Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saudi Antisipasi Padatnya Umrah Ramadhan dengan Smart Crowd

Kompas.com, 23 Januari 2026, 13:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Arab Saudi kembali menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah di Masjidil Haram.

Tahun ini, pemerintah Saudi meluncurkan teknologi mutakhir bernama Smart Crowd System, sebuah sistem pemantauan kerumunan berbasis kecerdasan digital yang memungkinkan pergerakan jamaah terpantau secara real time.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Kerajaan Arab Saudi dalam mengantisipasi lonjakan jamaah umrah yang selalu meningkat tajam selama Ramadhan.

Setiap tahun, jutaan umat Islam dari berbagai negara memadati kawasan Masjidil Haram, terutama pada waktu-waktu puncak seperti shalat berjamaah, tarawih, dan malam-malam sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Baca juga: Arab Saudi Pasang Sensor Pintar di Masjidil Haram untuk Kendalikan Arus Jamaah

Teknologi Pintar untuk Mengelola Arus Jamaah

Mengutip laporan Gulf News, Smart Crowd System dirancang untuk memantau seluruh akses masuk dan keluar Masjidil Haram secara langsung.

Sistem ini mampu membaca tingkat kepadatan jamaah, mendeteksi potensi kemacetan, serta memberikan peringatan dini kepada petugas lapangan apabila terjadi penumpukan massa di area tertentu.

Melalui data yang dikumpulkan, petugas dapat mengambil keputusan cepat berbasis analisis situasi.

Arus pejalan kaki dapat diarahkan ulang, jalur alternatif dibuka, dan zona rawan kepadatan bisa segera dikendalikan.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan jamaah, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan dan kenyamanan ibadah.

Baca juga: Saudi Tegaskan Aturan Speaker Masjid Saat Ramadhan, Jemaah Perlu Tahu

Pentingnya Pengelolaan Kerumunan dalam Ibadah Massal

Dalam konteks ibadah massal seperti umrah dan haji, pengelolaan kerumunan menjadi faktor krusial.

Dalam buku Haji dan Umrah Bersama M Quraish Shihab karya Prof. Dr. M. Quraish Shihab dijelaskan bahwa penyelenggaraan ibadah di Tanah Suci bukan hanya persoalan ritual, tetapi juga menyangkut manajemen logistik, keamanan, dan keselamatan jamaah.

Ia menegaskan bahwa pengaturan jamaah yang baik merupakan bagian dari maqashid syariah, yaitu menjaga jiwa (hifz an-nafs) dan menjaga kemaslahatan umat.

Karena itu, pemanfaatan teknologi modern dipandang sebagai ikhtiar yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Smart Crowd dan Momentum Puncak Ramadhan

Smart Crowd System dirancang bekerja optimal pada waktu-waktu krusial. Misalnya saat shalat lima waktu, pelaksanaan tarawih, hingga lonjakan jamaah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan yang dikenal sebagai periode pencarian Lailatul Qadar.

Pada fase ini, Masjidil Haram kerap dipadati jamaah dari berbagai penjuru dunia. Dengan sistem pemantauan digital, potensi kepadatan ekstrem dapat ditekan, sehingga jamaah tetap bisa beribadah dengan aman dan lebih khusyuk.

Baca juga: Warga Indonesia, Simak Aturan Baru Ramadhan di Arab Saudi

Islam Mengajarkan Ketertiban dalam Beribadah

Prinsip keteraturan dan keselamatan dalam beribadah sejatinya telah diajarkan dalam Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 195:

Wa anfiquu fii sabiilillaahi wa laa tulquu bi aydiikum ilat-tahlukah wa ahsinuu innallaaha yuhibbul muhsiniin.

Artinya: “Dan belanjakanlah hartamu di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. Dan berbuat baiklah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

Ayat ini kerap dijadikan dasar bahwa umat Islam diperintahkan untuk menghindari bahaya serta menjaga keselamatan diri dan orang lain.

Dalam konteks ibadah massal, pengelolaan kerumunan menjadi bagian dari implementasi nilai tersebut.

Transformasi Digital Masjidil Haram

Smart Crowd System bukan satu-satunya inovasi yang diterapkan Saudi. Dalam beberapa tahun terakhir, Masjidil Haram telah dilengkapi dengan kamera pintar, sensor kepadatan, layanan navigasi jamaah berbasis aplikasi, hingga pusat kendali terpadu.

Arab Saudi menjadikan kawasan Haramain sebagai model penerapan teknologi religius modern.

Tujuannya bukan sekadar efisiensi, tetapi menciptakan pengalaman ibadah yang lebih aman, tertib, dan manusiawi.

Baca juga: Jemaah Haji Khusus Tak Lagi “Bebas”: Kemenhaj Turunkan Tim Pengawas, Hotel hingga Katering Dicek Langsung

Menjaga Kekhusyukan di Tengah Lonjakan Jamaah

Di balik kecanggihan teknologi, tujuan utama kebijakan ini tetap bermuara pada satu hal: menjaga kekhusyukan ibadah.

Kerumunan yang terkelola dengan baik memungkinkan jamaah beribadah tanpa tekanan fisik berlebih, mengurangi risiko dorong-dorongan, serta menciptakan suasana yang lebih tenang.

Ramadhan sendiri dikenal sebagai bulan penuh limpahan pahala. Dengan dukungan sistem pintar, diharapkan jamaah dapat memaksimalkan ibadah umrah, tarawih, dan doa tanpa terganggu oleh persoalan teknis di lapangan.

Ikhtiar Duniawi untuk Kemuliaan Ibadah

Peluncuran Smart Crowd System menjadi bukti bahwa ikhtiar duniawi dan kemajuan teknologi dapat berjalan seiring dengan nilai spiritual.

Arab Saudi berupaya menghadirkan keseimbangan antara modernisasi dan kesakralan tempat suci.

Di tengah arus jutaan manusia yang bergerak menuju Baitullah, teknologi ini menjadi “mata digital” yang membantu menjaga keselamatan, ketertiban, dan kekhidmatan ibadah Ramadhan.

Sebuah langkah strategis yang bukan hanya berdampak teknis, tetapi juga membawa pesan bahwa pelayanan terhadap tamu Allah adalah amanah besar yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
3 Masjid Unik di Iran yang Memukau Dunia, Arsitekturnya Seperti Negeri Dongeng
3 Masjid Unik di Iran yang Memukau Dunia, Arsitekturnya Seperti Negeri Dongeng
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Tangerang Selatan Hari Ini, Rabu 11 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Tangerang Selatan Hari Ini, Rabu 11 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Bekasi Hari Ini, Rabu 11 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Bekasi Hari Ini, Rabu 11 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Batam Hari Ini, Rabu 11 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Batam Hari Ini, Rabu 11 Maret 2026
Aktual
10 Malam Terakhir Ramadhan Tanggal Berapa? Ini Keutamaan, Amalan, dan Doa yang Dianjurkan
10 Malam Terakhir Ramadhan Tanggal Berapa? Ini Keutamaan, Amalan, dan Doa yang Dianjurkan
Aktual
4 Ide Hampers Lebaran 2026 Low Budget, Mulai Rp 50 Ribuan tapi Tetap Elegan
4 Ide Hampers Lebaran 2026 Low Budget, Mulai Rp 50 Ribuan tapi Tetap Elegan
Aktual
Ribuan Jemaah Padati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada Malam Pertama 10 Hari Terakhir Ramadhan
Ribuan Jemaah Padati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada Malam Pertama 10 Hari Terakhir Ramadhan
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Solo Hari Ini, 11 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Solo Hari Ini, 11 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kabupaten Sleman Hari Ini, 11 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kabupaten Sleman Hari Ini, 11 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 11 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 11 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini 11 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini 11 Maret 2026
Aktual
Besaran Zakat Fitrah 2026 di Jawa Barat untuk Seluruh Kabupaten dan Kota
Besaran Zakat Fitrah 2026 di Jawa Barat untuk Seluruh Kabupaten dan Kota
Aktual
Besaran Zakat Fitrah 2026 di Jawa Timur untuk Seluruh Kabupaten dan Kota
Besaran Zakat Fitrah 2026 di Jawa Timur untuk Seluruh Kabupaten dan Kota
Aktual
10 Tren Warna Baju Lebaran 2026 yang Diprediksi Populer: dari Putih Timeless hingga Sage Green Elegan
10 Tren Warna Baju Lebaran 2026 yang Diprediksi Populer: dari Putih Timeless hingga Sage Green Elegan
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Bandar Lampung Hari Ini, 10 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Bandar Lampung Hari Ini, 10 Maret 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com