KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi kembali membuka peluang bagi calon jamaah haji domestik untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.
Menariknya, fase pendaftaran kali ini menyasar kelompok tertentu, yaitu mereka yang sebelumnya sudah pernah berhaji dalam lima tahun terakhir.
Kebijakan ini menjadi bagian dari pengaturan kuota dan pemerataan kesempatan beribadah, sekaligus menunjukkan bagaimana sistem haji modern kini semakin terstruktur dan berbasis digital.
Lantas, bagaimana mekanisme pendaftaran terbaru ini, siapa saja yang berhak, dan apa saja yang perlu dipersiapkan?
Dilansir dari Saudi Gazette, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi akan membuka fase kedua pendaftaran haji domestik mulai 18 April (1 Dzulqa’dah).
Berbeda dengan tahap sebelumnya, fase ini diperuntukkan bagi:
Namun, terdapat satu catatan penting, yaitu pendaftaran pada tahap ini bersifat kondisional, artinya hanya akan diproses jika masih tersedia kuota setelah prioritas utama (jamaah yang belum pernah berhaji) terpenuhi.
Baca juga: Kemenhaj Peringatkan Penipuan Jemaah Haji, Waspada Modus Update Data hingga Video Call
Kebijakan ini mencerminkan prinsip keadilan dalam penyelenggaraan haji. Pemerintah Saudi secara tegas menetapkan bahwa:
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip distribusi kesempatan dalam ibadah, sebagaimana dijelaskan dalam literatur fikih.
Dalam buku Fiqh Ibadah karya Yusuf Qardhawi, disebutkan bahwa ibadah haji memiliki dimensi sosial yang kuat, sehingga pengaturannya perlu mempertimbangkan keadilan akses bagi umat Islam secara luas.
Seluruh proses dilakukan secara digital melalui platform resmi, yaitu Nusuk.
Berikut tahapan lengkap yang harus dilalui calon jamaah:
Calon jamaah wajib mendaftar dan membuat akun di aplikasi atau situs resmi Nusuk.
Informasi yang dimasukkan mencakup:
Sistem akan secara otomatis memverifikasi apakah pendaftar memenuhi syarat.
Jamaah dapat memilih paket yang disediakan oleh penyedia layanan resmi.
Pembayaran dilakukan melalui sistem elektronik SADAD, yang terintegrasi dengan layanan keuangan di Arab Saudi.
Setelah semua tahap selesai, izin resmi akan diterbitkan secara digital.
Baca juga: Jangan Salah! Ini Larangan Pakaian Ihram Haji 2026 untuk Jemaah
Kementerian menegaskan bahwa seluruh kontrak layanan haji hanya dapat dilakukan melalui:
Hal ini bertujuan untuk:
Digitalisasi melalui Nusuk bukan sekadar inovasi teknis, tetapi bagian dari transformasi besar dalam manajemen ibadah haji.
Dalam buku Manajemen Haji dan Umrah Modern karya Ahmad Sarwat, dijelaskan bahwa penggunaan teknologi digital dalam pelayanan haji mampu:
Langkah ini juga sejalan dengan visi Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas pelayanan jamaah melalui integrasi teknologi.
Kebijakan membuka fase kedua bagi jamaah yang sudah berhaji memiliki beberapa makna strategis:
Tidak ada kursi haji yang terbuang jika masih ada peminat.
Memberikan kesempatan tambahan bagi mereka yang tetap ingin kembali berhaji.
Seluruh proses dilakukan cepat dan terukur melalui sistem elektronik.
Baca juga: Hujan Deras Lumpuhkan Sekolah di Arab Saudi, Pembelajaran Dialihkan ke Online
Bagi sebagian umat Islam, kesempatan berhaji lebih dari sekadar kewajiban. Ia adalah panggilan spiritual yang sering kali datang lebih dari sekali.
Dalam buku Rahasia Haji Mabrur karya Syaikh Muhammad Al-Ghazali, dijelaskan bahwa kerinduan untuk kembali ke Tanah Suci merupakan bagian dari tanda kecintaan seorang hamba kepada Allah.
Karena itu, meski prioritas diberikan kepada yang belum berhaji, membuka ruang bagi jamaah lama juga menjadi bentuk penghargaan terhadap kerinduan spiritual tersebut.
Pembukaan fase kedua pendaftaran haji domestik mulai 18 April menunjukkan bagaimana Arab Saudi mengelola ibadah haji secara adaptif dan modern.
Dengan sistem prioritas yang jelas, proses digital melalui Nusuk, serta pengawasan ketat terhadap penyedia layanan, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara:
Bagi calon jamaah yang memenuhi syarat, ini adalah peluang yang patut dimanfaatkan, bukan hanya sebagai perjalanan fisik, tetapi juga sebagai panggilan hati menuju Tanah Suci.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang