Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saudi Luncurkan "Haji Tanpa Bagasi" 2026, Koper Sampai Hotel dalam 24 Jam

Kompas.com, 20 Mei 2026, 19:28 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Perjalanan ibadah haji yang selama ini identik dengan antrean panjang koper dan kepadatan bandara kini mulai berubah.

Pemerintah Arab Saudi meluncurkan inovasi baru bernama “Haji Tanpa Bagasi” untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Program ini memungkinkan koper jemaah dikirim langsung dari negara asal menuju hotel atau akomodasi di Arab Saudi.

Dengan sistem tersebut, jemaah tidak lagi harus repot membawa dan menunggu bagasi saat tiba di bandara.

Kebijakan baru itu menjadi bagian dari transformasi besar layanan haji yang tengah dilakukan Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir.

Fokusnya bukan hanya mempercepat proses perjalanan, tetapi juga menciptakan pengalaman ibadah yang lebih nyaman, aman, dan manusiawi bagi jutaan jemaah dari berbagai negara.

Baca juga: Jemaah Haji Diimbau Bijak Berbelanja untuk Hindari Over Bagasi Saat Berpindah dari Madinah ke Makkah

Bagasi Diurus Sejak dari Negara Asal

Dilansir dari Arab News, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menjelaskan layanan ini dijalankan bersama sejumlah lembaga, termasuk otoritas penerbangan sipil dan perusahaan logistik.

Dalam skema yang diterapkan, koper jemaah akan dikumpulkan sejak berada di bandara keberangkatan di negara asal. Setelah pesawat mendarat di Arab Saudi, bagasi tidak perlu lagi diambil langsung oleh jemaah.

Sebaliknya, koper akan diproses oleh sistem logistik terpadu dan dikirim langsung menuju hotel tempat jemaah menginap di Makkah atau Madinah.

Artinya, setelah turun dari pesawat, jemaah dapat langsung menuju bus menuju penginapan tanpa harus berdesakan menunggu koper di area bagasi bandara.

Bagi banyak jemaah, terutama lansia, proses menunggu dan membawa koper selama perjalanan haji sering menjadi salah satu bagian paling melelahkan.

Oleh karena itu, layanan ini dinilai menjadi langkah baru yang cukup revolusioner dalam penyelenggaraan ibadah haji modern.

Mengurangi Kepadatan di Bandara Haji

Setiap musim haji, jutaan orang datang ke Arab Saudi dalam waktu yang hampir bersamaan. Situasi itu membuat bandara di Jeddah dan Madinah kerap dipadati jemaah dan tumpukan bagasi.

Pemerintah Saudi menilai sistem “Haji Tanpa Bagasi” dapat membantu mengurangi antrean panjang sekaligus mempercepat arus pergerakan jemaah.

Anggota komite penasihat departemen perhotelan Fakultas Pariwisata Universitas King Abdulaziz, Bader Al-Juaid, menyebut layanan tersebut bukan sekadar inovasi teknis, melainkan perubahan besar dalam konsep pelayanan haji.

Menurutnya, pengalaman ibadah jemaah akan jauh lebih nyaman karena mereka tidak lagi dibebani persoalan logistik yang melelahkan.

“Ini adalah pengalaman yang mencerminkan pergeseran layanan dari sekadar kinerja operasional ke desain yang lebih terintegrasi untuk pengalaman jamaah,” ujar Al-Juaid.

Ia menjelaskan bahwa ide layanan ini sebenarnya sudah mulai diterapkan secara terbatas sejak 2017 melalui program Makkah Route bagi sebagian jemaah asal Malaysia.

Kini, sistem tersebut diperluas dan diintegrasikan dengan teknologi digital yang lebih modern.

Baca juga: Cara Mengurus Bagasi Jemaah Haji yang Hilang di Bandara Jeddah KAIA Arab Saudi, Ini Langkah Mudahnya

Bukan Sekadar Koper, Tapi Transformasi Haji Modern

Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi memang terus melakukan modernisasi besar-besaran dalam pelayanan haji dan umrah.

Mulai dari digitalisasi visa, aplikasi Nusuk, kereta cepat Haramain, hingga layanan robot dan kecerdasan buatan di Masjidil Haram.

Program “Haji Tanpa Bagasi” menjadi bagian dari visi besar Saudi untuk menjadikan pengalaman haji lebih efisien dan nyaman.

Dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya Eric Tagliacozzo dijelaskan bahwa perjalanan haji sejak dulu selalu mengalami perubahan mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.

Pada masa lampau, perjalanan haji bisa memakan waktu berbulan-bulan dengan risiko tinggi di tengah gurun dan lautan.

Kini, tantangan haji modern justru terletak pada bagaimana mengelola jutaan manusia dalam waktu singkat dengan aman dan nyaman.

Karena itu, inovasi pelayanan menjadi kebutuhan penting dalam penyelenggaraan haji masa kini.

Sementara dalam buku Fiqh al-Hajj wa al-Umrah karya Wahbah az-Zuhaili dijelaskan bahwa kemudahan dalam ibadah merupakan salah satu prinsip penting dalam syariat Islam selama tidak menghilangkan substansi ibadah itu sendiri.

Prinsip itulah yang kini terlihat dalam berbagai inovasi layanan haji modern di Arab Saudi.

Sangat Membantu Jemaah Lansia

Layanan baru ini juga mendapat sambutan positif dari pelaku industri haji dan umrah di Arab Saudi.

Investor sekaligus pengamat sektor haji, Saad Al-Qurashi, mengatakan sistem serupa sebenarnya telah diuji coba dalam dua musim haji sebelumnya dan mendapat respons baik dari jemaah.

Menurut dia, manfaat terbesar layanan tersebut dirasakan oleh jemaah lanjut usia.

Selama ini, banyak lansia mengalami kelelahan karena harus membawa koper besar sambil berpindah dari bandara menuju hotel atau lokasi ibadah.

Dengan sistem baru, jemaah bisa lebih fokus menjaga kondisi fisik sebelum menjalani rangkaian ibadah haji yang cukup berat.

Hal ini penting karena ibadah haji membutuhkan stamina tinggi, terutama saat memasuki fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Baca juga: Jemaah Haji Pacitan Tandai Koper Bagasi dengan Pita dan Boneka, Mudahkan Identifikasi di Tanah Suci

Didukung Maskapai Saudia dan Saudi Post

Program “Haji Tanpa Bagasi” juga didukung penuh oleh Saudia.

Maskapai tersebut menyebut sistem digital diterapkan untuk membantu mengurangi kepadatan selama musim haji.

Saudia memperkirakan layanan ini akan menjangkau lebih dari 400.000 jemaah di jaringan penerbangannya yang melayani sekitar 145 destinasi internasional.

Program itu dijalankan bersama Kementerian Haji dan Umrah, Matarat Holding, platform Nusuk, serta sistem HalaBag.

Tak hanya itu, Saudi Post juga terlibat dalam distribusi bagasi dari hotel menuju tujuan akhir jemaah, baik di dalam maupun luar Arab Saudi.

Sistem tersebut diperkirakan mampu menangani sekitar 1,1 juta koper dari tujuh negara peserta program Makkah Route.

Pemerintah Saudi menargetkan seluruh bagasi dapat sampai ke hotel jemaah maksimal 24 jam setelah kedatangan.

Haji Kini Semakin Berbasis Teknologi

Transformasi layanan haji menunjukkan bagaimana teknologi kini semakin menyatu dengan ibadah.

Jika dulu perjalanan haji identik dengan kesulitan logistik dan kelelahan fisik, kini banyak aspek mulai dipermudah melalui integrasi digital dan sistem transportasi modern.

Meski demikian, substansi utama haji tetap berada pada spiritualitas, kesabaran, dan penghambaan kepada Allah SWT.

Teknologi hanya menjadi sarana untuk membantu jemaah beribadah dengan lebih tenang dan aman.

Di tengah jutaan manusia yang datang dari berbagai penjuru dunia, layanan “Haji Tanpa Bagasi” menjadi contoh bagaimana detail kecil seperti koper ternyata dapat memberi dampak besar terhadap kenyamanan ibadah seseorang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Fatayat NU Blitar Soroti Kekerasan Seksual Mahasiswa, Kampus Diminta Ambil Langkah Tegas
Fatayat NU Blitar Soroti Kekerasan Seksual Mahasiswa, Kampus Diminta Ambil Langkah Tegas
Aktual
Bukan Cuma Ngaji, Pesantren Kini Jadi Pemasok Utama Program Makan Gratis 2026
Bukan Cuma Ngaji, Pesantren Kini Jadi Pemasok Utama Program Makan Gratis 2026
Aktual
Bolehkah Berkurban Tanpa Melihat Hewannya Disembelih? Jangan Sampai Keliru!
Bolehkah Berkurban Tanpa Melihat Hewannya Disembelih? Jangan Sampai Keliru!
Aktual
Saat Rasulullah Geleng Kepala Lihat Nu’aiman Sembelih Unta Milik Tamu
Saat Rasulullah Geleng Kepala Lihat Nu’aiman Sembelih Unta Milik Tamu
Aktual
Resmi! Saudi Rilis Panduan Haji 2026, Fokus Keselamatan Jemaah dan Cuaca Ekstrem
Resmi! Saudi Rilis Panduan Haji 2026, Fokus Keselamatan Jemaah dan Cuaca Ekstrem
Aktual
Krapyak, Rahim Intelektual NU: Dari Gus Dur hingga Gus Yahya
Krapyak, Rahim Intelektual NU: Dari Gus Dur hingga Gus Yahya
Aktual
Menhaj Pimpin Kedatangan Amirul Hajj Gelombang Kedua di Jeddah, Fokus Pastikan Kesiapan Armuzna 2026
Menhaj Pimpin Kedatangan Amirul Hajj Gelombang Kedua di Jeddah, Fokus Pastikan Kesiapan Armuzna 2026
Aktual
Saudi Luncurkan 'Haji Tanpa Bagasi' 2026, Koper Sampai Hotel dalam 24 Jam
Saudi Luncurkan "Haji Tanpa Bagasi" 2026, Koper Sampai Hotel dalam 24 Jam
Aktual
Update Haji 2026: 100.268 Jemaah RI Sudah Bayar Dam, Mayoritas via Adahi
Update Haji 2026: 100.268 Jemaah RI Sudah Bayar Dam, Mayoritas via Adahi
Aktual
Pemkab Natuna Kawal Ketat Distribusi Sapi Kurban Presiden ke Pulau Terluar
Pemkab Natuna Kawal Ketat Distribusi Sapi Kurban Presiden ke Pulau Terluar
Aktual
Jemaah Haji Diimbau Jangan Sia-siakan Waktu Saat Wukuf di Arafah
Jemaah Haji Diimbau Jangan Sia-siakan Waktu Saat Wukuf di Arafah
Aktual
Musyrif Diny Jelaskan 3 Skema Mabit di Muzdalifah bagi Jamaah Haji
Musyrif Diny Jelaskan 3 Skema Mabit di Muzdalifah bagi Jamaah Haji
Aktual
Makanan Siap Santap Bercita Rasa Nusantara Disiapkan untuk Jamaah Haji saat Fase Armuzna
Makanan Siap Santap Bercita Rasa Nusantara Disiapkan untuk Jamaah Haji saat Fase Armuzna
Aktual
Fase Armuzna Jadi Tantangan Utama Haji 2026, Gus Irfan Minta Petugas Pertahankan Layanan Prima
Fase Armuzna Jadi Tantangan Utama Haji 2026, Gus Irfan Minta Petugas Pertahankan Layanan Prima
Aktual
Produk Pesantren Didorong Go Global, dari Batik hingga Sarung
Produk Pesantren Didorong Go Global, dari Batik hingga Sarung
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com