Editor
FAKFAK, KOMPAS.com — Digitalisasi usaha tidak selalu harus dimulai dengan penggunaan teknologi yang rumit.
Pelaku usaha dapat mengawalinya dengan mencantumkan lokasi dan informasi usahanya di Google Maps agar lebih mudah ditemukan calon konsumen.
Langkah sederhana tersebut diperkenalkan kepada masyarakat di Kawasan Transmigrasi Bomberay-Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, melalui lokakarya Digitalisasi Potensi Masyarakat dan Penguatan Ekonomi Lokal, belum lama ini.
Kegiatan yang diselenggarakan Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi itu membahas pemanfaatan teknologi untuk memperkenalkan potensi wilayah, mengembangkan usaha, serta memperluas akses masyarakat terhadap pasar dan informasi.
Baca juga: 5 Ruang Keteladanan Orangtua dalam Mendidik Anak di Era Digital
Pelaku usaha Faizal Nur Sodik mengatakan, keberadaan digital menjadi salah satu kebutuhan bagi usaha yang ingin menjangkau konsumen lebih luas.
Pelaku usaha dapat memulainya dengan mencantumkan lokasi, kategori usaha, nomor kontak, dan informasi operasional di Google Maps.
Menurut Faizal, keberadaan usaha di Google Maps dapat menjadi fondasi sebelum pelaku usaha mengembangkan kanal digital lain, seperti Instagram, TikTok, Facebook, situs web, dan iklan digital.
Ia juga mengajak masyarakat mengenali peluang usaha berdasarkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.
Usaha dapat tumbuh dari pengalaman, hobi, kebutuhan masyarakat, ataupun peluang pasar yang belum dimanfaatkan.
Kawasan Bomberay-Tomage memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, antara lain hasil alam, pertanian, peternakan, kuliner, dan kerajinan.
Berbagai potensi tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan dipasarkan dengan memanfaatkan teknologi digital.
Dalam nilai-nilai Islam, upaya mengembangkan potensi yang tersedia merupakan bagian dari ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan.
Pemanfaatan teknologi tidak hanya diarahkan untuk memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kemandirian dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Baca juga: Dari Congklak hingga Gim Digital, Muhammadiyah Kenalkan Budaya dan Sains di London
Selain digitalisasi usaha, kegiatan tersebut membahas pemanfaatan situs web sebagai pusat informasi desa.
Aditya Nanda Riandhi, salah satu pemateri, mengatakan, situs web tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi pemerintahan desa. Platform tersebut juga dapat digunakan untuk memperkenalkan identitas, kegiatan, dan potensi ekonomi masyarakat.
Informasi yang ditampilkan dapat berupa profil desa, struktur organisasi, program pembangunan, kegiatan masyarakat, berita, hingga produk lokal.
“Desa tidak hanya perlu memiliki potensi, tetapi juga perlu memiliki ruang untuk memperkenalkan potensi tersebut. Website dapat menjadi salah satu etalase digital yang membuat informasi, aktivitas, dan produk masyarakat desa lebih mudah ditemukan,” ujar Aditya.
Namun, menurut Aditya, situs web perlu dikelola secara aktif agar tidak berhenti sebagai halaman informasi yang statis.
Informasi mengenai kegiatan masyarakat, perkembangan desa, dan produk lokal perlu diperbarui secara berkala. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi terbaru mengenai desa tersebut.
Situs web juga dapat mengintegrasikan artikel, kegiatan warga, profil desa, dan produk lokal dalam satu ruang informasi.
Keberadaan informasi secara digital dinilai dapat membantu masyarakat di luar kawasan mengenal aktivitas, produk, dan potensi yang dimiliki Bomberay-Tomage.
Ketua Ekspedisi Patriot Unpad Kelompok 16 Ahmad Buchari mengatakan, pengembangan Kawasan Transmigrasi Bomberay-Tomage membutuhkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi.
Menurut Ahmad, penerapan teknologi digital tidak seharusnya berhenti setelah program Ekspedisi Patriot selesai.
Pengetahuan, gagasan, dan jejaring yang dibangun selama kegiatan perlu dilanjutkan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Sementara itu, Kepala Bidang Transmigrasi Kabupaten Fakfak Berbelina Maryam Lesomar menyatakan dukungannya terhadap penguatan kemampuan digital masyarakat di kawasan transmigrasi.
Digitalisasi diharapkan dapat membantu masyarakat memperluas pemasaran, menyampaikan informasi mengenai desa, mendokumentasikan kegiatan, dan membuka peluang ekonomi baru.
Pemanfaatan teknologi pada akhirnya bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman.
Bagi masyarakat Bomberay-Tomage, digitalisasi dapat menjadi sarana ikhtiar untuk mengelola potensi secara bertanggung jawab, memperkuat kemandirian ekonomi, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.