Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tahlil Singkat dan Artinya, Panduan Praktis untuk Sehari-hari

Kompas.com, 28 Januari 2026, 06:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di tengah kesibukan masyarakat modern, kebutuhan akan panduan ibadah yang ringkas namun tetap bermakna semakin meningkat.

Salah satunya adalah tahlil singkat, rangkaian zikir yang kerap dibaca dalam berbagai momentum keagamaan, mulai dari doa bersama, tahlilan keluarga, hingga peringatan hari-hari besar Islam.

Meski dibaca secara ringkas, tahlil tetap memuat pesan tauhid yang mendalam dan memiliki nilai spiritual yang besar bagi umat Muslim.

Lantas, apa sebenarnya tahlil singkat, bagaimana susunan bacaannya, serta apa makna dan keutamaannya dalam ajaran Islam?

Baca juga: Santri Nihadlul Qulub Zikir di Atas Awan, Taklukkan Puncak Gunung Slamet

Apa Itu Tahlil?

Secara bahasa, tahlil berasal dari kata hallala–yuhallilu yang berarti mengucapkan kalimat lā ilāha illallāh (tiada Tuhan selain Allah).

Dalam konteks praktik keagamaan di Indonesia, tahlil berkembang menjadi rangkaian bacaan zikir, doa, dan ayat Al-Qur’an yang dibaca bersama-sama.

Dalam kitab Fiqhul Islami wa Adillatuhu karya Dr. Wahbah az-Zuhaily, dijelaskan bahwa tahlil merupakan bagian dari dzikir lisan yang dianjurkan syariat karena mengandung penguatan akidah tauhid dan pengingat hubungan manusia dengan Allah SWT.

Tradisi tahlilan sendiri tidak hanya dikenal sebagai doa untuk orang yang telah wafat, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah dan menumbuhkan suasana spiritual di tengah masyarakat.

Baca juga: Bacaan Tahlil Lengkap dengan Doa: Arab, Latin, dan Artinya

Tahlil Singkat, Alternatif Praktis Tetap Bernilai Ibadah

Di berbagai kesempatan, tidak semua orang memiliki waktu untuk membaca tahlil panjang. Karena itu, tahlil singkat menjadi alternatif yang praktis namun tetap sah dan bernilai ibadah.

Menurut KH. Ali Mustafa Yaqub dalam buku Kajian Hadits, inti dari tahlil terletak pada pengucapan kalimat tauhid dan zikir utama, bukan pada panjang atau pendeknya rangkaian bacaan. Selama substansi dzikir tetap terjaga, tahlil tetap bernilai ibadah.

Susunan Bacaan Tahlil Singkat

Berikut susunan tahlil singkat yang umum digunakan di masyarakat:

Basmalah

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.

Istighfar (3 kali)

Astaghfirullāhal ‘aẓīm alladzī lā ilāha illā huwa al-ḥayyul qayyūm wa atūbu ilaih.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus makhluk-Nya, dan aku bertobat kepada-Nya.”

Shalawat Nabi (3 kali)

Allāhumma ṣalli ‘alā Sayyidinā Muḥammad wa ‘alā āli Sayyidinā Muḥammad.

Kalimat Tahlil (33 kali atau secukupnya)

Lā ilāha illallāh.

Tahmid dan Tasbih

Subḥānallāh, Alḥamdulillāh, Allāhu Akbar.

Doa Penutup

Allāhumma’ghfir lanā wa liwālidīnā wa lil-mu’minīna wal-mu’mināt.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum mukmin laki-laki dan perempuan.”

Landasan Al-Qur’an tentang Dzikir dan Tahlil

Perintah memperbanyak dzikir ditegaskan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 41:

Yā ayyuhalladzīna āmanudzkurullāha dzikran katsīrā.

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya.”

Ayat ini menjadi dasar kuat bahwa dzikir, termasuk tahlil merupakan amalan utama dalam menjaga kedekatan spiritual seorang hamba kepada Tuhannya.

Baca juga: Bacaan Dzikir dan Tahlil Singkat: Arab, Latin, dan Artinya

Keutamaan Tahlil dalam Hadis Nabi

Rasulullah SAW menegaskan keutamaan kalimat tauhid dalam banyak hadis. Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan:

“Dzikir yang paling utama adalah Lā ilāha illallāh.”

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa tahlil memiliki keutamaan besar karena menjadi inti ajaran Islam dan pondasi seluruh amal ibadah.

Tahlil sebagai Sarana Pendidikan Spiritual

Lebih dari sekadar bacaan ritual, tahlil memiliki fungsi edukatif. Menurut Prof. Quraish Shihab dalam buku Membumikan Al-Qur’an, dzikir yang dilakukan secara rutin mampu membentuk kesadaran spiritual, melatih ketenangan jiwa, dan menumbuhkan sikap tawakal dalam kehidupan sehari-hari.

Tahlil juga menjadi media pembelajaran tauhid bagi generasi muda, terutama ketika dibaca secara berjamaah di lingkungan keluarga atau masyarakat.

Waktu yang Dianjurkan Membaca Tahlil

Tidak ada batasan waktu khusus untuk membaca tahlil. Namun, para ulama menganjurkan membacanya pada waktu-waktu utama seperti:

  • Setelah shalat fardhu
  • Usai shalat Maghrib dan Subuh
  • Malam Jumat
  • Saat berkumpul dalam majelis dzikir
  • Ketika mendoakan orang yang telah wafat

Dalam buku Rahasia Zikir dan Doa karya Imam Al-Ghazali, disebutkan bahwa konsistensi dzikir lebih utama daripada jumlah bacaan yang banyak tetapi tidak berkelanjutan.

Baca juga: Bacaan Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil: Arab, Latin, Artinya

Tahlil Singkat di Tengah Gaya Hidup Modern

Di era serba cepat, tahlil singkat menjadi solusi bagi umat Islam yang ingin tetap menjaga rutinitas ibadah di sela aktivitas padat.

Praktik ini menunjukkan bahwa Islam memberikan kemudahan dalam beribadah tanpa mengurangi substansi nilai spiritualnya.

Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:

Yurīdullāhu bikumul-yusr wa lā yurīdu bikumul-‘usr.

Artinya: “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”

Menjaga Ruh Tahlil, Bukan Sekadar Rutinitas

Para ulama mengingatkan agar tahlil tidak sekadar menjadi kebiasaan lisan, tetapi harus diiringi penghayatan makna.

Kalimat Lā ilāha illallāh bukan hanya ucapan, melainkan komitmen hidup untuk menempatkan Allah sebagai pusat orientasi dalam setiap aspek kehidupan.

Dengan memahami makna dan keutamaannya, tahlil singkat dapat menjadi pintu pembuka untuk memperkuat iman, menenangkan hati, serta memperdalam hubungan spiritual seorang Muslim dengan Sang Pencipta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com