Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Israel Tutup Masjid Al-Aqsa hingga Idul Fitri, Apakah Berpotensi Permanen?

Kompas.com, 17 Maret 2026, 16:40 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kabar mengenai rencana penutupan Masjid Al-Aqsa hingga Idul Fitri memicu kekhawatiran luas di kalangan umat Islam dunia.

Kebijakan ini disebut-sebut sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern, terutama karena berlangsung di tengah bulan suci Ramadhan.

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan, muncul pertanyaan besar: apakah penutupan ini bersifat sementara, atau justru menjadi awal perubahan permanen terhadap status Masjid Al-Aqsa?

Penutupan di Tengah Ramadhan: Apa yang Terjadi?

Sejumlah sumber yang memahami pengelolaan situs suci di Yerusalem Timur mengungkapkan kepada Middle East Eye (MEE) bahwa otoritas Israel telah memberi tahu pihak Wakaf Islam mengenai pembatasan akses secara drastis.

Masjid Al-Aqsa, yang selama ini menjadi pusat ibadah umat Islam, dilaporkan ditutup bagi jamaah umum.

Bahkan, pelaksanaan sholat Jumat dan Tarawih tidak diizinkan. Sebagai gantinya, hanya segelintir staf Wakaf yang diperbolehkan masuk dengan jumlah sangat terbatas.

Situasi ini diperparah dengan pengerahan aparat keamanan dalam jumlah besar di kawasan Kota Tua, sehingga akses menuju masjid menjadi hampir mustahil bagi warga Palestina.

Baca juga: Kota Tua Yerusalem Dijaga Ketat Aparat Israel, Warga Palestina Shalat Tarawih di Jalan

Kondisi di Lapangan: Kota Tua yang Lumpuh

Penutupan tidak hanya berdampak pada masjid, tetapi juga melumpuhkan aktivitas di kawasan sekitar. Pasar-pasar di Kota Tua yang biasanya ramai selama Ramadhan tampak sepi.

Warga yang ingin beribadah terpaksa melaksanakan salat di luar area masjid, bahkan di jalanan, di bawah pengawasan ketat aparat. Pada malam-malam penting seperti Lailatul Qadar, akses menuju Al-Aqsa tetap diblokade.

Menurut laporan lapangan, hanya penduduk tertentu yang diizinkan masuk ke wilayah Kota Tua, itupun melalui pemeriksaan ketat. Situasi ini dinilai sebagai bentuk pembatasan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dugaan Pengawasan dan Tekanan terhadap Wakaf

Selain pembatasan fisik, muncul pula kekhawatiran terkait pemasangan perangkat pengawasan di dalam area masjid, termasuk di kawasan Dome of the Rock.

Langkah ini memicu kritik karena dianggap melanggar kesucian tempat ibadah. Di sisi lain, pihak Wakaf Islam juga disebut mendapat tekanan, termasuk ancaman terkait pembatasan jumlah staf yang dapat masuk ke area masjid.

Dalam kajian fikih dan sejarah Islam, tempat ibadah memiliki kehormatan yang harus dijaga. Dalam buku Fiqh al-Sirah karya Muhammad Sa'id Ramadan al-Buti dijelaskan bahwa perlindungan terhadap tempat suci merupakan bagian dari prinsip dasar dalam menjaga syiar agama.

Baca juga: Akses Masjid Al-Aqsa Ditutup Israel, Jemaah Shalat di Jalan Yerusalem

Status Quo yang Terancam

Masjid Al-Aqsa selama ini berada dalam pengaturan internasional yang dikenal sebagai “status quo”, di mana pengelolaannya berada di bawah otoritas Yordania melalui lembaga Wakaf Islam.

Konsep ini menegaskan bahwa Al-Aqsa adalah tempat ibadah eksklusif bagi umat Islam. Namun, sejumlah pengamat menilai kebijakan pembatasan terbaru berpotensi mengikis kesepakatan tersebut.

Dalam buku The Question of Palestine karya Edward Said, dijelaskan bahwa perubahan bertahap terhadap akses dan kontrol wilayah sering kali menjadi strategi dalam konflik geopolitik berkepanjangan.

Hal inilah yang memunculkan kekhawatiran bahwa kebijakan sementara dapat berubah menjadi permanen.

Benarkah Akan Ditutup Permanen?

Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa penutupan akan berlangsung permanen. Namun, sejumlah pihak menilai ada indikasi kuat ke arah tersebut.

Kekhawatiran muncul karena pola pembatasan yang terus meningkat sejak konflik memanas pada awal 2026.

Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin akses umat Islam terhadap Al-Aqsa akan semakin dibatasi dalam jangka panjang.

Dalam perspektif hukum internasional, wilayah pendudukan tidak memberikan kedaulatan penuh kepada pihak yang menguasainya.

Hal ini ditegaskan dalam berbagai konvensi internasional, termasuk prinsip yang diulas dalam literatur hukum konflik modern.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya Saat Ramadhan, Israel Tutup Masjid Al-Aqsa

Perspektif Religi: Ujian dan Keteguhan Umat

Bagi umat Islam, Masjid Al-Aqsa memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi sebagai salah satu situs suci.

Dalam konteks ini, pembatasan akses tidak hanya dilihat sebagai isu politik, tetapi juga sebagai ujian keimanan.

Dalam buku Ihya Ulumuddin karya Al-Ghazali dijelaskan bahwa ujian dalam beribadah dapat menjadi sarana peningkatan kualitas iman, selama disikapi dengan kesabaran dan keteguhan.

Antara Realitas dan Kekhawatiran

Penutupan Masjid Al-Aqsa hingga Idul Fitri menjadi isu yang menyita perhatian dunia. Meski belum dipastikan akan berlangsung permanen, pola kebijakan yang terjadi menimbulkan kekhawatiran serius.

Di tengah dinamika tersebut, umat Islam di berbagai belahan dunia dihadapkan pada realitas bahwa akses terhadap salah satu situs sucinya sedang mengalami pembatasan yang signifikan.

Pertanyaannya kini bukan hanya tentang kapan masjid akan kembali dibuka, tetapi juga bagaimana masa depan status dan akses terhadap Al-Aqsa akan berkembang ke depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Catatan MUI Tentang Tradisi Rebo Wekasan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Catatan MUI Tentang Tradisi Rebo Wekasan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Aktual
Rebo Wekasan 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Amalan yang Bisa Dikerjakan
Rebo Wekasan 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Amalan yang Bisa Dikerjakan
Aktual
Empat Syarat Agar Pekerjaan Bernilai Ibadah
Empat Syarat Agar Pekerjaan Bernilai Ibadah
Aktual
Kepemimpinan NU Dinilai Perlu Meneladani Kyai Idham Chalid dan Gus Dur
Kepemimpinan NU Dinilai Perlu Meneladani Kyai Idham Chalid dan Gus Dur
Aktual
Baznas Ajak Bangsa Pererat Persatuan lewat Zakat, Infak, Sedekah
Baznas Ajak Bangsa Pererat Persatuan lewat Zakat, Infak, Sedekah
Aktual
Jangan Keliru, Bekerja Cari Nafkah Juga Bagian dari Ibadah
Jangan Keliru, Bekerja Cari Nafkah Juga Bagian dari Ibadah
Aktual
Bagian dari Syiar Islam, MTQ Jawa Barat Tetap Digelar, Ini Jadwalnya
Bagian dari Syiar Islam, MTQ Jawa Barat Tetap Digelar, Ini Jadwalnya
Aktual
Hadapi Tantangan Kebangsaan, Gus Rozin Paparkan 5 Strategi NU
Hadapi Tantangan Kebangsaan, Gus Rozin Paparkan 5 Strategi NU
Aktual
Willie Salim Belajar Agama ke KH Cholil Nafis di Pesantren Depok
Willie Salim Belajar Agama ke KH Cholil Nafis di Pesantren Depok
Aktual
Mengintip Tren Fesyen Muslim Gen Z 2026, Terinspirasi Gaya Korea
Mengintip Tren Fesyen Muslim Gen Z 2026, Terinspirasi Gaya Korea
Aktual
Khitan Gratis untuk Yatim dan Dhuafa di Bandung, Begini Cara Mengikutinya
Khitan Gratis untuk Yatim dan Dhuafa di Bandung, Begini Cara Mengikutinya
Aktual
Apakah Anak Piatu Berhak Mendapat Santunan seperti Anak Yatim? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Apakah Anak Piatu Berhak Mendapat Santunan seperti Anak Yatim? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Doa Sebelum Bekerja di Hari Senin agar Rezeki Lancar dan Diberi Kemudahan
Doa Sebelum Bekerja di Hari Senin agar Rezeki Lancar dan Diberi Kemudahan
Doa dan Niat
Hukum Sengaja Tidak Membayar Hutang Padahal Mampu, Benarkah Termasuk Dosa Besar?
Hukum Sengaja Tidak Membayar Hutang Padahal Mampu, Benarkah Termasuk Dosa Besar?
Aktual
Doa Pelunas Hutang dalam Islam dan Waktu Paling Mustajab Membacanya
Doa Pelunas Hutang dalam Islam dan Waktu Paling Mustajab Membacanya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar