Penulis
KOMPAS.com - Masjid Nabawi menjadi salah satu tempat yang diimpikan umat Islam untuk dikunjungi. Selain untuk beribadah dan mengenang perjalanan Rasulullah SAW dalam menyebarkan Islam, Masjid Nabawi juga tempat untuk melangitkan doa-doa dan harapan.
Masjid Nabawi tak pernah sepi dari lantunan doa. Jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia menengadahkan tangan dengan satu harapan, doa akan dikabulkan. Masjid yang dibangun langsung oleh Rasulullah SAW ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga ruang spiritual tempat harapan dan air mata menyatu.
Baca juga: Kisah Pembangunan Masjid Nabawi dan Sejarah Adzan
Masjid Nabawi merupakan masjid kedua paling mulia setelah Masjidil Haram. Keutamaannya ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits.
صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا اَلْمَسْجِدَ اَلْحَرَامَ
Artinya: “Shalat di masjidku ini lebih utama daripada seribu shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam kitab Fadha’il al-Madinah karya Imam Ali al-Qari, dijelaskan bahwa keutamaan ini mencakup pahala shalat sekaligus nilai spiritual yang mendalam, termasuk dikabulkannya doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh harap dan keikhlasan.
Raudhah adalah tempat di antara makam Rasulullah SAW dan mimbar Beliau. Tempat ini menjadi salah satu tempat paling dicari dan paling ingin dikunjungi. Sebab tempat ini menjadi salah satu tempat mustajab untuk berdoa.
Dalam buku Al-Hajj wa Al-Umrah karya Syaikh Sa’id bin Wahf al-Qahthani, Raudhah disebut sebagai tempat yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan shalat sunnah.
Para ulama sepakat bahwa doa di Raudhah memiliki peluang besar untuk dikabulkan, selama disertai keikhlasan dan keyakinan penuh kepada Allah.
Baca juga: Kumpulan Doa Mustajab Orang Tua agar Anak Sholeh dan Cerdas
Tak sedikit jamaah yang datang dengan doa panjang, namun para ulama mengingatkan pentingnya adab. Dalam kitab Adab ad-Du‘a karya Imam An-Nawawi, disebutkan bahwa doa yang mustajab lahir dari hati yang khusyuk, bukan sekadar tempat yang mulia.
Beberapa adab yang dianjurkan antara lain:
Keistimewaan doa di Masjid Nabawi bukan semata karena tempatnya, tetapi karena nilai sejarah, keberkahan Rasulullah SAW, dan atmosfer ibadah yang menghidupkan hati.
Masjid ini menjadi saksi perjuangan dakwah Islam pasca hijrah dan hingga kini terus menjadi pusat spiritual umat Islam dunia.
Sebagaimana disebutkan dalam Ar-Rahiq Al-Makhtum karya Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri, Madinah adalah kota yang dipilih Allah sebagai tempat hijrah Nabi SAW.
Dari Masjid nabawi cahaya Islam tumbuh dengan penuh keberkahan dan menyebar ke seantero penjuru dunia.
Baca juga: Panduan Lengkap Sholat Hajat: Tata Cara, Niat, dan Doa yang Mustajab
Berikut ini beberapa doa yang bisa dipanjatkan di Masjid Nabawi:
Doa ini bersumber dari hadits riwayat Abu Daud.
Arab:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Latin:
Rabbighfir lī warhamnī wa tub ‘alayya innaka antat-tawwābur-raḥīm.
Arti:
Wahai Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
Karena waktu yang singkat untuk bisa berada di Raudhah, Doa yang bisa dipanjatkan adalah doa memohon keselamatan dunia dan akhirat.
Arab:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin:
Rabbanā ātinā fiddunyā hasanah wa fil ākhirati hasanah, waqinaa 'adzābannār.
Arti:
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.
Bila masih ada waktu untuk berdoa, bisa dilanjutkan dengan doa-doa lain sesuai dengan hajat yang ingin diwujudkan.
Baca juga: Doa Mustajab: Berdoa dengan Nama Allah yang Agung Ya Hayyu Ya Qayyum
Doa ini terdapat dalam kitab Al Adzkar karya Imam Nawawi
Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الرِّضَا وَالْبَرَكَةَ فِي الْعُمُرِ وَالْعَمَلِ
Latin:
Allahumma innī as-alukar ridhā wal barakati fil 'umuri wal 'amali.
Arti:
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keridaan dan keberkahan dalam umur dan amal.
Doa ini terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam At Tirmidzi.
Arab:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَىٰ دِينِكَ
Latin:
Yaa muqallibal qulūb, tsabbit qalbi 'alaa dīnik.
Arti:
Wahai Dzat Yang Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.
Doa khusus dalam hal ini adalah doa-doa pribadi yang ingin dipanjatkan selama di masjid Nabawi, termasuk doa-doa titipan dari keluarga atau teman-teman yang ada di tanah air.
Baca juga: Doa Mustajab Nabi Muhammad SAW untuk Kehidupan Sehari-hari
Majid Nabawi menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi ketika berada di Tanah Arab, biasanya berbarengan dengan menunaikan ibadah haji atau umroh. Di pusat Dakwah Nabi Muhammad SAW tersebut, ada banyak doa dan harapan yang dapat dipanjatkan.
Doa mustajab di Masjid Nabawi, khususnya di Raudhah adalah perpaduan antara tempat mulia, hati yang ikhlas, dan keyakinan penuh kepada Allah. Bagi jamaah yang berkesempatan menginjakkan kaki di sana, Masjid Nabawi bukan hanya tujuan ziarah, tetapi juga ruang dialog batin dengan Sang Pencipta.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang