengingat bahwa takdir hanya berasal dari Allah.

3. Rabiul Awal (ربيع الأول)

Bulan ini dikenal sebagai waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW. Banyak umat Islam memperingatinya melalui tradisi Maulid Nabi.

Dalam buku Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, bulan ini juga mencatat berbagai peristiwa penting dalam kehidupan Rasulullah.

4. Rabiul Akhir (ربيع الآخر)

Disebut juga Rabiuts Tsani, bulan ini melanjutkan fase Rabiul Awal. Meski tidak memiliki peristiwa besar yang populer, bulan ini tetap menjadi bagian penting dalam kronologi sejarah Islam.

5. Jumadil Awal (جمادى الأولى)

Nama “Jumada” merujuk pada kondisi beku atau kering, yang mencerminkan musim dingin di Jazirah Arab saat penamaan bulan ini.

Bulan ini sering menjadi referensi dalam catatan sejarah Islam klasik.

6. Jumadil Akhir (جمادى الآخرة)

Kelanjutan dari Jumadil Awal, bulan ini juga dikenal sebagai Jumadal Tsaniyah. Ia memperkuat pemahaman bahwa penamaan bulan dalam Islam memiliki latar belakang geografis dan budaya.

Baca juga: Kalender Bulan Syawal 1447 H Lengkap dengan Penanggalan Masehi dan Kalender Jawa

7. Rajab (رجب)

Rajab termasuk bulan haram yang dimuliakan. Salah satu peristiwa penting yang sering dikaitkan dengannya adalah Isra Mi’raj, perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW.

Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menyebut Rajab sebagai bulan untuk memperbanyak amal sebagai persiapan menuju Ramadan.

8. Sya’ban (شعبان)

Bulan kedelapan ini menjadi pengantar menuju Ramadan. Rasulullah SAW dikenal memperbanyak puasa sunnah di bulan ini.

Malam Nisfu Sya’ban juga dianggap sebagai momen penting untuk memperbanyak doa dan introspeksi diri.

9. Ramadan (رمضان)

Ramadan adalah bulan paling mulia dalam Islam. Di bulan ini, umat Muslim diwajibkan berpuasa. Selain itu, terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Dalam buku The Study Quran, Ramadan disebut sebagai periode transformasi spiritual yang paling intens dalam Islam.

10. Syawal (شوّال)

Syawal menandai berakhirnya Ramadan dengan perayaan Idul Fitri. Umat Islam juga dianjurkan menjalankan puasa enam hari di bulan ini sebagai penyempurna pahala Ramadan.

11. Zulkaidah (ذو القعدة)

Zulkaidah adalah salah satu bulan haram. Pada masa lalu, bulan ini digunakan untuk menghentikan peperangan dan mempersiapkan ibadah haji.

Peristiwa penting seperti Perjanjian Hudaibiyah juga terjadi pada bulan ini.

12. Zulhijah (ذو الحجة)

Bulan terakhir ini menjadi puncak ibadah haji. Pada tanggal 10 Zulhijah, umat Islam merayakan Idul Adha. Sepuluh hari pertama bulan ini juga dianggap sebagai hari-hari terbaik untuk beribadah.

Baca juga: Kalender Bulan Syawal 1447 H Lengkap dengan Penanggalan Masehi dan Kalender Jawa

Makna Spiritual di Balik 12 Bulan Hijriah

Jika diperhatikan, setiap bulan dalam kalender Hijriah tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu, tetapi juga membentuk siklus spiritual umat Islam.

Dari Muharram yang penuh refleksi, Ramadan yang sarat ibadah, hingga Zulhijah yang menjadi puncak pengorbanan, seluruhnya membentuk ritme kehidupan yang terarah.

Dalam perspektif Islam, waktu bukan sekadar angka, tetapi amanah. Setiap bulan membawa pesan yang mengajak manusia untuk terus memperbaiki diri.

Kalender yang Menghidupkan Iman

Memahami 12 bulan dalam kalender Islam bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperdalam kesadaran spiritual.

Di tengah kehidupan modern yang sering kali melupakan makna waktu, kalender Hijriah hadir sebagai pengingat bahwa setiap detik memiliki nilai ibadah.

Dari awal hingga akhir tahun, dari Muharram hingga Zulhijah, umat Islam diajak untuk menjalani hidup dengan ritme yang tidak hanya teratur, tetapi juga penuh makna. Sebab pada akhirnya, waktu dalam Islam bukan sekadar berjalan, ia membimbing.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
6 Calon Petugas Haji 2026 Gugur saat Diklat PPIH Arab Saudi, Terkendala Masalah Kesehatan dan Disiplin
6 Calon Petugas Haji 2026 Gugur saat Diklat PPIH Arab Saudi, Terkendala Masalah Kesehatan dan Disiplin
Aktual
DPR Tegas! Kenaikan Biaya Penerbangan Haji Harus Ditanggung Negara, Bukan Jemaah
DPR Tegas! Kenaikan Biaya Penerbangan Haji Harus Ditanggung Negara, Bukan Jemaah
Aktual
Halalbihalal Kompas Gramedia: Tradisi Tahunan yang Menyatukan Keberagaman
Halalbihalal Kompas Gramedia: Tradisi Tahunan yang Menyatukan Keberagaman
Aktual
Pasutri Pedagang Pecel Lele di Bekasi Tertipu Modus Percepatan Haji, Uang Rp600 Juta Raib
Pasutri Pedagang Pecel Lele di Bekasi Tertipu Modus Percepatan Haji, Uang Rp600 Juta Raib
Aktual
Penipuan Percepatan Haji Ditemukan di Bekasi, Puluhan Warga Hampir Jadi Korban
Penipuan Percepatan Haji Ditemukan di Bekasi, Puluhan Warga Hampir Jadi Korban
Aktual
Persiapan Jemaah Haji Bengkulu Masuk Tahap Akhir, Jemaah Mulai Masuk Asrama 23 April
Persiapan Jemaah Haji Bengkulu Masuk Tahap Akhir, Jemaah Mulai Masuk Asrama 23 April
Aktual
Kesiapan Haji 2026 Dibahas di DPR, Menhaj Soroti Fasilitas hingga Biaya Penerbangan
Kesiapan Haji 2026 Dibahas di DPR, Menhaj Soroti Fasilitas hingga Biaya Penerbangan
Aktual
6 Penghalang Doa dalam Islam, Ini Penyebab Doa Sulit Dikabulkan
6 Penghalang Doa dalam Islam, Ini Penyebab Doa Sulit Dikabulkan
Doa dan Niat
Haji 2026 Hanya untuk Pemegang Visa Resmi, Arab Saudi Tegaskan Sanksi Berat bagi Pelanggar
Haji 2026 Hanya untuk Pemegang Visa Resmi, Arab Saudi Tegaskan Sanksi Berat bagi Pelanggar
Aktual
Kuota Haji Fakfak 2026 Turun Jadi 17 Orang, Antrean Tembus 1.227 Calon Jemaah
Kuota Haji Fakfak 2026 Turun Jadi 17 Orang, Antrean Tembus 1.227 Calon Jemaah
Aktual
Doa Mustajab di Makam Ibrahim Saat Tawaf, Ini Bacaan Lengkapnya
Doa Mustajab di Makam Ibrahim Saat Tawaf, Ini Bacaan Lengkapnya
Aktual
Apakah Telinga Berdengung Tanda Dibicarakan? Ini Menurut Islam & Medis
Apakah Telinga Berdengung Tanda Dibicarakan? Ini Menurut Islam & Medis
Aktual
Bacaan Doa Awal Bulan Zulkaidah: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Bacaan Doa Awal Bulan Zulkaidah: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Aktual
Hukum Kurban untuk Orang Meninggal, Boleh atau Tidak? Ini Kata Ulama
Hukum Kurban untuk Orang Meninggal, Boleh atau Tidak? Ini Kata Ulama
Aktual
Biaya Penerbangan Haji 2026 Naik Rp 1,77 Triliun, Kemenhaj Gandeng Kejagung Cari Solusi
Biaya Penerbangan Haji 2026 Naik Rp 1,77 Triliun, Kemenhaj Gandeng Kejagung Cari Solusi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com