Penulis
KOMPAS.com - Para sahabat kecil Nabi adalah anak-anak yang lahir dan tumbuh sebagai generasi kedua orang yang memeluk Islam. Mereka adalah anak-anak dari para Sahabat yang sebelumnya sudah masuk Islam.
Para sahabat kecil ini sudah tumbuh dalam dekapan iman semenjak mereka lahir. Keimanan diturunkan dari kedua orang tuanya. Hal ini menjadikan mereka punya bekal yang cukup untuk bertumbuh menjadi muslim sejati.
Dalam perkembangan sejarah, ada beberapa anak kecil yang tumbuh di bawah bimbingan Nabi Muhammad SAW. Kelak orang-orang ini tumbuh menjadi manusia-manusia yang luar biasa dalam memperjuangkan Islam.
Baca juga: Kisah Mush’ab bin Umair: Pemuda yang Rela Meninggalkan Kemewahan Dunia
Siapa saja Sahabat kecil Nabi ini, berikut 5 sosok diantaranya.
Zaid bin Haritsah adalah anak angkat Rasulullah SAW. Ia pada mulanya adalah seorang budak yang diperjual belikan. Khadijah membeli budak tersebut dan dimerdekakan, bahkan diangkat menjadi anak.
Zaid tumbuh dalam asuhan Rasulullah SAW dan sempat nasabnya dinisbatkan kepada Rasulullah SAW. Namun Allah SWT kemudian menurunkan ayat ke-4 surat Al Ahzab yang melarang menjadikan anak angkat sebagai anak kandung.
Pengasuhan langsung Rasulullah SAW kepada Zaid bin Haritsah menjadikannya sebagai sosok yang memiliki keteguhan iman dan semangat untuk berjuang mendakwahkan Islam.
Zaid adalah sosok yang menemani Rasulullah SAW saat berdakwah ke Thaif. Ia juga kerap menjadi pemimpin pasukan perang. Akhir hidupnya ditandai dengan gugurnya di medan perang Mu'tah.
Anas bin Malik menjadi salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadits. Hal ini terjadi karena kedekatannya dengan Nabi Muhammad SAW.
Anas bin Malik merupakan seorang anak dari kaum Anshar. Ia putra dari Ummu Sulaim, wanita mulia yang punya ketabahan yang luar biasa saat ditinggal meninggal anaknya.
Saat Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, Ummu Sulaim yang saat itu berusia 10 tahun diserahkan kepada Nabi untuk menjadi pelayannya.
Kehidupannya di sekitar Nabi membuatnya mengetahu detail-detail kehidupan Nabi. Itulah sebabnya ia menjadi salah seorang yang banyak meriwayatkan hadits.
Selama menjadi pelayan Rasulullah SAW, Anas bin Malik menceritakan bahwa ia tidak pernah sekalipun dimarahi Nabi. Bahkan Nabi mendoakan agar ia berumur panjang dan mempunyai banyak anak dan harta.
Baca juga: Kisah Salman Al Farisi: Perjalanan Mencari Kebenaran
Abdullah bin Umar adalah putra dari Umar bin Khattab. Ia lahir dalam lingkungan yang sudah sepenuhnya Islam. Abdullah kecil tumbuh dalam bimbingan Rasulullah SAW dan para sahabat mulia. Tak heran bila ia tumbuh menjadi anak yang cerdas dan sholeh.
Abdullah bin Umar senantiasa berusaha mengikuti Nabi untuk meniru apa yang dilakukannya. Ia adalah peniru ulung dari akhlak dan ibadah yang diperlihatkan Nabi.
Putra dari Umar bin Khattab ini tumbuh menjadi pemuda yang ahli ilmu, zuhud, dan orang yang bijaksana. Ia selalu tidak terlibat dalam perselisihan umat, khususnya pasca pemerintahan Khulafaur Rasyidin.
Karena kegemarannya meniru Nabi Muhammad, Abdullah bin Umar menjadi salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadits.
Abdullah bin Abbas adalah sepupu Nabi, anak dari paman Nabi Abbas bin Abdul Muthalib. Sejak kecil ia tumbuh berdekatan dengan Nabi Muhammad SAW. Maka tak heran ia tumbuh menjadi sosok yang sangat cerdas dan gemar menuntut ilmu.
Abdullah bin Abbas merupakan seorang pembelajar sejati. Ia belajar ilmu dari siapa saja yang memilikinya. Ia tumbuh menjadi seorang ahli ilmu yang menguasai Ilmu Al Quran dan Hadits.
Semasa masih kecil, Rasulullah SAW mendoakan Abdullah bin Abbas agar dipahamkan agama dan menguasai ilmu tafsir hadits.
Baca juga: Kisah Cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah yang Penuh Kesabaran
Usamah bin Zaid adalah cucu angkat Nabi Muhammad. Ia putra dari Zaid bin Haritsah dan Ummu Aiman dan termasuk anak yang paling disayang Rasulullah SAW.
Ia tumbuh menjadi pemuda yang gagah berani seperti bapaknya. Sejak kecil ia bercita-cita menjadi orang yang selalu terjun dalam peperangan.
Usamah bin Zaid dikenal sebagai panglima termuda dalam sejarah Islam. Ia mempimpin pasukan penaklukan di usia yang belum genap 18 tahun.
Saat diangkat sebagai panglima, Rasulullah SAW sudah berada di akhir hidupnya. Pasukan pimpinan Usamah bin Zaid sempat tertunda pemberangkatannya karena meninggalnya Rasulullah SAW.
Abu Bakar Ash Shiddiq sebagai pengganti Rasulullah SAW kemudian tetap memberangkatkan pasukan yang dipimpin Usamah bin Zaid sebagaimana yang Rasulullah lakukan, meskipun saat itu ada pertentangan karena menganggap Zaid masih terlalu muda untuk menjadi panglima.
Kisah 5 sahabat kecil di atas adalah gambaran bagaimana jika seorang anak tumbuh dalam lingkungan orang-orang sholeh. Mereka juga akan tumbuh menjadi manusia-manusia yang luar biasa.
Dari kisah hidup 5 sahabat kecil Nabi ini, dapat diambil pelajaran bahwa mendidik anak sejak kecil dengan agama yang lurus akan menjadikan mereka tumbuh menjadi orang-orang yang tangguh dalam iman dan perjuangan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang