Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kekeringan dan Karhutla Meluas, Warga Aceh Barat Gelar Shalat Istisqa

Kompas.com, 28 Januari 2026, 12:17 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Kekeringan yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik di Kabupaten Aceh Barat mendorong pemerintah daerah dan masyarakat melakukan ikhtiar spiritual.

Shalat istisqa digelar di halaman Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, sebagai doa bersama memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan.

Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil menegaskan, shalat istisqa bukan sekadar permohonan hujan, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Baca juga: Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Kini Bersih dari Kayu Gelondongan

“Kita tidak hanya memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta meningkatkan iman dan takwa,” ujarnya di Meulaboh, Rabu (28/1/2026).

Selama dua pekan terakhir, Aceh Barat menghadapi ujian berat berupa karhutla yang meluas di beberapa lokasi.

Data sementara mencatat sekitar 19 hektare lahan terdampak kebakaran. Asap yang ditimbulkan bahkan sempat mengganggu aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah yang terpaksa diliburkan.

Di lapangan, BPBD Aceh bersama instansi terkait terus berjibaku memadamkan api. Hingga Rabu (28/1/2026), lebih dari 14 hektare lahan yang terbakar berhasil dipadamkan, meski sejumlah titik api masih terus ditangani agar tidak meluas.

Menurut Said Fadheil, upaya fisik pemadaman harus diiringi kesadaran kolektif masyarakat untuk mencegah kebakaran baru.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu api di musim kering.

Shalat istisqa yang diikuti masyarakat ini menjadi simbol bahwa penanganan bencana tidak hanya mengandalkan kerja teknis, tetapi juga menguatkan sisi spiritual dan solidaritas sosial.

Di tengah asap yang menyelimuti sebagian wilayah, warga berkumpul memohon hujan, berharap langit segera menurunkan rahmat-Nya untuk memadamkan api yang tersisa.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Kemenag Pastikan Layanan Ibadah Warga Aceh Pulih

Pemerintah berharap, selain hujan segera turun, kesadaran warga untuk menjaga lingkungan semakin meningkat. Sebab, karhutla bukan hanya persoalan cuaca, tetapi juga perilaku manusia terhadap alam.

Ikhtiar doa dan kerja keras di lapangan kini berjalan beriringan di Aceh Barat—sebuah upaya bersama agar bencana segera berlalu dan aktivitas masyarakat kembali normal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com