Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Makna dan Keutamaan Doa Kafaratul Majelis dalam Islam

Kompas.com, 10 Oktober 2025, 15:05 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Doa kafaratul majelis merupakan doa penutup yang dibacakan pada akhir sebuah pertemuan atau majelis sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan ampun kepada Allah SWT.

Tujuannya adalah memohon ampun atas kesalahan, kelalaian, atau ucapan yang mungkin terjadi selama berlangsungnya majelis, baik disengaja maupun tidak.

Dalam ajaran Islam, menjaga adab dan tutur kata ketika berada di majelis sangat dianjurkan.

Namun, karena sifat manusia yang mudah lalai dan lupa, kekhilafan dalam berbicara atau bersikap kerap kali tidak terhindarkan.

Baca juga: Doa Iftitah Menurut Muhammadiyah, Lengkap Bacaan, Latin, dan Artinya

Dilansir dari Antara, membaca doa kafaratul majelis menjadi cara seorang muslim untuk menyucikan hati dan memperbaiki diri setelah berinteraksi dengan orang lain.

Selain sebagai bentuk introspeksi, doa ini juga menjadi penutup resmi sebuah majelis, baik dalam kegiatan keagamaan, pertemuan sosial, maupun pembelajaran.

Dasar Hadis Tentang Doa Kafaratul Majelis

Anjuran membaca doa kafaratul majelis bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh Abu Barzah Al-Aslami.

Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa setiap kali Rasulullah SAW selesai mengisi majelis dan hendak meninggalkannya, beliau selalu mengucapkan doa:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Subhanaka Allahumma wa bihamdika, asyhadu an la ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.”

Artinya: “Maha Suci Engkau, ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampunan-Mu dan bertobat kepada-Mu.”

Baca juga: Bacaan Doa Meluluhkan dan Melembutkan Hati Lengkap dengan Artinya

Ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang makna doa tersebut, beliau menjelaskan bahwa doa itu berfungsi sebagai penambal kesalahan yang mungkin terjadi selama majelis berlangsung.

Dengan demikian, membaca doa kafaratul majelis menjadi amalan untuk menebus kesalahan ucapan dan perilaku selama berkumpul bersama orang lain.

Keutamaan Membaca Doa Kafaratul Majelis

Selain berfungsi sebagai bentuk permohonan ampun, doa kafaratul majelis memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam.

Dengan membiasakan membaca doa kafaratul majelis, seorang muslim diingatkan untuk selalu rendah hati dan menyadari keterbatasan dirinya di hadapan Allah SWT.

Amalan ini menjadi simbol keikhlasan dan rasa tanggung jawab atas segala perkataan serta perbuatan yang dilakukan di hadapan sesama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com