Penulis
KOMPAS.com - Malam adalah waktu untuk istirahat, lebih tepatnya tidur. Ada rentang waktu yang cukup panjang untuk tidur antara sehabis sholat Isya' hingga Subuh tiba. Namun diantara rentang waktu tersebut, ada waktu utama untuk beribadah.
Ibadah yang dianjurkan di malam hari ketika bangun tidur adalah sholat tahajud. Sholat ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Hanya orang-orang terpilih yang sanggup untuk mengerjakan sholat ini.
Sholat tahajud dikerjakan oleh para ahli surga, yaitu orang-orang yang bertakwa dan dekat dengan Allah SWT. Dalam Al Quran surat Adz Dzariyat ayat 11 :
كَانُوا۟ قَلِيلًا مِّنَ ٱلَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ
Artinya: "Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam".
Para ahli surga sedekit tidur di waktu malam karena mereka mengisi malam dengan qiyamul lail atau mendirikan malam dengan berbagai ibadah, seperti sholat tahajud dan witir, membaca Al Quran, berdzikir, dan ibadah-ibadah lainnya.
Baca juga: Panduan Lengkap Sholat Hajat: Tata Cara, Niat, dan Doa yang Mustajab
Tahajud berasal dari kata hajada yang berarti tidur malam hari. Hal ini sebagaimana disampaikan Al Auqof Al Kuwaitiyah dalam kitab Al Mausu'ah Al Fiqhiyah. Secara istilah, sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dilaksanakan setelah bangun tidur.
Dalil shalat tahajud terdapat dalam Al Quran surat Al Isra' ayat 79.
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
Artinya: "Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji".
Sholat yang dilakukan di malam hari tanpa disertai tidur terlebih dahulu tidak bisa dibilang sholat tahajud. Meksipun tidurnya hanya sebentar, maka sholat tersebut tetap dianggap sholat tahajud.
Sholat tahajud waktunya dimulai sehabis sholat Isya' sampai sebelum Subuh dengan syarat sudah tidur terlebih dahulu. Bila masuk waktu malam dan sudah tidur, misalnya sehabis sholat Maghrib, maka bisa langsung mengerjakan sholat tahajud selepas sholat Isya'.
Sementara untuk waktu terbaik mengerjakan sholat ini adalah di sepertiga malam terakhir. Sebab di waktu tersebut, Allah SWT sedang turun ke langit bumi. Saat itu merupakan saat yang utama untuk beribadah dan berdoa.
لُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلآخِرُ، يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرُ لَهُ
Artinya: “Rabb kami Tabaaraka wa Ta’aalaa turun ke langit dunia pada setiap malam ketika tinggal sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: ‘Barangsiapa yang berdo’a kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan do’anya, barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi permintaannya, dan barangsiapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya’” (H.R. Bukhari).
Baca juga: Shalat Tahajud Tanpa Tidur, Bolehkah? Simak Penjelasannya
Sholat tahajud minimal dilaksanakan dua rakaat. Untuk jumlah idealnya bisa dilakukan seperti sholat tarawih, yaitu 8 rakaat sholat tahajud dan ditutup dengan 3 rakaat sholat witir. Sholat bisa dikerjakan dengan dua rakaat salam.
Sholat diawali dengan melafalkan niat sholat tahajud. Dengan lafal niat ini, akan membedakan sholat tahajud dengan sholat lainnya. Berikut bacaan niat sholat tahajud:
Arab:
اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallii sunnatat tahajjudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'aala.
Artinya:
Aku niat sholat sunnah tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala.
Dilanjutkan dengan takbariratul ihram dan gerakan serta bacaan sholat lainnya hingga diakhiri dengan salam.
Baca juga: 10 Tips Mudah Bangun untuk Sholat Tahajud, Lengkap dengan Hadis
Berikut ini doa shalat Tahajud seperti dilansir dari kemenag.go.id. Doa ini terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
اَللهم رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ
وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ
وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ
وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاءُكَ حَقٌّ
وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ
وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ
اَللهم لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ
وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ
فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي
أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Baca juga: Perbedaan Qiyamul Lail, Shalat Tahajud, dan Shalat Malam
Allaahumma rabbanaa lakal hamdu anta qayyimus samaawaati wal ardhi wa man fii hinna.
Wa lakal hamdu anta maalikus samaawaati wal ardhi wa man fii hinna.
Wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fii hinna.
Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa‘dukal haqq. Wa liqaa’uka haqq.
Wa qauluka haqq, wal jannatu haqq, wan naaru haqq.
Wan nabiyyuuna haqq, wa Muhammadun shallallaahu alaihi wasallama haqq. Was saa‘atu haqq.
Allaahumma laka aslamtu. Wa bika aamantu. Wa ‘alaika tawakkaltu.
Wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu.
Fagfirlii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu, wa maa asrartu, wa maa a‘lantu, wa maa anta a‘lamu bihi minnii.
Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Laa ilaaha illaa anta. Wa laa haula, wa laa quwwata illaa billaah.
Baca juga: Doa Setelah Sholat Tahajud Lengkap dengan Teks Arab, Latin, dan Artinya
Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya.
Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya.
Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya.
Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar.
Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian.
Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar.
Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah.
Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali.
Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku.
Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan,
Dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau.
Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang