Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rabiul Awal: Sejarah, Makna Nama, dan Peristiwa Penting Nabi Muhammad SAW

Kompas.com, 25 Agustus 2025, 07:30 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Rabiul Awal adalah bulan ketiga dalam kalender hijriah yang memiliki makna istimewa bagi umat Islam.

Di Indonesia dan berbagai negara lain, bulan ini disambut dengan penuh suka cita karena menjadi penanda kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Namun, Rabiul Awal bukan hanya tentang kelahiran Nabi. Masih sedikit umat Islam yang mengetahui latar belakang penamaan bulan ini serta berbagai peristiwa penting lainnya yang terjadi di dalamnya.

Baca juga: 12 Rabiul Awal: Sejarah, Makna, dan Tradisi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Arti kata Rabiul Awal dan latar belakang namanya

Dilansir dari MUI, secara bahasa, kata rabi’ dalam bahasa Arab memiliki makna yang kompleks. Istilah ini bisa digunakan untuk menyebut musim maupun bulan.

Dalam konteks musim, rabi’ ada yang berarti musim semi, ada pula yang berarti musim gugur, tergantung kebiasaan masyarakat Arab.

Dalam kalender hijriah, rabi’ mengacu pada dua bulan setelah Safar, yaitu Rabiul Awal dan Rabiul Akhir.

Nama ini dipilih karena masa tersebut berada di antara pergantian musim semi dan gugur. Untuk membedakan makna musim dan bulan, orang Arab biasanya menyebutnya dengan kata syahr (bulan), menjadi syahru rabi’ al-awwal dan syahru rabi’ al-akhir.

Baca juga: Makna dan Waktu Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025

Dalam Alquran surat At-Taubah ayat 36 disebutkan bahwa jumlah bulan menurut ketetapan Allah adalah dua belas, termasuk empat bulan yang dimuliakan.

Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya bahwa penamaan Rabiul Awal dan Rabiul Akhir berkaitan dengan kebiasaan orang Arab yang membangun atau menempati tempat tinggal khusus di musim tersebut.

Pendapat ini juga diungkapkan oleh Syekh Alamuddin as-Sakhawi dalam karyanya al-Masyhur fi Asma’il Ayyam was-Syuhur.

Sejarawan al-Biruni menambahkan, dua bulan rabi’ dinamai demikian karena pada masa itu bunga-bunga bermekaran dan hujan sering turun.

Fenomena ini di daerahnya disebut musim gugur, sedangkan masyarakat Arab menyebutnya musim semi (al-Atsar al-Baqiyah ‘anil Qurun al-Khaliyah).

Baca juga: Maulid Nabi, 100 Pasangan Prasejahtera Siap Nikah Massal di Masjid Istiqlal

Peristiwa penting di bulan Rabiul Awal

Bulan Rabiul Awal identik dengan peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kelahiran beliau dianggap sebagai simbol kehidupan baru, ibarat hujan dan bunga di tengah gurun, membawa kesuburan di masa masyarakat jahiliyah.

Selain kelahiran Nabi, Rabiul Awal juga menjadi saksi perjalanan penting dalam sejarah Islam. Pada bulan ini, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat tiba di Madinah setelah hijrah dari Makkah. Di bulan yang sama, beliau mendirikan Masjid Quba, masjid pertama dalam sejarah umat Islam.

Peristiwa lain yang tak kalah penting adalah wafatnya Rasulullah SAW pada bulan ini. Dengan demikian, Rabiul Awal menjadi bulan yang memuat rangkaian peristiwa besar, mulai dari kelahiran, perjalanan dakwah, hingga wafatnya Nabi Muhammad SAW.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com