Penulis
KOMPAS.com - Ada masa dalam hidup ketika semuanya terasa gelap. Doa seolah menggantung di langit, usaha terasa mentok, dan hati lelah menanggung harapan yang tak kunjung terjawab. Dalam kondisi seperti ini, Islam tidak hanya menganjurkan solusi lahiriah, tetapi menawarkan dzikir sebagai penopang batin.
Allah berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Dalam Tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ketenangan sejati bukan datang dari hilangnya masalah, tetapi dari hadirnya Allah di dalam hati melalui dzikir.
Baca juga: Dzikir Ringan Penenang Hati dan Pembuka Pintu Rezeki
Berikut ini beberapa dzikir yang bisa diamalkan saat hidup terasa sulit:
Dzikir paling utama saat hidup sulit adalah istighfar. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa salah satu keutamaan sitighfar adalah akan diberikan jalan keluar dari permasalahan hidup.
مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya: "Siapapun yang senantiasa beristighfar, maka Allah pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari segala kegundahan serta Allah akan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangka." (H.R. Abu Dawud)
Bacaan istighfar paling sederhana adalah أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ (Astaghfirullah) yang artinya "Aku memohon ampun kepada Allah".
Istighfar bukan hanya untuk meleburkan dosa-dosa, tetapi juga pembuka jalan keluar dari setiap permasalahan. Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa istighfar adalah sebab dilapangkannya kesempitan hidup, meski seseorang tidak tahu dosa apa yang menjadi penghalang.
Baca juga: Empat Dzikir Ringan Penghapus Dosa yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Dzikir ini disebut sebagai peneguh hati karena memberikan pemahaman bahwa hanya Allah SWT yang mampu menolong dan memberikan jalan keluar.
Berikut ini bacaannya.
حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ
Artinya: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung"
Dzikir ini berasal dari Al Quran surat Ali Imran ayat 173. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah menyatakan bahwa dzikir ini dibaca Nabi Muhammad SAW saat menghadapi tekanan berat.
Saat berada dalam tekanan yang berat di dalam perut ikan, Nabi Yunus AS membaca sebuah doa dan dzikir yang diabadikan dalam surat Al Anbiya' 87.
Berikut bacaannya:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minaz zaalimiin.
Artinya: Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim
Mengenai keutamaan doa dan dzikir ini, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang Muslim membaca doa ini dalam kesulitan, kecuali Allah mengabulkannya.”
(HR. At Tirmidzi)
Dalam Al-Fawaid, Ibnul Qayyim menyebut dzikir ini sebagai pengakuan tauhid, penyucian Allah, dan kerendahan diri, tiga kunci pembuka pertolongan Allah SWT.
Baca juga: Dzikir Penenang Hati: Hasbunallah wa Nimal Wakil
Dzikir Hauqalah merupakan salah satu kalimat perbendaharaan surga. Dzikir ini berisi pengakuan akan kelemahan diri dan mengakui Keagungan dan Kekuatan Allah SWT.
Bacaan Hauqalah sebagai berikut:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Laa haula walaa quwwata ilaa billah.
Artinya: Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Imam An-Nawawi menjelaskan dalam Al-Adzkar bahwa bacaan ini sangat dianjurkan ketika seseorang merasa tidak mampu lagi mengendalikan keadaan.
Membaca shalawat juga menjadi salah satu dzikir yang dianjurkan untuk dibaca saat hidup terasa sulit. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah dalam kitab Jala’ul Afham menjelaskan bahwa shalawat mempunyai khasiat sebagai berikut:
Baca juga: Bacaan Dzikir Singkat Setelah Shalat Lengkap dengan Terjemahannya
Menurut Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, cara mengamalkan dzikir di saat hidup sulit adalah sebagai berikut:
Dzikir bukan mantra instan, tetapi latihan menghadirkan Allah SWT dalam hati di setiap keadaan. Saat manusia mengingat Allah di saat senang, maka Allah SWT akan mengingatnya di saat sulit.
ﺗَﻌَﺮَّﻑْ ﺇﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺮَّﺧَﺎﺀِ ﻳَﻌْﺮِﻓُﻚ ﻓِﻲ ﺍﻟﺸِّﺪَّﺓِ
Artinya: “Kenalilah (ingatlah) Allah di waktu senang pasti Allah akan mengenalimu di waktu sempit.” (HR. At Tirmidzi).
Baca juga: 3 Dzikir Pendek Penghapus Dosa
Islam tidak menjanjikan hidup bebas masalah. Namun, dzikir menjanjikan hati yang tidak rapuh oleh masalah. Islam akan memberikan kekuatan untuk tetap tegar saat menghadapi masalah.
Ketika hidup sulit, mungkin Allah tidak langsung mengangkat beban, tetapi Dia menguatkan jiwa seseorang untuk bisa menanggung setiap masalah yang dihadapi. Dan itulah makna dzikir yang sesungguhnya.
Allah SWT sudah memberikan dua jaminan ketika seseorang menghadapi masalah
1. Allah tidak membebani suatu kaum di luar batas kemampuannya. (Q.S. Al Baqarah: 286)
2. Bersama kesulitan pasti ada kemudahan (Q.S. Alam Nasyrah: 5-6).
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang