KOMPAS.com - Huawei menggelar seremoni simbolis program CSR bertajuk “Sharing Happiness, Qurban for Indonesia” di Masjid Istiqlal, Jakarta Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Huawei di Indonesia melalui penyaluran 15 sapi dan 60 kambing untuk 15 masjid di 10 kota di Indonesia.
Program tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, pelaku industri digital, akademisi, hingga mahasiswa dan pelajar.
Selain seremoni kurban, acara juga diawali dengan diskusi bertema “Innovate in the Era of All Intelligence” yang membahas perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), keamanan siber, transformasi digital, hingga industri data center nasional.
Baca juga: Tidak Hanya Kurban, Ini 7 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
Dalam sambutannya, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menilai program kurban yang diinisiasi Huawei bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi titik temu antara nilai spiritual, tanggung jawab sosial, dan visi teknologi masa depan.
Menurut dia, kemajuan teknologi seharusnya tetap berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Hal itu, kata dia, tercermin dari kontribusi Huawei yang tidak hanya berinvestasi di sektor teknologi, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial masyarakat.
“Kontribusi nyata melalui donasi hewan kurban untuk masjid di berbagai kota di Indonesia adalah bukti bahwa kemajuan teknologi tidak harus mencabut korporasi dari nilai kemanusiaan dan keagamaan,” ujar Nasaruddin.
Baca juga: Menag Ajak Hidupkan Spirit KH Wahab Hasbullah untuk Perkuat Moderasi dan Kebangsaan
Di samping itu, ia juga menyoroti makna sosial dari ibadah kurban yang dinilai berkontribusi terhadap pemenuhan gizi masyarakat.
Ia menyebut Idul Adha sebagai bentuk bantuan sosial berbasis protein, sedangkan Idul Fitri melalui zakat fitrah menjadi bantuan sosial berbasis karbohidrat.
“Kolaborasi antara karbohidrat dan protein diharapkan mampu melahirkan manusia-manusia bermutu,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan semangat kurban relevan dengan tantangan era AI yang membutuhkan kolaborasi dan solidaritas lintas sektor.
Ia mengapresiasi langkah Huawei yang dinilai menghadirkan kepedulian sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurut Nezar, transformasi digital tidak hanya berbicara soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi mampu memberdayakan masyarakat secara inklusif.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data APJII 2024, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 221 juta orang.
Namun, hampir 20 persen populasi, terutama di wilayah pedesaan dan pelosok, masih belum memiliki akses internet.
“Ini adalah kesenjangan yang harus kita atasi melalui strategi yang jelas, solidaritas yang kuat, dan komitmen nyata,” ujarnya.
Baca juga: Menag Nasaruddin: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
Di sisi lain, pembahasan mengenai transformasi digital juga disoroti Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI Abdul Rouf.
Ia mengatakan Kementerian Agama tengah mempercepat digitalisasi tata kelola dan integrasi data di internal kementerian.
Menurut dia, perkembangan AI harus dibarengi dengan penguatan etika, regulasi, dan perlindungan data pribadi agar teknologi tidak disalahgunakan.
“Inovasi AI harus fokus tidak hanya pada efisiensi, tetapi juga etika, inklusivitas, dan kepercayaan,” kata Abdul Rouf.
Hal senada juga disampaikan Director of ICT Strategy & Business Huawei Indonesia Mohamad Rosidi yang menilai Indonesia kini berada dalam fase digital economy yang ditopang revolusi energi dan revolusi informasi berbasis AI.
Ia menjelaskan pemanfaatan AI akan terus meluas ke berbagai sektor, mulai dari industri, pendidikan, kesehatan, hingga transportasi. Karena itu, pengembangan talenta digital, data center, dan keamanan siber menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem AI nasional.
“AI plus industri, AI plus edukasi, AI plus kesehatan, hingga AI plus transportasi akan menjadi arah transformasi berikutnya,” tuturnya.
Baca juga: Pemkab Natuna Kawal Ketat Distribusi Sapi Kurban Presiden ke Pulau Terluar
Pembahasan mengenai infrastruktur digital kemudian diperkuat Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization Hendra Suryakusuma.
Ia mengatakan pertumbuhan transformasi digital telah mendorong perkembangan industri data center nasional secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut dia, kapasitas data center Indonesia yang pada 2015 hanya sekitar 32 megawatt kini meningkat menjadi sekitar 649 megawatt secara nasional. Peningkatan tersebut salah satunya dipicu oleh kebutuhan komputasi AI yang terus berkembang.
“AI menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan data center karena kebutuhan komputasi dan penyimpanan data yang semakin besar,” kata Hendra.
Selain soal infrastruktur, isu keamanan data juga menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Direktur Keamanan Siber dan Sandi TIK Media dan Transportasi Badan Siber dan Sandi Negara Taufik Arianto mengingatkan pentingnya perlindungan data pribadi di tengah masifnya penggunaan AI.
Ia menilai masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam mengunggah data pribadi ke platform AI karena berpotensi dimanfaatkan pihak lain.
Menurut dia, keamanan digital saat ini tidak lagi hanya berfokus pada perlindungan server, tetapi juga pada keamanan algoritma dan tata kelola data.
“Melindungi ruang digital saat ini bukan lagi sekadar pengamanan server, tetapi juga memastikan algoritma yang digunakan mengedepankan kepentingan terbaik bangsa,” ujarnya.
Adapun Chairman of the Board Huawei Indonesia, Xin Dajiang. mengatakan tema “Sharing Happiness, Qurban for Indonesia” mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi nilai dasar masyarakat Indonesia.
Ia menilai AI, konektivitas gigabit, energi hijau, dan kekuatan komputasi akan menjadi fondasi baru bagi produktivitas, pendidikan, layanan kesehatan, dan layanan publik di masa depan.
Karena itu, Huawei menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan pemerintah, universitas, mitra industri, dan masyarakat dalam mendukung transformasi digital nasional.
“Huawei tetap berkomitmen bekerja bersama pemerintah, universitas, mitra industri, dan masyarakat untuk mendukung transformasi digital Indonesia,” kata Xin Dajiang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang