Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tata Cara Ihram Lengkap dengan Niat dan Doa: Arab, Latin, dan Artinya

Kompas.com, 14 Agustus 2025, 21:00 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Ihram artinya berniat untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh. Saat melafalkan niat ihram, jamaah haji sudah memakai pakaian ihram. Ihram menjadi rukun haji dan umroh yang pertama.

Kata ihram berasal dari akar kata al haram yang berarti terlarang atau tercegah. Setelah melakukan ihram, berlaku larangan-larangan tertentu. Larangan ini berlaku hingga selesai melaksanakan rukun haji terakhir, yaitu tahallul atau memotong rambut.

Baca juga: Niat Sholat Isya’ Sendiri dan Berjamaah Lengkap dengan Keutamaannya

Tata Cara Ihram

Dikutip dari Buku Manasik Haji dan Umroh Kementerian Agama Republik Indonesia, ada beberapa amalan yang sunnah dilakukan.

Diantaranya mandi, memakai wewangian, memotong kuku dan rambut atau bulu yang ada di tubuh, memakai kain ihram, dan melaksanakan sholat sunnah ihram 2 rakaat.
Adapun tata cara ihram secara lengkap adalah sebagai berikut:

Mandi Ihram

Sebelum melakukan ihram, disunnahkan mandi terlebih dahulu, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Bagi perempuan yang sedang haid, tetap disunnahkan untuk mandi.

Selain mandi, disunnahkan juga untuk memotong kuku, rambut, dan bulu yang ada di tubuh terlebih dahulu. Hal ini terlarang setelah melakukan ihram.

Memakai Minyak Wangi

Disunnahkan memakai minyak wangi ke badan sebelum melakukan ihram. Karena setelah ihram, memakai minyak wangi merupakan salah satu larangan.

Wewangian tidak boleh dioles atau disemprotkan ke kain ihram.

Baca juga: Niat Sholat Maghrib Sendiri dan Berjamaah Lengkap dengan Keutamaannya

Memakai kain Ihram

Setelah mandi dan memakai minyak wangi, lanjut memakai kain ihram. Untuk laki-laki, kainnya terdiri dari dua lembar. Satu untuk menutupi bagian bawah tubuh dan satu lagi untuk bagian atas.

Sedangkan untuk perempuan, boleh memakai pakaian yang disukai asalkan longgar, polos, dan menutup aurat. Perempuan dilarang menggunakan sarung tangan, penutup muka, dan pakaian yang diberi parfum.

Rasulullah SAW bersabda: “Aku mendengar Rasulullah SAW melarang wanita yang sedang ihram memakai sarung tangan, penutup muka, pakaian yang dicelup waras dan ja’faran, ia boleh memakai selain dari itu dari apa yang ia suka dari macam macam pakaian yang dicelup warna kuning atau sutra, atau perhiasan atau celana atau baju.” (H.R. Ahmad, At Tirmidzi, dan Abu Daud).

Sholat Dua Rakaat

Sebelum memulai ihram, disunnahkan untuk melakukan sholat dua rakaat. Dasarnya adalah hadits Rasulullah SAW:

“Datang kepadaku seseorang (malaikat) dari Rabbku dan berkata, “Shalatlah kamu di lembah yang diberkati ini dan katakan : ‘Umrah dalam haji'.” (H.R. Bukhari).

Adapun niat sholat ihram adalah:

Arab:

أُصَلِّي سُنَّةً قَبْلَ الْاِ حْرَامِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Usholli sunnatan qablal ihraami rak'ataini lillaahi ta'aala.

Artinya:

Saya niat sholat sunat sebelum ihram dua rakaat karena Allah Ta'ala.

Baca juga: Niat Sholat Ashar Sendiri dan Berjamaah Lengkap dengan Keutamaannya

Berniat Melaksanakan Ibadah Haji

Dikutip dari buku Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umroh keluaran Kementrerian Agama Republik Indonesia, berikut bacaan niat haji:

Arab:

لَبَّيْكَ اللَّـهُمَّ حَجاًّ

Latin:

Labbaik Allahumma hajjan.

Artinya:

Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji.

Atau bisa juga membaca niat seperti di bawah ini:

Arab:

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلّٰهِ تَعَــالَى

Latin:

Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillaahi ta‘aala.

Artinya:

Aku niat melaksanakan haji dan berihram karena Allah Ta‘ala.

Baca juga: Niat Sholat Wajib 5 Waktu Sendiri dan Berjamaah: Arab, Latin, dan Arti

Doa Setelah Berihram

Setelah mengenakan pakaian ihram, hendaklah membaca doa sebagai berikut:

Arab:

اللهمَّ اجعلْه حَجًّا ، لا رياءَ فيه ولا سُمعةَ

Latin:

Allahummaj ‘allahu hajjan la riyaa a fiihi wa laa sum’ah.

Artinya:

Ya Allah, jadikanlah haji ini (sebagai haji) yang tidak ada riya dan sum’ah di dalamnya.

Atau bisa juga membaca doa:

Arab:

اللَّهُمَّ لَكَ أَحْرَمَ نَفْسِي وَشَعْرِي وَبَشَرِيْ وَلَحْمِي وَدَمِيْ

Latin:

Allahumma laka ahrama nafsii wa sya'rii wa basyarii wa lahmii wa damii.

Artinya:

Ya Allah, hanya untuk mendapat ridha-Mu aku mengihram jiwaku, rambutku, kulitku, dagingku, dan darahku.

Baca juga: Bacaan Niat dan Doa Ihram: Arab, Latin, dan Artinya

Membaca Talbiyah

Talbiyah dibaca ketika sudah berihram dan mulai bergerak menuju tempat haji. Adapun bacaan talbiyah adalah:

Arab:

لَبَّيْكَ الَّلهُمَّ لَبَّيْكَ ,لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَنِعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Latin:

Labbaik Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariikalak.

Artinya:

Aku menyambut panggilan-Mu ya Allah aku menyambut panggilan-Mu, aku menyambut panggilan-Mu wahai Dzat yang tidak ada sekutu-Mu. Aku menyambut panggilan-Mu, sungguh segala puji dan kenikmatan bagi-Mu, begitu juga kerajaan tidak ada sekutu bagi-Mu.
Bacaan talbiyah dihentikan setelah melempar jumroh Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijah. Bacaan talbiyah kemudian diganti dengan bacaan takbir.

Baca juga: Niat dan Doa Sholat Hajat: Lengkap Teks Arab, Latin, dan Artinya

Larangan Saat Ihram

Sebagaimana makna ihram secara bahasa adalah tercegah atau terlarang. Maka ada beberapa larangan ketika sedang berihram, yaitu:

1. Mencukur rambut dan bulu yang ada di tubuh

2. Menggunting kuku

3. Menutup kepala bagi laki-laki dan memakai pakaian berjahit

4. Memakai wewangian atau parfum di badan atau pakaian dengan cara apapun

5. Membunuh binatang buruan darat yang dimakan atau memburunya

6. Melaksanakan akad nikah.

7. Menutup wajah dan kedua tangan dengan cadar atau sarung tangan bagi perempuan

8. Melakukan hubungan suami istri

9. Bermesraan dengan suami atau istri

10. Berburu dan memotong pohon atau tumbuhan

11. Berdebat atau berbantah-bantahan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar