KOMPAS.com - Bulan Syaban kerap disebut sebagai bulan persiapan menuju Ramadan. Meski tidak sepopuler Ramadan, Syaban menyimpan keutamaan besar yang sering kali luput dari perhatian.
Di bulan inilah Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah, sekaligus mengajarkan umatnya untuk membersihkan hati sebelum memasuki bulan penuh ampunan.
Salah satu momentum penting dalam bulan Syaban adalah malam pertengahannya yang dikenal sebagai Nisfu Syaban.
Malam ini menjadi waktu istimewa bagi kaum beriman untuk memperbanyak doa, zikir, serta meningkatkan kualitas ibadah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis dan Tata Caranya: Keutamaan, Lafaz, dan Manfaatnya
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang dirilis Kementerian Agama RI, malam Nisfu Syaban jatuh pada Senin, 2 Februari 2026.
Perhitungan ini didasarkan pada tanggal 14 Syaban 1447 Hijriyah yang menandai masuknya malam 15 Syaban setelah matahari terbenam.
Perlu dipahami, sistem kalender Hijriah menetapkan pergantian hari sejak waktu Maghrib, bukan tengah malam sebagaimana kalender Masehi.
Karena itu, peringatan Nisfu Syaban dimulai sejak sore hingga malam hari tanggal 2 Februari 2026.
Penetapan ini sejalan dengan Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah dan Almanak Nahdlatul Ulama (NU) 2026, yang sama-sama mencatat 14 Syaban 1447 H bertepatan dengan 2 Februari 2026.
Baca juga: Manfaat Puasa Senin Kamis bagi Wanita dan Bacaan Niatnya
Untuk membantu umat Islam mempersiapkan ibadah sepanjang bulan Syaban, berikut rincian lengkap kalender Syaban 1447 H dalam konversi Masehi:
Pertengahan bulan Syaban memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi keislaman. Dikutip dari Lathaif al-Ma’arif karya Imam Ibnu Rajab al-Hanbali, malam Nisfu Syaban disebut sebagai salah satu waktu di mana rahmat dan ampunan Allah SWT tercurah luas kepada hamba-Nya yang memohon dengan penuh keikhlasan.
Pada malam ini Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya, kecuali bagi mereka yang masih menyimpan kesyirikan dan permusuhan terhadap sesama.
Penjelasan ini mempertegas pentingnya membersihkan hati dan memperbaiki hubungan sosial sebelum memohon ampunan.
Dalam Fadhail al-Auqat karya Imam al-Baihaqi juga disebutkan bahwa Syaban merupakan bulan diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW menyukai amalnya diangkat saat beliau sedang berpuasa, sehingga beliau memperbanyak puasa di bulan ini.
Baca juga: Lengkap! Kalender Hijriyah 2026 dan Hari Besar Islam
Meski tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan secara syariat pada malam Nisfu Syaban, para ulama sepakat bahwa umat Islam dianjurkan mengisinya dengan amalan sunnah secara umum.
Salah satunya adalah puasa sunnah hari Senin, mengingat 14 Syaban 1447 H bertepatan dengan hari Senin.
Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan puasa Senin dan Kamis karena pada hari tersebut amalan manusia diperlihatkan kepada Allah SWT.
Selain itu, puasa Ayyamul Bidh juga dapat dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Dalam buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, disebutkan bahwa puasa Ayyamul Bidh dianjurkan Rasulullah SAW sebagai latihan konsistensi ibadah sepanjang tahun.
Amalan lain yang dianjurkan adalah memperbanyak zikir dan doa. Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 41–43 menegaskan perintah bagi orang beriman untuk mengingat Allah sebanyak-banyaknya.
Zikir berfungsi membersihkan jiwa dan menenangkan hati, terutama di waktu-waktu yang penuh keberkahan.
Sebagian umat Islam juga menghidupkan malam ini dengan membaca Surah Yasin. Meski tidak termasuk ibadah yang diwajibkan, tradisi ini dipahami sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon umur yang bermanfaat, rezeki yang berkah, serta keteguhan iman dan takwa.
Nisfu Syaban merupakan momentum refleksi yang menghubungkan Syaban dan Ramadan. Malam ini mengingatkan umat Islam untuk menata kembali niat, membersihkan hati, dan memperkuat ibadah sebelum memasuki bulan suci.
Sebagaimana ditegaskan para ulama, keutamaan Nisfu Syaban tidak terletak pada ritual tertentu, melainkan pada kesungguhan hati dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang