Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UMM Siapkan Pabrik Infus untuk Perkuat Kemandirian Kesehatan Nasional

Kompas.com, 11 Juni 2026, 20:59 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperkuat kontribusinya dalam mendukung kemandirian kesehatan nasional melalui pembangunan pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pembangunan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok alat kesehatan dalam negeri sekaligus memenuhi kebutuhan medis nasional yang terus meningkat.

Selain mendukung sektor kesehatan, proyek tersebut juga diharapkan menjadi pusat kolaborasi antara dunia pendidikan, riset, dan industri.

Baca juga: PP Muhammadiyah Tambah 10 Kuota Beasiswa Al-Azhar Kairo Tahun 2026

Pabrik infus yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 itu diproyeksikan menjadi salah satu penopang utama kebutuhan alat kesehatan bagi jaringan rumah sakit maupun masyarakat luas.

UMM Siapkan Lahan 14 Hektare untuk Kawasan Industri Kesehatan

UMM menyediakan lahan seluas 14 hektare di Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, untuk mendukung pembangunan kawasan tersebut.

Baca juga: Kader Muhammadiyah Gugat Aturan Isbat Awal Ramadhan ke MK

Dari total lahan yang disiapkan, sekitar tiga hektare dialokasikan khusus sebagai kawasan industri terpadu yang akan menjadi lokasi pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia.

Kawasan ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027 sebagai bagian dari penguatan industri kesehatan nasional.

Haedar Nashir: Pabrik Infus Dibangun untuk Kepentingan Bangsa

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan pembangunan pabrik infus tersebut merupakan wujud nyata konsep socio-religious corporation yang dikembangkan Muhammadiyah.

Menurutnya, organisasi keagamaan mampu berperan dalam membangun kemandirian ekonomi dan kesehatan melalui pengelolaan bisnis profesional yang berorientasi pada kemaslahatan publik.

“Ini bukan untuk Muhammadiyah, ini untuk bangsa. Bisnis yang kami bangun bukan bisnis demi bisnis, tetapi bisnis yang manfaatnya kembali kepada kehidupan orang banyak,” tegasnya.

Haedar menambahkan bahwa agama tidak hanya mengatur aspek akidah dan ibadah, tetapi juga mencakup urusan muamalah dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Karena itu, keterlibatan Muhammadiyah di sektor industri medis dipandang sebagai bentuk pengabdian yang menjunjung nilai kemanusiaan, akuntabilitas, dan keberlanjutan untuk mendukung layanan pendidikan hingga pemberdayaan umat.

Kawasan Industri Terintegrasi dengan Pendidikan dan Riset

Wakil Rektor II UMM, Ahmad Juanda, menjelaskan kontribusi kampus tidak hanya sebatas penyediaan lahan.

Ke depan, kawasan tersebut akan diintegrasikan sebagai bagian dari ekosistem Laboratorium Direktorat Saintek UMM yang menghubungkan kegiatan industri dengan pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

“Pembangunan ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menjawab kebutuhan strategis nasional," ujarnya.

Menurut Ahmad Juanda, kawasan tersebut juga dirancang menjadi pusat kolaborasi yang mengintegrasikan inovasi, pendidikan, dan praktik industri sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang relevan dengan perkembangan sektor kesehatan.

Diharapkan Perkuat Industri Kesehatan Nasional

Dengan beroperasinya pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia, langkah ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan industri kesehatan berbasis nilai sosial di Indonesia.

"Kolaborasi lintas sektor ini menjadikan kemandirian ekonomi, inovasi pendidikan, dan pelayanan publik yang inklusif dapat berjalan beriringan demi menghadirkan manfaat yang seluas-luasnya bagi pembangunan bangsa," ujarnya.

Peletakan batu pertama pembangunan pabrik infus tersebut dihadiri oleh Haedar Nashir, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI sekaligus Sekretaris BPH UMM Fauzan, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Wakil Bupati Malang, Direktur PT Suryavena Farma Indonesia, serta sejumlah undangan lainnya.

Pabrik yang ditargetkan beroperasi pada 2027 tersebut diproyeksikan menjadi penopang penting rantai pasok alat kesehatan, baik untuk jaringan rumah sakit Muhammadiyah maupun masyarakat secara luas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Indonesia Punya 240 Juta Muslim, Anggito Ungkap Urgensi Danantara Syariah
Indonesia Punya 240 Juta Muslim, Anggito Ungkap Urgensi Danantara Syariah
Aktual
Jejak Kehangatan Kak Bund, dari Kantin sampai Sujud di Nabawi…
Jejak Kehangatan Kak Bund, dari Kantin sampai Sujud di Nabawi…
Aktual
Potensi Ekonomi Syariah Tembus Rp 2.000 Triliun, KUII VIII Dorong Danantara Syariah
Potensi Ekonomi Syariah Tembus Rp 2.000 Triliun, KUII VIII Dorong Danantara Syariah
Aktual
Doa Sebelum dan Sesudah Makan Lengkap dengan Arti serta Adab Makan dalam Islam
Doa Sebelum dan Sesudah Makan Lengkap dengan Arti serta Adab Makan dalam Islam
Doa dan Niat
Doa Masuk dan Keluar Masjid Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Adab yang Dianjurkan
Doa Masuk dan Keluar Masjid Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Adab yang Dianjurkan
Doa dan Niat
Husnul Khatimah atau Khusnul Khotimah? Ini Penulisan yang Benar Beserta Maknanya
Husnul Khatimah atau Khusnul Khotimah? Ini Penulisan yang Benar Beserta Maknanya
Aktual
Doa Meminta Husnul Khatimah Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Amalan agar Wafat dalam Keadaan Baik
Doa Meminta Husnul Khatimah Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Amalan agar Wafat dalam Keadaan Baik
Doa dan Niat
Benarkah Peminum Miras Shalatnya Tidak Diterima Selama 40 Hari? Ini Penjelasan Hadis dan Ulama
Benarkah Peminum Miras Shalatnya Tidak Diterima Selama 40 Hari? Ini Penjelasan Hadis dan Ulama
Aktual
Hukum Mengumandangkan Adzan untuk Jenazah Saat Dimakamkan, Begini Penjelasan Ulama
Hukum Mengumandangkan Adzan untuk Jenazah Saat Dimakamkan, Begini Penjelasan Ulama
Aktual
Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Hadis Anjuran Membacanya
Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Hadis Anjuran Membacanya
Doa dan Niat
4 Keutamaan Menjaga Wudhu, dari Penghapus Dosa hingga Menjadi Cahaya di Hari Kiamat
4 Keutamaan Menjaga Wudhu, dari Penghapus Dosa hingga Menjadi Cahaya di Hari Kiamat
Aktual
Doa Setelah Adzan dan Iqomah Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Doa Setelah Adzan dan Iqomah Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Doa dan Niat
Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas: Setara Sepertiga Al-Quran hingga Dibangunkan Rumah di Surga
Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas: Setara Sepertiga Al-Quran hingga Dibangunkan Rumah di Surga
Aktual
Menko Zulhas Prioritaskan MBG untuk Pesantren dan Wilayah 3T
Menko Zulhas Prioritaskan MBG untuk Pesantren dan Wilayah 3T
Aktual
Ketua MPR: Transformasi Pesantren Bukan Lagi Pilihan, tetapi Keharusan
Ketua MPR: Transformasi Pesantren Bukan Lagi Pilihan, tetapi Keharusan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar