Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Luqman Al Hakim Bersama Anaknya dan Seekor Keledai

Kompas.com, 20 Oktober 2025, 16:16 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Luqman Al Hakim adalah seorang yang dipilih oleh Allah SWT menjadi Wali Allah SWT. Anugerah terbesar yang diberikan kepada Luqman Al Hakim adalah kebijaksanaan dalam menghadapi segala situasi.

Karena begitu mulianya Luqman Al Hakim, namanya diabadikan dalam Al Quran sebagai nama Surat ke-30 dalam Al Quran. Di dalamnya memuat nasehat Luqman Al Hakim untuk anak-anaknya.

Baca juga: Metode Parenting Luqman Al Hakim yang Diabadikan Al Quran

Selain dalam Al Quran, ada beberapa kisah Luqman Al Hakim bersama anaknya. Salah satunya tentang kisah Luqman Al Hakim bersama anaknya dan seekor keledai. Berikut kisahnya seperti dikutip dari buku Kisah-kisah Aku dan Ayah karya Dewi Mulyani.

Pertanyaan Sang Anak

Suatu ketika Luqman Al Hakin ditanya anaknya, “Wahai ayahku, mengapa orang-orang menyebut engkau dengan sebutan Al Hakim atau orang yang bijaksana?”

Lukman Al Hakim hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan anaknya. Ia membawa anaknya berjalan-jalan ke pasar untuk membeli seekor keledai.

Dalam perjalanan pulang, mereka menjumpai sekumpulan orang dan membicarakan apa yang dilakukan keduanya.

Tidak Ada yang Pas

Pada awalnya Luqman Al Hakim dan anaknya menuntun keledai yang mereka beli. Kemudian sekumpulan orang mengatainya, “Bodoh sekali bapak dan anak itu, bawa keledai tapi tidak dinaiki, malah dituntun.”

Mendengar perkataan ini, Luqman Al Hakim segera menyuruh anaknya naik ke atas punggung keledai.

Baca juga: Kisah Barshisha: Ahli Ibadah yang Masuk Neraka

Sampailah mereka ke sekumpulan orang. Mereka kemudian berkata, "Ya rabb… lihatlah anak itu! Sungguh tidak patut! Ayahnya yang tua disuruh menarik keledai, sedangkan ia yang masih muda justru berada di atas keledai.”

Luqman Al Hakim kemudian menyuruh anaknya turun dan gantian menunggangi keledai tersebut, sementara anaknya menuntun keledai.

Melihat hal tersebut, orang-orang kembali berkomentar, "Lihatlah orangtua itu, sungguh tak punya kasih sayang. Anaknya dibiarkan jalan kaki, sedang ia malah menunggang keledai.”

Keduanya kemudian menunggangi keledai tersebut secara bersama-sama. Tak lama kemudian orang-orang kembali berkomentar terhadap mereka, "“Sangat tidak berperasaan! Keledai sekecil itu ditunggangi dua orang.”

Mendengar komentar tersebut, Luqman Al Hakim dan anaknya kemudian mengikat keledai tersebut dan dipanggul bersama. Orang-orang pun ramai berkomentar, "Sungguh gila kedua orang itu. Membawa keledai bukannya dinaiki tetapi malah dipikul.”

Baca juga: Kisah Cinta Salman Al Farisi yang Menginspirasi: Tak Ada Patah Hati

Kebijaksanaan Luqman Al Hakim

Setelah apa yang dialami oleh Luqman Al Hakim beserta anaknya dan seekor keledai, Luqman Al Hakim berkata kepada anaknya, “Demikianlah anakku, sekiranya hidupmu hanya hendak mencari keridhaan manusia, tetap saja mereka menemukan celahnya untuk dicela terhadap setiap tindakan kita. Maka carilah ridha Allah semata."

Mendengarkan apa yang disampaikan ayahnya, sang anak baru memahami luasnya pemahaman dan kebijaksanaan sang ayah. Ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menhaj: Kuota Haji 2027 Acuan Sementara Tetap 221 Ribu Jamaah
Menhaj: Kuota Haji 2027 Acuan Sementara Tetap 221 Ribu Jamaah
Aktual
Jadwal Puasa Senin Kamis Juni 2026 Lengkap dengan Bacaan Niat
Jadwal Puasa Senin Kamis Juni 2026 Lengkap dengan Bacaan Niat
Aktual
Kalender Islam Juni 2026: Catat Tanggal 1 Muharram 1448 H dan Tahun Baru Islam
Kalender Islam Juni 2026: Catat Tanggal 1 Muharram 1448 H dan Tahun Baru Islam
Aktual
PPIH Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Tujuh Gejala Penyakit Setelah Tiba di Tanah Air
PPIH Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Tujuh Gejala Penyakit Setelah Tiba di Tanah Air
Aktual
Makkah Berpotensi Diguyur Hujan & Badai Petir hingga Akhir Pekan, Ini Prediksinya
Makkah Berpotensi Diguyur Hujan & Badai Petir hingga Akhir Pekan, Ini Prediksinya
Aktual
100 Tahun Gontor, Ribuan Umat Hadiri Tabligh Akbar Bersama UAS dan Das'ad Latif
100 Tahun Gontor, Ribuan Umat Hadiri Tabligh Akbar Bersama UAS dan Das'ad Latif
Aktual
Kapan Puasa 1 Muharram 1448 H? Catat Tanggal, Niat, dan Keutamaannya
Kapan Puasa 1 Muharram 1448 H? Catat Tanggal, Niat, dan Keutamaannya
Aktual
Rahasia Arah Tawaf Ka'bah, Ternyata Mirip Gerak Planet di Alam Semesta
Rahasia Arah Tawaf Ka'bah, Ternyata Mirip Gerak Planet di Alam Semesta
Aktual
Doa Pulang Haji yang Dianjurkan Rasulullah, Lengkap Arab, Arti, dan Maknanya
Doa Pulang Haji yang Dianjurkan Rasulullah, Lengkap Arab, Arti, dan Maknanya
Doa dan Niat
Allah Itu Dekat: Janji dalam Surah Al-Baqarah ayat 186
Allah Itu Dekat: Janji dalam Surah Al-Baqarah ayat 186
Doa dan Niat
Arab Saudi Kirim Timeline Haji 2027, Menhaj Irfan: Indonesia Kekurangan Ratusan Dokter dan Perawat
Arab Saudi Kirim Timeline Haji 2027, Menhaj Irfan: Indonesia Kekurangan Ratusan Dokter dan Perawat
Aktual
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp 1,4 Miliar Modus Dam dan Badal Haji
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp 1,4 Miliar Modus Dam dan Badal Haji
Aktual
Peringatan Rasulullah tentang Bahaya Ketamakan, Satu Lembah Emas Tak Pernah Cukup
Peringatan Rasulullah tentang Bahaya Ketamakan, Satu Lembah Emas Tak Pernah Cukup
Doa dan Niat
Dunia Hanya Senda Gurau, Ini Makna Surah Al-Ankabut Ayat 64
Dunia Hanya Senda Gurau, Ini Makna Surah Al-Ankabut Ayat 64
Doa dan Niat
Haji Masih Dianggap Urusan Nanti, Ini Alasan Jamaah Usia 60 Tahun Lebih Dominan
Haji Masih Dianggap Urusan Nanti, Ini Alasan Jamaah Usia 60 Tahun Lebih Dominan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com