Editor
KOMPAS.com-Puasa ayyamul bidh nisfu syaban menjadi perhatian umat Islam menjelang pertengahan Syaban 1447 Hijriah karena bertepatan dengan salah satu momentum spiritual penting sebelum Ramadhan.
Pada 2026, Nisfu Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari, sekaligus menandai hari terakhir pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh yang rutin dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah.
Momentum ini kerap dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah karena Syaban dikenal sebagai bulan pengangkatan amal.
Baca juga: Puasa Ayyamul Bidh Februari 2026: Jadwal Lengkap 13–15 Syaban, Niat, dan Keutamaannya
Rasulullah SAW menyebut Syaban sebagai bulan yang sering dilalaikan banyak orang meski memiliki kedudukan penting di sisi Allah SWT.
Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah SAW menegaskan kecintaannya terhadap puasa sunnah di bulan Syaban.
Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW lebih banyak berpuasa sunnah di bulan Syaban dibanding bulan lainnya selain Ramadhan.
Puasa ayyamul bidh menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan dalam konteks keutamaan tersebut.
Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan setiap bulan Hijriah pada tanggal 13, 14, dan 15.
Istilah Ayyamul Bidh berarti hari-hari putih yang merujuk pada fase bulan purnama ketika cahaya bulan tampak terang di malam hari.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa puasa Ayyamul Bidh memiliki dasar kuat dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
Pada Februari 2026, rangkaian puasa Ayyamul Bidh berlangsung selama tiga hari berturut-turut di awal bulan.
Baca juga: 8 Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh, Ibadah Sunnah dengan Pahala Setahun Penuh
Puasa ayyamul bidh dimulai pada Minggu, 1 Februari 2026, bertepatan dengan 13 Syaban 1447 H.
Hari kedua puasa jatuh pada Senin, 2 Februari 2026, bertepatan dengan 14 Syaban 1447 H dan dapat digabung dengan puasa sunnah Senin.
Hari ketiga berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026, bertepatan dengan 15 Syaban 1447 H atau Nisfu Syaban.
Puasa ayyamul bidh tetap sah apabila diniatkan sebagai puasa Ayyamul Bidh meski terdapat perbedaan pendapat mengenai puasa khusus Nisfu Syaban.
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari sebagaimana puasa sunnah pada umumnya.
Niat puasa ayyamul bidh pada nisfu syaban cukup dihadirkan di dalam hati sesuai ketentuan niat puasa sunnah.
Pelafalan niat diperbolehkan sebagai sarana menghadirkan kesadaran beribadah.
Lafal niat puasa Ayyamul Bidh berbunyi, “Nawaitu shauma ghadin ayyāmal bīḍhi sunnatan lillāhi ta‘ālā.”
Niat puasa boleh dilakukan sejak malam hari atau pada siang hari sebelum matahari tergelincir selama belum makan dan minum sejak fajar.
Baca juga: Puasa Ayyamul Bidh: Pengertian, Niat, Waktu, dan Keutamaannya
Keutamaan puasa Ayyamul Bidh dijelaskan Rasulullah SAW sebagai puasa tiga hari setiap bulan yang nilainya setara dengan puasa selama satu bulan penuh.
Keutamaan tersebut didasarkan pada balasan sepuluh kali lipat bagi setiap amal kebaikan.
Puasa ayyamul bidh di nisfu syaban berada jauh dari larangan berpuasa menjelang Ramadhan.
Umat Islam dianjurkan tidak berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan kecuali bagi yang memiliki kebiasaan puasa rutin.
Rentang waktu awal Februari memberikan jeda yang cukup panjang sebelum Ramadhan sehingga aman secara syariat.
Syaban menjadi fase latihan konsistensi ibadah sebelum memasuki puasa wajib Ramadhan.
Puasa Ayyamul Bidh tidak hanya menjaga sunnah Rasulullah SAW tetapi juga memperkuat kesiapan spiritual.
Mencatat jadwal puasa dan mengajak keluarga beribadah bersama dapat membantu menjaga semangat dan kesinambungan amalan.
Semoga Allah SWT menerima amalan puasa di bulan Syaban dan mempertemukan umat Islam dengan Ramadhan dalam keadaan terbaik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang